25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Instruksi Presiden, Kepala BNPB Tinjau Amurang dan Bawa Bantuan Bagi Korban Bencana

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Atas instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi bencana di Amurang Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (17/6), dua hari setelah bencana terjadi.

“Atas instruksi presiden, saya sengaja datang di Minsel pasca terjadinya abrasi pantai. Dampaknya memang cukup parah,” kata Suharyanto usai memantau langsung lokasi bencana dan mengunjungi pos komando Penanganan Darurat Bencana Alam di Kantor Kelurahan Lewet, Amurang Minsel.

Suharyanto pun menyebutkan bahwa kehadirannya sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk memastikan tahap tahap penanganan bencana berjalan sebagaimana mestinya. “Tanggap darurat yang ditetapkan oleh Bupati Minsel merupakan tahap awal yang akan dilaksanakan selama dua minggu ke depan,” jelasnya.

Selanjutnya Suharyanto menerangkan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, PUPR, BNPB dan semua kementerian lembaga terkait hadir ingin memastikan dan menjamin keselamatan rakyat di Minsel menjadi prioritas utama. “Ada 133 KK yang terpaksa mengungsi karena rumahnya habis terbawa air. Informasi dilapangan hingga saat ini potensi bencananya masih ada, masih belum aman,” terangnya.

- Advertisement -

Suharyanto pun menyebutkan  bahwa, pada Selasa mendatang semua pihak terkait akan berkumpul di Menko PMK untuk merencanakan langkah selanjutnya. “Setelah tanggap darurat selesai, masuk tahap pra rehabilitasi rekonstruksi. Nanti masyarakat yang rumahnya hilang akan dipindahkan,” kata Suharyanto.

Dia membeber sudah disiapkan beberapa lahan oleh kementerian ATR BPN dalam rencana rekonstruksi ini. “Tentu bekerjasama dengan Bupati untuk meyakinkan masyarakat agar pindah dari lokasi tersebut,” terangnya.

Dia mengaku belum bisa memastikan kejadian bencana alam tersebut apakah merupakan abrasi pantai atau karena likuifaksi. “Perlu adanya kajian mendalam terkait itu. Sebab kejadiannya tidak didahului dengan fenomena alam,” imbuhnya.

Nanti, kata dia, akan ada tim yang dibentuk untuk datang mencari penyebab yang pasti dan langkah kedepan yang harus diambil seperti apa. “Saya datang dengan kementerian BMKG dan PUPR belum bisa memastikan penyebabnya. Bisa saja abrasi namun kalau likuifaksi sepertinya tidak,” terangnya.

Dia menambahkan kehadirannya di Posko Bencana adalah dalam rangka memberikan bantuan logistik dan dana bagi korban bencana. “Nanti Bupati dan jajarannya akan menyalurkan. Kami imbau masyarakat yang memberi bantuan tidak dilakukan masing-masing. Ada wadahnya, pastinya akan disalurkan,” ujar dia.

Dia membeber jembatan dibangun sejak 2016 lalu. Namun, pihaknya tidak bisa menyalahkan pembangunan jembatannya. “Nanti dapat jawabannya Selasa nanti saat para ilmuwan dan ahli dari geologi dan BMKG berkumpul, mereka yang akan memastikannya,” tambah Kepala BNPB.

Pada fase tanggap darurat tersebut, Suharyanto pun menyerahkan dana Rp500 juta termasuk logistik ke pemerintah untuk disalurkan kepada pengungsi dengan mengkaji sesuai kebutuhan.

Nanti mungkin tahap rehabilitasi rekonstruksi akan lebih besar lagi. “Sesuai dengan keputusan pemerintah masing masing KK akan mendapat rumah tipe 3×6 yang anggarannya itu sesuai dengan pengalaman bencana Semeru dan Gempa Palu lebih dari Rp100 juta per masing-masing rumah, pemerintah pusat tidak membatasi anggaran sampai betul betul masalah teratasi,” bebernya.

Bupati Minsel Franky Donny Wongkar menjelaskan pemerintah kabupaten Minahasa Selatan akan melakukan koordinasi dengan masyarakat terdampak agar ke depan mau direlokasi.

“Terimakasih kepada BNPB yang berkenan hadir memantau langsung kondisi pasca terjadinya bencana sekaligus memberikan support lewat bantuan baik dana dan logistik bagi masyarakat Minsel,” singkatnya. (asr/gel/des)

MANADOPOST.ID—Atas instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi bencana di Amurang Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (17/6), dua hari setelah bencana terjadi.

