25.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Dekat Lokasi Bencana, Ubin Lantai GMIM Syaloom Sentrum Amurang Pecah-Pecah

MANADOPOST.ID–Belum seminggu pasca bencana alam di pesisir pantai Amurang, ubin lantai gereja GMIM Syaloom Sentrum Amurang yang berjarak tidak terlalu jauh dari lokasi bencana tiba-tiba pecah dan terangkat ke atas. Mendapat informasi tersebut, Wakil Bupati Minsel Pdt Petra Yani Rembang langsung turun mengecek ke lokasi.

Dia mengatakan informasi yang dia peroleh, pada Selasa malam, terdengar oleh jemaat terjadi retak-retak dimana ubin mulai pecah. “Dan kemudian saat diperiksa oleh BPMJ dan jemaat, ada beberapa bagian lantai yang saat diinjak sudah berbunyi kosong,” ungkapnya.
Lanjut dia, mendapat informasi tersebut dirinya langsung mengecek ke lokasi gereja.

“Namun untuk mengetahui penyebab pastinya, kami sudah melaporkan ke Bupati dan meminta PU untuk mendatangkan tim ahli. Para ahli yang akan menentukan realita yang ada,” paparnya.

Untuk itu, dia mengimbau ketua BPMJ agar segera mengantisipasi agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Saya katakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Barang barang bantuan bencana oleh jemaat yang dibawa ke gereja sentrum sebaiknya dipindahkan. Bisa langsung dibawa ke posko utama atau dicarikan tempat yang baik,” imbuhnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia menambahkan, sebelum ada tenaga ahli yang bisa menetapkan, jemaat di sarankan untuk melakukannibadah secara virtual atau mencari lokasi ibadah yang lain.
“Gereja jangan dulu dimanfaatkan, kerumunan dibatasi. Sudah saya sampaikan ini ke Bupati,” bebernya.

Sementara Ketua Jemaat GMIM Syaloom Sentrum Amurang yang juga Ketua wilayah Amurang 1 Pdt Rambles Mangalehe MTh kepada Manado Post mengaku pihak gereja akan menunggu kepastian tim ahli. “Sesuai petunjuk pemerintah kami tidak akan beribadah di dalam gereja dulu kalau tidak ada petunjuk tim ahli,” ucapnya.

Dia mengimbau masyarakat dan jemaat tetap tenang dalam menyikapi hal ini. “Memang beberapa waktu lalu, kejadian serupa pernah terjadi didalam gereja, lokasi kerusakannya pun berdekatan. Hanya memang yang membuat berbeda adanya titik titik ubin yang bagian bawahnya seperti kosong,” ujar dia.

Dia berharap kejadian ini tidak membuat kepanikan dan ketakutan bagi masyarakat. “Kalau memang sampai minggu belum ada hasil dari tim ahli, maka kami akan beribadah di sepanjang jalan depan posko bencana Desa Uwuran Dua ini,” tandasnya. (asyer Rokot)

MANADOPOST.ID–Belum seminggu pasca bencana alam di pesisir pantai Amurang, ubin lantai gereja GMIM Syaloom Sentrum Amurang yang berjarak tidak terlalu jauh dari lokasi bencana tiba-tiba pecah dan terangkat ke atas. Mendapat informasi tersebut, Wakil Bupati Minsel Pdt Petra Yani Rembang langsung turun mengecek ke lokasi.

Dia mengatakan informasi yang dia peroleh, pada Selasa malam, terdengar oleh jemaat terjadi retak-retak dimana ubin mulai pecah. “Dan kemudian saat diperiksa oleh BPMJ dan jemaat, ada beberapa bagian lantai yang saat diinjak sudah berbunyi kosong,” ungkapnya.
Lanjut dia, mendapat informasi tersebut dirinya langsung mengecek ke lokasi gereja.

“Namun untuk mengetahui penyebab pastinya, kami sudah melaporkan ke Bupati dan meminta PU untuk mendatangkan tim ahli. Para ahli yang akan menentukan realita yang ada,” paparnya.

Untuk itu, dia mengimbau ketua BPMJ agar segera mengantisipasi agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Saya katakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Barang barang bantuan bencana oleh jemaat yang dibawa ke gereja sentrum sebaiknya dipindahkan. Bisa langsung dibawa ke posko utama atau dicarikan tempat yang baik,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sebelum ada tenaga ahli yang bisa menetapkan, jemaat di sarankan untuk melakukannibadah secara virtual atau mencari lokasi ibadah yang lain.
“Gereja jangan dulu dimanfaatkan, kerumunan dibatasi. Sudah saya sampaikan ini ke Bupati,” bebernya.

Sementara Ketua Jemaat GMIM Syaloom Sentrum Amurang yang juga Ketua wilayah Amurang 1 Pdt Rambles Mangalehe MTh kepada Manado Post mengaku pihak gereja akan menunggu kepastian tim ahli. “Sesuai petunjuk pemerintah kami tidak akan beribadah di dalam gereja dulu kalau tidak ada petunjuk tim ahli,” ucapnya.

Dia mengimbau masyarakat dan jemaat tetap tenang dalam menyikapi hal ini. “Memang beberapa waktu lalu, kejadian serupa pernah terjadi didalam gereja, lokasi kerusakannya pun berdekatan. Hanya memang yang membuat berbeda adanya titik titik ubin yang bagian bawahnya seperti kosong,” ujar dia.

Dia berharap kejadian ini tidak membuat kepanikan dan ketakutan bagi masyarakat. “Kalau memang sampai minggu belum ada hasil dari tim ahli, maka kami akan beribadah di sepanjang jalan depan posko bencana Desa Uwuran Dua ini,” tandasnya. (asyer Rokot)

Most Read

Artikel Terbaru

/