32.4 C
Manado
Kamis, 30 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Rampungkan Data, Ditjen SDA Kementerian PUPR Tinjau Bencana Amurang

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terus menyeriusi penanganan bencana alam yang terjadi di Amurang, Minahasa Selatan (Minsel).

Setelah sebelumnya telah menurunkan tim Balai Teknik Sungai, Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan, Direktorat Operasi dan Pemeliharaan, kini Direktur Bina Teknik Muhammad Rizal bersama Kasubdirektorat Keamanan Bangunan Air Dwi Kristanto, juga turut meninjau langsung lokasi bencana, guna memberikan solusi tindak lanjut penanganan bencana alam di Amurang.

Dalam kunjungannya ke lokasi bencana, Muhammad Rizal menyebutkan bahwa penanganan tanggap darurat akan segera dilakukan Ditjen SDA Kementerian PUPR usai pengkajian data teknis di lokasi bencana Amurang, Minsel.

“Secepatnya setelah survei lokasi bencana ini, kami himpun data-datanya, serta selesai dikaji maka sudah dapat dilakukan mekanisme penanganan tanggap darurat. Jadi kami akan segera memberikan masukan kepada Dirjen, sehingga dapat diambil kesimpulan kegiatan tanggap daruratnya seperti apa. Setelah penanganan tanggap darurat, maka akan diputuskan juga penanganan jangka menengah seperti apa,” kata Muhammad Rizal.

- Advertisement -

Ia pun menyebutkan bahwa beberapa data yang sementara dihimpun Ditjen SDA bersama Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I), meliputi perhitungan batimetri, topografi, geoteknik, geologi tanah, serta struktur geografis.

“Kita sementara mengumpulkan data perhitungan batimetri, kemudian akan dihimpun juga pengukuran topografi, mengambil sampel geoteknik, juga geografis lokasi di sini. Sehingga dari sini kita dapat tahu kira-kira penyebabnya apa dan tanggap darurat seperti apa yang akan dibangun,” jelas Muhammad Rizal seraya menyebutkan bahwa pihaknya telah menyediakan tipikal penanganan tanggap darurat.

“Tipikal penanganan daruratnya sebenarnya sudah ada. Tipikal bangunan sudah disediakan. Tapi masalahnya mau ditaruh dimana, apakah sesuai dengan kondisi bahaya yang terjadi disini, karena itu yang harus kita pastikan,” tambah Muhammad Rizal.

Ditempat yang sama, Kepala BWSS I, I Komang Sudana mengungkapkan bahwa pada saat penanganan tanggap darurat, pihaknya akan membutuhkan akses jalan yang cukup untuk masuk/manuver alat dan material untuk penanganan tanggap darurat bencana.

“Dalam penanganan tanggap darurat, saya sampaikan ke Pak Bupati dan jajarannya pada saat rapat, untuk menuju ke lokasi pantai yang akan ditangani harus ada akses jalan, karena jalan sebelumnya putus. Sehingga harus disediakan lahan untuk masuk, makanya rumah-rumah yang masih ada yang akan terkena akses jalan perlu terlebih dahulu direlokasi. Langkah awal kalau bibir pantai sudah stabil, terlebih dahulu dilakukan pembersihan sisa-sisa rumah dan bagunan yang roboh,” pungkas Sudana.

Adapun menurut Kepala Dinas PU Minsel Royke R Durand bahwa pada lokasi bencana, penggerusan tanah masih terus terjadi. “Memang keadaannya masih belum stabil, karena saat ini masih ada bagian tanah yang retak dan jatuh,” kata Durand.
Meski demikian, ia berharap agar Kementerian PUPR dapat segera bertindak cepat untuk penanganan tanggap darurat.

“Kami mohon agar Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai dapat membantu penanganan bencana disini. Sehingga ada rumah-rumah warga yang konstruksinya bagus, layak ditinggali tidak ikut hanyut oleh terpaan ombak,” tutur Durand.

Adapun dalam kunjungan ke lokasi bencana Amurang, Ditjen SDA bersama BWSS I juga telah menyalurkan sejumlah bantuan untuk diserahkan pada korban bencana. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah pakaian dan bahan sembako yang diberikan langsung oleh Dirbintek Muhammad Rizal, Subdir Keamanan Bangunan Air Dwi Kristanto, Kepala BWSS I, I Komang Sudana serta tim BWS.

