25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Mencekam! Cerita Korban Terdampak Abrasi Pantai Amurang: Rumah Terhisap ke Dalam Tanah

- Advertisement -

MANADOPOST.ID- Kejadian abrasi pantai yang terjadi Rabu (15/6) kemarin meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat terdampak.

Betapa tidak, meski tidak menimbulkan korban jiwa, akibat kejadian ini warga harus kehilangan harta benda dan rumah tinggal.

Salah satu warga Masye Durandt dalam keluarga Sumampouw-Durandt saat ditemui di lokasi pengungsian membeber kejadian tersebut berlangsung begitu cepat.

“Memang rumah tinggal kami berada di samping jembatan yang roboh tersebut. Pada saat jembatan mulai goyang, warga setempat sudah saling mengingatkan untuk segera keluar rumah,” ungkapnya.

- Advertisement -

Dia melanjutkan, ketika jembatan rubuh, rumah tempat tinggalnya mulai goyang. “Ada getaran dari bawah tanah. Kami pun bergegas mengangkat kedua anak kami yang masih tertidur pulas untuk lari keluar rumah. Yang satu kelas 1 SMP, yang satunya lagi masih usia 2,5 tahun,” bebernya.

Kata dia, nahasnya harta benda dan seluruh pakaian serta berkas berkas penting semuanya tertinggal di dalam rumah.

“Tidak hitungan menit rumah kami pun turut tenggelam. Jadi rumah bukan roboh, tapi tenggelam kebawah. Bersyukur nyawa kami bisa selamat,” kuncinya sambil berlinang air mata. (Asyer Rokot)

MANADOPOST.ID- Kejadian abrasi pantai yang terjadi Rabu (15/6) kemarin meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat terdampak.

Betapa tidak, meski tidak menimbulkan korban jiwa, akibat kejadian ini warga harus kehilangan harta benda dan rumah tinggal.

Salah satu warga Masye Durandt dalam keluarga Sumampouw-Durandt saat ditemui di lokasi pengungsian membeber kejadian tersebut berlangsung begitu cepat.

“Memang rumah tinggal kami berada di samping jembatan yang roboh tersebut. Pada saat jembatan mulai goyang, warga setempat sudah saling mengingatkan untuk segera keluar rumah,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, ketika jembatan rubuh, rumah tempat tinggalnya mulai goyang. “Ada getaran dari bawah tanah. Kami pun bergegas mengangkat kedua anak kami yang masih tertidur pulas untuk lari keluar rumah. Yang satu kelas 1 SMP, yang satunya lagi masih usia 2,5 tahun,” bebernya.

Kata dia, nahasnya harta benda dan seluruh pakaian serta berkas berkas penting semuanya tertinggal di dalam rumah.

“Tidak hitungan menit rumah kami pun turut tenggelam. Jadi rumah bukan roboh, tapi tenggelam kebawah. Bersyukur nyawa kami bisa selamat,” kuncinya sambil berlinang air mata. (Asyer Rokot)

Most Read

Artikel Terbaru

/