28 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

DLH `Boikot` Pengerjaan Lahan Perusahaan Tepung Kelapa

MANADOPOST.ID—Perusahaan yang hendak berinvestasi di Kabupaten Minsel, wajib mengantongi perizinan serta memenuhi kajian lingkungan hidup. Jika hal tersebut belum dipenuhi, pembangunan perusahaan tidak akan diizinkan.

Seperti yang terjadi pada perusahaan tepung kelapa yang berlokasi di jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Pakuweru, Kecamatan Tenga. Dikarenakan belum memiliki kajian lingkungan dan sejumlah izin, pekerjaan pematangan lahan perusahaan tersebut diberhentikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulut dan DLH Kabupaten Minsel.

“Kami dari DLH Sulut didampingi DLH Kabupaten Minsel melakukan larangan sementara pekerjaan atau kegiatan di perusahan tepung kelapa tersebut. Hal ini lantaran pelaku usaha dan kegiatan telah melakukan pekerjaan tanpa ada izin kajian lingkungan serta sejumlah izin lainnya terlebih dahulu,” kata Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut Arfan Basuki, Kamis (18/3).

Dia menambahkan, kegiatan di lokasi tersebut bisa dilanjutkan jika sudah melengkapi izin terlebih dahulu.

“Perusahan baru bisa melaksanakan kegiatan atau pembangunan jika sudah memenuhi semua perizinan. Kalau belum melangkapi izin, tentu belum bisa melakukan kegiatan.

Dan jika perusahaan ngotot melanjutkan pekerjaan sebelum melengkapi izinnya terlebih dahulu, maka akan di proses sesuai aturan dan hukum yang berlaku,” tukas Basuki sembari menegaskan pihaknya telah memasang papan larangan atau penghentian aktivitas pekerjaan pematangan lahan di lokasi perusahaan tersebut.(rgm/gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru