30C
Manado
Kamis, 25 Februari 2021

Cuaca Masih Buruk, Nelayan Sandar Kapal

MANADOPOST.ID—Angin kencang serta hujan deras dan gelombang tinggi membuat Syahbandar dan Dinas Perikanan dan Kelautan melarang adanya pelayaran kapal dan perahu nelayan. Hal itu untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti tersapu gelombang atau hilang di tengah badai.

“Memang sejak awal Januari, kita sudah menyampaikan setiap kapal atau perahu nelayan ikan untuk tidak melaut. Karena cuaca tidak menentu yang seketika bisa terjadi badai atau gelombang besar. Kita sampaikan bukan tanpa alasan karena kita berpatokan dari BMKG apakah ada pelarangan atau diizinkan melaut,” ujar Kadis Kelautan dan Perikanan Minsel Alexander Sonambela saat ditemui, Selasa (15/2).

Untuk beberapa hari terakhir, Sonambela mengatakan pihaknya melarang adanya aktivitas melaut bagi kapal ikan di pelabuhan.

“Mengingat cuaca dan himbauan BMKG maka ada sekira 25 kapal ikan yang aktif kita sampaikan untuk kalau bisa tidak melaut karena cuaca buruk. Dan mereka memang mengindahkannya, seperti yang terlihat paling banyak perahu nelayan sandar. Dan di momen ini, mereka lebih menyibukan diri dengan membersihkan perahu, menyiapkan jalah dan alat tangkap ikan lainnya,” pungkas Sonambela.

Terpisah, Kepala Syahbandar Pelabuhan Amurang Rachman Rani mengatakan pihaknya juga melakukan pelarangan berlayar bagi kapal yang hendak bepergian jauh.

“Kita juga mengambil patokan BMKG untuk keadaan cuaca. Kita ambil laporan per jam, hari dan minggu. Seperti beberapa hari ini angin barat bertiup kencang mengakibatkan gelombang cukup tinggi mencapai tiga atau empat meter. Jadi kita ada imbauan untuk tidak melaut,” tandasnya.(rgm/gel)

Artikel Terbaru