28.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Di Desa Ini Ada Perdes Larang Kambing Berkeliaran

MANADOPOST.ID—Desa Sapa Timur Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus berbenah. Saat ini, semua masyarakat yang ingin berkunjung ke Desa Sapa Timur bakal disuguhkan pemandangan asri.

Lantaran di setiap pekarangan rumah ditanami dengan aneka bunga berwarna-warni. Bahkan warga setempat menanam bunga sampai ke pinggir badan jalan.

Kepada koran ini, Penjabat Hukum Tua (Kumtua) Desa Sapa Timur Ronny Lengkey mengatakan, imbauan menanam bunga kepada warganya dikeluarkan sejak tahun lalu.

Menurutnya, warga juga sudah tak takut lagi memelihara bunga, dikarenakan hewan kambing tak berkeliaran sembarangan. “Di desa kami sudah ada Peraturan desa (Perdes) hewan peliharaan. Jadi barangsiapa yang membiarkan hewannya berkeliaran sembarangan, akan ditangkap petugas desa dan dikenakan denda,” tuturnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Latar belakang penerbitan Perdes tersebut, menurut Lengkey, lantaran di Desa Sapa Timur hampir semua warganya memelihara hewan kambing. Hewan tersebut juga sering dilepas begitu saja oleh pemiliknya dan kemudian bebas berkeliaran di jalan-jalan desa.

Ada juga yang ungkapnya, masuk ke pekarangan rumah warga lainnya kemudian memakan habis tanaman dan bunga. Bukan hanya itu, kotoran kambing juga tersebar di mana-mana.

Ronny Lengkey kemudian bersama BPD Sapa Timur rapat dan menerbitkan Perdes hewan peliharaan. Dalam perdes disebutkan bagi warga yang sengaja membiarkan kambingnya bebas berkeliaran maka akan ditertibkan.

“Sebelum Perdes diberlakukan Pemdes melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Nah saat Perdes itu diberlakukan, dalam operasi, kami menertibkan puluhan kambing dan kemudian dibawa ke kantor desa,” jelasnya.

Lengkey mengatakan, sesuai Perdes, warga yang ingin mengambil kembali kambingnya, harus membayar denda sebesar Rp 50 ribu. Denda tersebut kemudian menjadi pendapatan desa.

“Awalnya aturan ini banyak yang menentang. Tapi tidak sedikit juga mendukung Pemdes Sapa Timur. Tapi karena aturan itu diberlakukan tanpa pandang bulu, akhirnya bisa berbuah manis. Sejak 2019 tidak ada satupun hewan kambing berkeliaran di tempat-tempat umum apalagi memasuki rumah warga,” tandasnya. (ewa/gel)

MANADOPOST.ID—Desa Sapa Timur Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus berbenah. Saat ini, semua masyarakat yang ingin berkunjung ke Desa Sapa Timur bakal disuguhkan pemandangan asri.

Lantaran di setiap pekarangan rumah ditanami dengan aneka bunga berwarna-warni. Bahkan warga setempat menanam bunga sampai ke pinggir badan jalan.

Kepada koran ini, Penjabat Hukum Tua (Kumtua) Desa Sapa Timur Ronny Lengkey mengatakan, imbauan menanam bunga kepada warganya dikeluarkan sejak tahun lalu.

Menurutnya, warga juga sudah tak takut lagi memelihara bunga, dikarenakan hewan kambing tak berkeliaran sembarangan. “Di desa kami sudah ada Peraturan desa (Perdes) hewan peliharaan. Jadi barangsiapa yang membiarkan hewannya berkeliaran sembarangan, akan ditangkap petugas desa dan dikenakan denda,” tuturnya.

Latar belakang penerbitan Perdes tersebut, menurut Lengkey, lantaran di Desa Sapa Timur hampir semua warganya memelihara hewan kambing. Hewan tersebut juga sering dilepas begitu saja oleh pemiliknya dan kemudian bebas berkeliaran di jalan-jalan desa.

Ada juga yang ungkapnya, masuk ke pekarangan rumah warga lainnya kemudian memakan habis tanaman dan bunga. Bukan hanya itu, kotoran kambing juga tersebar di mana-mana.

Ronny Lengkey kemudian bersama BPD Sapa Timur rapat dan menerbitkan Perdes hewan peliharaan. Dalam perdes disebutkan bagi warga yang sengaja membiarkan kambingnya bebas berkeliaran maka akan ditertibkan.

“Sebelum Perdes diberlakukan Pemdes melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Nah saat Perdes itu diberlakukan, dalam operasi, kami menertibkan puluhan kambing dan kemudian dibawa ke kantor desa,” jelasnya.

Lengkey mengatakan, sesuai Perdes, warga yang ingin mengambil kembali kambingnya, harus membayar denda sebesar Rp 50 ribu. Denda tersebut kemudian menjadi pendapatan desa.

“Awalnya aturan ini banyak yang menentang. Tapi tidak sedikit juga mendukung Pemdes Sapa Timur. Tapi karena aturan itu diberlakukan tanpa pandang bulu, akhirnya bisa berbuah manis. Sejak 2019 tidak ada satupun hewan kambing berkeliaran di tempat-tempat umum apalagi memasuki rumah warga,” tandasnya. (ewa/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/