31C
Manado
Minggu, 7 Maret 2021

Dua Warga Minsel Jadi Korban Longsor di Manado

MANADOPOST.ID—Duka mendalam dirasakan masyarakat Minsel. Pasalnya, dua orang Minsel menjadi korban dalam musibah bencana alam tanah longsor, Sabtu (16/1) lalu.

Yaitu seorang polisi bernama Aiptu Kifny Kawulur (49) merupakan warga asli Desa Picuan. Dan seorang guru SMA bernama Meini Pondaag (52) warga asli Desa Wanga, Kecamatan Motoling. Diketahui korban Aiptu Kawulur tertimbun tanah di Asrama Polisi Paal 4.

Sebelum kejadian, korban sedang berusaha memperbaiki bagian dapur yang dimasuki air. Tapi kemudian, tebing tanah di belakang rumah longsor menimpahnya. Sekira 30 menit kemudian, korban baru bisa dikeluarkan dari tumpukan tanah dan dilarikan RS Bhayangkara.

Sementara itu, korban enci Meini Pondaag tertimpah longsor di kediamannya di lorong Cempaka Jalan Sea, Malalayang 1 Barat.

Informasi diterima, saat terjadi longsor, korban berada di bagian belakang rumah tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimpah tanah. Setelah dilakukan pencarian oleh warga dan tim tagana, korban yang berprofesi sebagai guru di SMAN 2 Pineleng berhasil dievakuasi. Jenazah langsung dilarikan ke RS Kandou.

Rasa belasungkawa turut disampaikan Wakil Bupati Minsel Franky Donny Wongkar (FDW). “Saya turut berdukacita dengan para korban bencana tanah longsor di Manado. Khususnya korban yang juga orang Minahasa Selatan, semoga penghiburan dari Tuhan bisa menjadi bagian dari keluarga yang ditinggalkan,” kata FDW, Minggu (17/1).

Terkait kewaspadaan bencana, FDW yang juga Bupati Minsel terpilih itu mengharapkan masyarakat Minsel makin waspada. Khususnya mereka yang tinggal di kawasan rawan tanah longsor.

“Kita sedang diperhadapkan dengan cuaca cukup ekstrem. Itu sebabnya saya mengimbau seluruh masyarakat di Minsel tetap waspada. Hindari daerah ketinggian yang rawan longsor dan hindari daerah dekat aliran sungai,” tambahnya.

FDW juga turut mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh aparat desa agar tetap waspada memantau daerahnya.

“Jika terjadi banjir dan tanah longsor, pemerintah desa harus gerak cepat dan segera melaporkan ke Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Minsel. Supaya upaya pertolongan awal bisa dilakukan dengan tepat,” pungkasnya.(rgm/gel)

Artikel Terbaru