Bantuan diterima langsung oleh Asisten II Kabupaten Minsel Franky Tangkere di lokasi pengungsian I, Desa Lewet Kecamatan Amurang untuk kemudian langsung diserahkan pada para korban bencana. (des)

MANADOPOST.ID—Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terus menyeriusi penanganan bencana alam yang terjadi di Amurang, Minahasa Selatan (Minsel).

Setelah sebelumnya telah menurunkan tim Balai Teknik Sungai, Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan, Direktorat Operasi dan Pemeliharaan, kini Direktur Bina Teknik Muhammad Rizal bersama Kasubdirektorat Keamanan Bangunan Air Dwi Kristanto, juga turut meninjau langsung lokasi bencana, guna memberikan solusi tindak lanjut penanganan bencana alam di Amurang.

Dalam kunjungannya ke lokasi bencana, Muhammad Rizal menyebutkan bahwa penanganan tanggap darurat akan segera dilakukan Ditjen SDA Kementerian PUPR usai pengkajian data teknis di lokasi bencana Amurang, Minsel.

“Secepatnya setelah survei lokasi bencana ini, kami himpun data-datanya, serta selesai dikaji maka sudah dapat dilakukan mekanisme penanganan tanggap darurat. Jadi kami akan segera memberikan masukan kepada Dirjen, sehingga dapat diambil kesimpulan kegiatan tanggap daruratnya seperti apa. Setelah penanganan tanggap darurat, maka akan diputuskan juga penanganan jangka menengah seperti apa,” kata Muhammad Rizal.

Ia pun menyebutkan bahwa beberapa data yang sementara dihimpun Ditjen SDA bersama Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I), meliputi perhitungan batimetri, topografi, geoteknik, geologi tanah, serta struktur geografis.

“Kita sementara mengumpulkan data perhitungan batimetri, kemudian akan dihimpun juga pengukuran topografi, mengambil sampel geoteknik, juga geografis lokasi di sini. Sehingga dari sini kita dapat tahu kira-kira penyebabnya apa dan tanggap darurat seperti apa yang akan dibangun,” jelas Muhammad Rizal seraya menyebutkan bahwa pihaknya telah menyediakan tipikal penanganan tanggap darurat.

“Tipikal penanganan daruratnya sebenarnya sudah ada. Tipikal bangunan sudah disediakan. Tapi masalahnya mau ditaruh dimana, apakah sesuai dengan kondisi bahaya yang terjadi disini, karena itu yang harus kita pastikan,” tambah Muhammad Rizal.

Ditempat yang sama, Kepala BWSS I, I Komang Sudana mengungkapkan bahwa pada saat penanganan tanggap darurat, pihaknya akan membutuhkan akses jalan yang cukup untuk masuk/manuver alat dan material untuk penanganan tanggap darurat bencana.

“Dalam penanganan tanggap darurat, saya sampaikan ke Pak Bupati dan jajarannya pada saat rapat, untuk menuju ke lokasi pantai yang akan ditangani harus ada akses jalan, karena jalan sebelumnya putus. Sehingga harus disediakan lahan untuk masuk, makanya rumah-rumah yang masih ada yang akan terkena akses jalan perlu terlebih dahulu direlokasi. Langkah awal kalau bibir pantai sudah stabil, terlebih dahulu dilakukan pembersihan sisa-sisa rumah dan bagunan yang roboh,” pungkas Sudana.

Adapun menurut Kepala Dinas PU Minsel Royke R Durand bahwa pada lokasi bencana, penggerusan tanah masih terus terjadi. “Memang keadaannya masih belum stabil, karena saat ini masih ada bagian tanah yang retak dan jatuh,” kata Durand.
Meski demikian, ia berharap agar Kementerian PUPR dapat segera bertindak cepat untuk penanganan tanggap darurat.

“Kami mohon agar Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai dapat membantu penanganan bencana disini. Sehingga ada rumah-rumah warga yang konstruksinya bagus, layak ditinggali tidak ikut hanyut oleh terpaan ombak,” tutur Durand.

Adapun dalam kunjungan ke lokasi bencana Amurang, Ditjen SDA bersama BWSS I juga telah menyalurkan sejumlah bantuan untuk diserahkan pada korban bencana. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah pakaian dan bahan sembako yang diberikan langsung oleh Dirbintek Muhammad Rizal, Subdir Keamanan Bangunan Air Dwi Kristanto, Kepala BWSS I, I Komang Sudana serta tim BWS.

Bantuan diterima langsung oleh Asisten II Kabupaten Minsel Franky Tangkere di lokasi pengungsian I, Desa Lewet Kecamatan Amurang untuk kemudian langsung diserahkan pada para korban bencana. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/