24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Musdes Lompad Baru Bahas Pengurangan KPM BLT

- Advertisement -

MANADOPOST.ID — Pemerintah Desa Lompad Baru, Kecamatan Ranoyapo menggelar kegiatan musyawarah desa (Musdes) APBDes Perubahan dalam rangka pengurangan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Salah satu yang dibahas yaitu pergeseran anggaran BLT karena pengurangan KPM akan dialokasikan ke sejumlah kegiatan sesuai musdes.

Dikatakan Hukum Tua Desa Lompad Baru Welly Pajow, salah satu fokus pembahasan yaitu pengurangan KPM untul BLT Dana Desa. “Untuk Dana Desa kita sekira Rp.700an juta. Itu masuk kategori KPM sebesar 25 persen dari pagu anggaran sesuai dengan Permendes 17 tahun 2020 di tindak lanjuti dengan PMK 222/PKM.07/2020 tentang percepatan pengolahan dana desa tahun 2021 surat edaran bersama dirjen perimbangan keuangan Kemenkeu dan dirjen PD PMD Kemendes tentang BLT Dana Desa. Dari sebelumnya 47 KPM menjadi delapan KPM,” ungkap Pajow.

Meski dirinya paham akan ada prokontra untuk pengurangan KPM, namun Pajow mengaku dirinya wajib mengikuti arahan pemerintah pusat. “Jadi kami pemerintah desa wajib menjalankan apa yang menjadi aturan. Untuk itu, kami gelar Musdes supaya semuanya dibahas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dari sejumlah pembahasan, dari pengurangan KPM, anggaran sisa akan dialihkan pada sejumlah pekerjaan fisik. “Memang ada banyak usulan tadi untuk dialihkan ke pekerjaan fisik, dari setiap jaga sudah mengusulkan prioritas, ada yang difokuskan pada penanggulangan bencana dan sebagainya,” pungkas Pajow diaminkan Ketua BPD Desa Lompad Baru Heti Tarumampen.

- Advertisement -

Musyawarah Desa Lompad Baru tersebut turut diapresiasi Camat Ranoyapo Franklin Mokoagow. “Setiap keputusan di desa wajib dimusyawarahkan bersama. Supaya hasilnya paripurna dan tidak ada pihak-pihak yang dapat membantah karena semua sudah sesuai mekanisme. Kiranya setiap keputusan yang diambil dalam musdes dapat direalisasikan serta dipertanggungjawabkan baik segi administrasi serta sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tukas Mokoagow.(rgm) 

MANADOPOST.ID — Pemerintah Desa Lompad Baru, Kecamatan Ranoyapo menggelar kegiatan musyawarah desa (Musdes) APBDes Perubahan dalam rangka pengurangan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Salah satu yang dibahas yaitu pergeseran anggaran BLT karena pengurangan KPM akan dialokasikan ke sejumlah kegiatan sesuai musdes.

Dikatakan Hukum Tua Desa Lompad Baru Welly Pajow, salah satu fokus pembahasan yaitu pengurangan KPM untul BLT Dana Desa. “Untuk Dana Desa kita sekira Rp.700an juta. Itu masuk kategori KPM sebesar 25 persen dari pagu anggaran sesuai dengan Permendes 17 tahun 2020 di tindak lanjuti dengan PMK 222/PKM.07/2020 tentang percepatan pengolahan dana desa tahun 2021 surat edaran bersama dirjen perimbangan keuangan Kemenkeu dan dirjen PD PMD Kemendes tentang BLT Dana Desa. Dari sebelumnya 47 KPM menjadi delapan KPM,” ungkap Pajow.

Meski dirinya paham akan ada prokontra untuk pengurangan KPM, namun Pajow mengaku dirinya wajib mengikuti arahan pemerintah pusat. “Jadi kami pemerintah desa wajib menjalankan apa yang menjadi aturan. Untuk itu, kami gelar Musdes supaya semuanya dibahas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dari sejumlah pembahasan, dari pengurangan KPM, anggaran sisa akan dialihkan pada sejumlah pekerjaan fisik. “Memang ada banyak usulan tadi untuk dialihkan ke pekerjaan fisik, dari setiap jaga sudah mengusulkan prioritas, ada yang difokuskan pada penanggulangan bencana dan sebagainya,” pungkas Pajow diaminkan Ketua BPD Desa Lompad Baru Heti Tarumampen.

Musyawarah Desa Lompad Baru tersebut turut diapresiasi Camat Ranoyapo Franklin Mokoagow. “Setiap keputusan di desa wajib dimusyawarahkan bersama. Supaya hasilnya paripurna dan tidak ada pihak-pihak yang dapat membantah karena semua sudah sesuai mekanisme. Kiranya setiap keputusan yang diambil dalam musdes dapat direalisasikan serta dipertanggungjawabkan baik segi administrasi serta sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tukas Mokoagow.(rgm) 

Most Read

Artikel Terbaru

/