24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

RoSo-Harum Atasi Masalah di Minsel dengan 96 Program

MANADOPOST.ID – Di debat kedua calon bupati dan wakil bupati Minsel, paslon Royke Sondakh-Harits Andri Umboh (RoSo-Harum) mengatakan persoalan mendasar Minahasa Selatan adalah pengelolaan APBD yang tidak benar dan tidak semestinya.

“Tujuan APBD itu cuman satu yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dari 10 15 tahun lalu APBD kita tiap tahun meningkat dari sekitar 300 miliar sekarang sudah 1,2 triliun, harusnya kesejahteraan rakyat itu harus berbanding lurus dengan kenaikan uang belanja APBD itu. Tapi di Minahasa Selatan terjadi sebaliknya, mendapat uang belanja yang setiap tahun meningkat tapi kesejahteraan masyarakat justru semakin menurun, indeks kemiskinan itu semakin besar,” tuturnya.

Yang kedua lanjutnya, pelayanan publik terutama masih banyak daerah-daerah yang salah satu contoh sulit untuk mendapatkan air bersih dan juga pendapatan masyarakat yang masih di bawah standar sehingga banyak keluarga-keluarga yang berada pada status sedikit lagi mereka bisa jatuh miskin, dan ke hal-hal lain yang kami soroti adalah tentang biaya hidup yang ekonomi tinggi, barang yang dijual di Minahasa Selatan itu mempunyai jalur yang cukup panjang yakni dari Bitung ke daerah Minahasa Selatan.

“Selanjutnya ada masalah lingkungan hidup disitu ada puluhan ribu hektar lahan mati di Minahasa Selatan yang dari tahun ke tahun tidak pernah di intervensi oleh pemerintah, yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat petani. Dan yang terakhir adalah masalah tenaga kerja terampil, kita punya angkatan kerja usia-usia kerja banyak tapi banyak sekali pemuda-pemuda kita anak-anak milenial kita tidak punya keterampilan apa-apa, sertifikasi tenaga terampil untuk bekerja tidak ada, dunia kerja itu banyak butuh lowongan kerja itu banyak tapi harus disertai dengan keterampilan, semua masalah ini kami punya 96 program kerja yang akan menuntaskan semua permasalahan yang ada,” tukasnya.(*)

MANADOPOST.ID – Di debat kedua calon bupati dan wakil bupati Minsel, paslon Royke Sondakh-Harits Andri Umboh (RoSo-Harum) mengatakan persoalan mendasar Minahasa Selatan adalah pengelolaan APBD yang tidak benar dan tidak semestinya.

“Tujuan APBD itu cuman satu yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dari 10 15 tahun lalu APBD kita tiap tahun meningkat dari sekitar 300 miliar sekarang sudah 1,2 triliun, harusnya kesejahteraan rakyat itu harus berbanding lurus dengan kenaikan uang belanja APBD itu. Tapi di Minahasa Selatan terjadi sebaliknya, mendapat uang belanja yang setiap tahun meningkat tapi kesejahteraan masyarakat justru semakin menurun, indeks kemiskinan itu semakin besar,” tuturnya.

Yang kedua lanjutnya, pelayanan publik terutama masih banyak daerah-daerah yang salah satu contoh sulit untuk mendapatkan air bersih dan juga pendapatan masyarakat yang masih di bawah standar sehingga banyak keluarga-keluarga yang berada pada status sedikit lagi mereka bisa jatuh miskin, dan ke hal-hal lain yang kami soroti adalah tentang biaya hidup yang ekonomi tinggi, barang yang dijual di Minahasa Selatan itu mempunyai jalur yang cukup panjang yakni dari Bitung ke daerah Minahasa Selatan.

“Selanjutnya ada masalah lingkungan hidup disitu ada puluhan ribu hektar lahan mati di Minahasa Selatan yang dari tahun ke tahun tidak pernah di intervensi oleh pemerintah, yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat petani. Dan yang terakhir adalah masalah tenaga kerja terampil, kita punya angkatan kerja usia-usia kerja banyak tapi banyak sekali pemuda-pemuda kita anak-anak milenial kita tidak punya keterampilan apa-apa, sertifikasi tenaga terampil untuk bekerja tidak ada, dunia kerja itu banyak butuh lowongan kerja itu banyak tapi harus disertai dengan keterampilan, semua masalah ini kami punya 96 program kerja yang akan menuntaskan semua permasalahan yang ada,” tukasnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/