alexametrics
28.4 C
Manado
Rabu, 8 Desember 2021
spot_img

Kadis Pendidikan: Oktober Direncanakan Sekolah Beraktifitas Normal

MANADOPOST.ID—Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), masih belum maksimal. Pasalnya, di Kabupaten Minsel masih ada daerah yang blank spot atau tidak tercover jaringan telekomunikasi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minsel Fiebert Raco, Kamis (13/8) kemarin, saat ditemui koran ini. Raco juga mengatakan PJJ masih lemah, pasalnya infrastuktur belum mendukung.

“Nah untuk daerah yang masih lemah terkait PJJ, kita bentuk kelompok belajar. Jadi kalau ada 25 orang dalam satu kelas, kita bagi menjadi lima kelompok. Masing-masing berarti beranggotakan lima orang. Itu yang nantinya akan digilir guru mengunjungi siswa,” tuturnya.

Raco juga mengatakan, siswa baik SD dan SMP setiap dua pekan sekali bakal datang ke sekolah untuk melakukan pengayaan.

“Tapi mereka tidak datang satu kali. Mereka datang secara bertahap. Agar tidak ada penumpukan siswa di sekolah. Yang pasti untuk daerah yang blank spot, home visit itu kita rasa berhasil. Karena memang kegiatan tatap muka itu dikurangi sampai 30 persen. Jadi kelompok belajar itu, mengantisipasi lemahnya PJJ di daerah. Karena infrastruktur juga belum menunjang,” sebutnya.

Raco juga mengatakan, bahwa perencanaan pembukaan sekolah dilakukan pada Oktober nanti. “Memang sesuai instruksi kementerian, sekolah yang berada pada zona hijau dan kuning itu sudah bisa dilakukan. Dan anak-anak saat ini, memang sudah sangat menginginkan untuk masuk dan beraktivitas di sekolah. Tapi nanti kita lihat dulu bagaimana perkembangan kasus Covid-19 di Minsel. Jika sudah turun, Oktober nanti direncanakan sekolah akan beraktivitas normal dengan menerapkan protokol ketat Covid-19,” bebernya.

Di sisi lain, pengamat pendidikan Djouhari Kansil menilai, pandemi Covid-19 tidak semua berdampak buruk. Dengan pandemik Covid-19, semua tenaga pendidik tidak memiliki pilihan lain, selain mengupgrade kemampuan diri dan beradaptasi dengan sistem teknologi informasi yang saat ini diterapkan.

“Saya itu menilai, bahwa pemanfaatan teknologi, masih lebih dominan diketahui peserta didik dibandingkan tenaga pendidik. Jadi dimasa pandemi ini, semua dituntut harus bisa beradaptasi. Yang tak mampu pasti akan tertinggal,” tandasnya. (ewa/gel)

spot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru