25C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Pria 37 Tahun Ditemukan Tewas di Hari Valentine

MANADOPOST.ID—Warga di Kelurahan Kawangkoan Bawah, Kecamatan Amurang Barat digegerkan dengan penemuan sosok mayat di pinggir pantai. Mayat berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan warga terapung di pinggiran pantai dekat pemecah ombak sekira pukul 11.20 wita tepat di hari Valentine, Minggu (14/2).

Informasi dirangkum, mayat tersebut teridentifikasi bernama Lerry Pontoh (37) warga Kelurahan Kawangkoan Bawah lingkungan IV. Korban yang merupakan seorang nelayan itu ditemukan pertama kali oleh sekelompok nelayan yang pada saat itu hendak memindahkan perahu.

Dikatakan saksi bernama Steven Tambaritji, pada Sabtu malam sebelumnya, dia bersama temannya Meidy Rampisela sempat bertemu dan bersama-sama mengantar korban ke tempat rumah pondok atau daseng untuk beristirahat.

“Karena malam itu korban Lerry Pontoh sudah dalam keadaan mabuk. Jadi kami antarkan ke daseng karena katanya dia (korban) dalam keadaan krisis. Tapi kami tidak tahu krisis apa, jadi kami biarkan dia istirahat di daseng yang memang tempatnya tidak jauh dari lokasi dia ditemukan meninggal,” ungkapnya.

Terpisah, keterangan saksi Meidy Rampisela, korban sempat datang ke rumahnya sambil membawa botol air mineral 600 ml berisikan alkohol captikus dan duduk di depan rumahnya sambil meneguk minuman tersebut.

“Karena saya lihat dia sudah mabuk berat, kami membantunya untuk pulang ke rumahnya, namun dia menolak dan meminta untuk beristirahat di daseng. Di daseng, kami sempat menunggu dia tertidur dan kami pulang ke rumah masing-masing. Dan memang dia sering bercerita dirinya lagi dalam krisis,” tambahnya.

Sementara itu, ibu korban bernama Aneke Tamburian mengatakan, korban semasa hidup tinggal bersamanya karena belum menikah.

“Meski dia sering mabuk, tapi tidak pernah buat keributan, dia selalu pulang ke rumah. Tapi kemarin dia tidak pulang, tiba-tiba saya terkejut mendapat kabar dia sudah meninggal,” ungkapnya sambil menahan tangis.

Jenazah korban dari TKP langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Minsel. “Dari hasil pemeriksaan visum luar, tidak di temukan adanya tanda-tanda kekerasan. Luka memar pada bagian pelipis mata sebelah kanan di duga akibat terbentur di bebatuan pemecah ombak tersebut,” ungkap Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara.

Ditambahkanya, pihak keluarga yaitu orang tua korban sudah menerima apa yang menimpa korban. “Keluarganya sudah menerima kematian korban. Dan pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan proses otopsi jenazah korban,” pungkas Gumara.(ewa)

Artikel Terbaru