“Atas instruksi presiden, saya sengaja datang di Minsel pasca terjadinya abrasi pantai. Dampaknya memang cukup parah,” kata Suharyanto usai memantau langsung lokasi bencana dan mengunjungi pos komando Penanganan Darurat Bencana Alam di Kantor Kelurahan Lewet, Amurang Minsel.

Suharyanto pun menyebutkan bahwa kehadirannya sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk memastikan tahap tahap penanganan bencana berjalan sebagaimana mestinya. “Tanggap darurat yang ditetapkan oleh Bupati Minsel merupakan tahap awal yang akan dilaksanakan selama dua minggu ke depan,” jelasnya.

Selanjutnya Suharyanto menerangkan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, PUPR, BNPB dan semua kementerian lembaga terkait hadir ingin memastikan dan menjamin keselamatan rakyat di Minsel menjadi prioritas utama. “Ada 133 KK yang terpaksa mengungsi karena rumahnya habis terbawa air. Informasi dilapangan hingga saat ini potensi bencananya masih ada, masih belum aman,” terangnya.

Suharyanto pun menyebutkan  bahwa, pada Selasa mendatang semua pihak terkait akan berkumpul di Menko PMK untuk merencanakan langkah selanjutnya. “Setelah tanggap darurat selesai, masuk tahap pra rehabilitasi rekonstruksi. Nanti masyarakat yang rumahnya hilang akan dipindahkan,” kata Suharyanto.

Dia membeber sudah disiapkan beberapa lahan oleh kementerian ATR BPN dalam rencana rekonstruksi ini. “Tentu bekerjasama dengan Bupati untuk meyakinkan masyarakat agar pindah dari lokasi tersebut,” terangnya.

Dia mengaku belum bisa memastikan kejadian bencana alam tersebut apakah merupakan abrasi pantai atau karena likuifaksi. “Perlu adanya kajian mendalam terkait itu. Sebab kejadiannya tidak didahului dengan fenomena alam,” imbuhnya.

Nanti, kata dia, akan ada tim yang dibentuk untuk datang mencari penyebab yang pasti dan langkah kedepan yang harus diambil seperti apa. “Saya datang dengan kementerian BMKG dan PUPR belum bisa memastikan penyebabnya. Bisa saja abrasi namun kalau likuifaksi sepertinya tidak,” terangnya.

Dia menambahkan kehadirannya di Posko Bencana adalah dalam rangka memberikan bantuan logistik dan dana bagi korban bencana. “Nanti Bupati dan jajarannya akan menyalurkan. Kami imbau masyarakat yang memberi bantuan tidak dilakukan masing-masing. Ada wadahnya, pastinya akan disalurkan,” ujar dia.

Dia membeber jembatan dibangun sejak 2016 lalu. Namun, pihaknya tidak bisa menyalahkan pembangunan jembatannya. “Nanti dapat jawabannya Selasa nanti saat para ilmuwan dan ahli dari geologi dan BMKG berkumpul, mereka yang akan memastikannya,” tambah Kepala BNPB.

Pada fase tanggap darurat tersebut, Suharyanto pun menyerahkan dana Rp500 juta termasuk logistik ke pemerintah untuk disalurkan kepada pengungsi dengan mengkaji sesuai kebutuhan.

Nanti mungkin tahap rehabilitasi rekonstruksi akan lebih besar lagi. “Sesuai dengan keputusan pemerintah masing masing KK akan mendapat rumah tipe 3×6 yang anggarannya itu sesuai dengan pengalaman bencana Semeru dan Gempa Palu lebih dari Rp100 juta per masing-masing rumah, pemerintah pusat tidak membatasi anggaran sampai betul betul masalah teratasi,” bebernya.

Bupati Minsel Franky Donny Wongkar menjelaskan pemerintah kabupaten Minahasa Selatan akan melakukan koordinasi dengan masyarakat terdampak agar ke depan mau direlokasi.

“Terimakasih kepada BNPB yang berkenan hadir memantau langsung kondisi pasca terjadinya bencana sekaligus memberikan support lewat bantuan baik dana dan logistik bagi masyarakat Minsel,” singkatnya. (asr/gel/des)

Most Read

Artikel Terbaru

/