alexametrics
23.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kemudahan Berinvestasi Sasar UMKM di Minsel, Kemitraan Berusaha Bakal Dorong Peningkatan Ekonomi, Ini Harapan Bupati FDW

MANADOPOST.ID — Terobosan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dalam mendorong investasi dan usaha terus dilakukan. Baru-baru ini, lewat Sosialisasi Kemitraan Berusaha yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minsel, Pemkab Minsel mendorong terwujudnya kerja sama strategis antara usaha besar serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Selasa (25/5).

Bupati Minsel Franky Donny Wongkar (FDW) didampingi Wakil Bupati Petra Yani Rembang (PYR) mengungkapkan, di masa pandemi covid-19 saat ini, perekonomian global masih menghadapi situasi yang belum kondusif, antara lain tercermin dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan perkembangan lalu lintas perdagangan dunia yang masih belum menunjukkan perbaikan. Menghadapi situasi tersebut, pemerintah daerah berupaya untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik, antara lain dengan mendorong masyarakat melakukan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan suatu produk atau industri untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

“Dalam kaitan itu, sektor UMKM akan memegang peranan yang krusial, sehingga pemerintah berupaya untuk memajukan UMKM yang mempunyai ketahanan yang baik dari imbas krisis global, salah satu strategi utamanya adalah pengembangan kemitraan. Pemberdayaan UMKM perlu diselenggarakan secara menyeluruh, optimal, dan berkesinambungan melalui pengembangan iklim yang kondusif, pemberian kesempaan berusaha, dukungan, perlindungan, dan pengembangan usaha yang seluas-luasnya, sehingga mampu meningkatkan kedudukan, peran, dan potensi umkm dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan,” jelas FDW.

Guna membantu percepatan tersebut, Bupati FDW melaksanakan penandatangan nota kesepahaman antara pemerintah daerah dengan beberapa pelaku usaha dalam rangka kerjasama kemitraan untuk pembinaan dalam kegiatan distribusi hasil usaha mikro kecil dan menengah (umkm). “Saya menaruh harapan besar melalui kerja sama ini, UMKM yang di Minsel dapat terbantu dalam mendistribusikan dan memasarkan hasil-hasil produksinya. Sehingga mereka mampu bertahan bahkan meraih peluang peningkatan ekonomi di era pandemi ini,” pungkas Bupati FDW.

Dalam kesempatan tersebut, dihadiri beberapa pelaku usaha yang telah berinvestasi di Kabupaten Minsel. Seperti PT. Cargill Indonesia, PT. Tropica Coco Prima, PT. Sasa Inti Indonesia, PT. Indomarco Prismatama dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk serta para pimpinan pelaku usaha lainnya.

Terpisah, Kepala DPMPTSP Minsel Ronald Paath mengakatan, dengan kegiatan sosialisasi kemitraan usaha tersebut, akan segera terjalin perjanjian kerjasama, baik antara pemerintah dan pelaku usaha besar, maupun antara pelaku usaha besar dan pelaku umkm. “Saat ini masih terbatas UMKM yang kami fasilitasi untuk dikerjasamakan, tetapi setidaknya ini mejadi langkah awal dalam membangun sistem kemitraan. Ke depan akan diupayakan untuk diperluas, sehingga akan memberikan dampak multiplayer efek bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dia juga berharap, program kegiatan yang berkaitan dengan investasi di Kabupaten Minsel akan lebih baik kedepan. “Tentunya dengan ini investasi di Minsel akan lebih terarah, terencana dan tepat sasaran berdasarkan regulasi pusat dan daerah. Sehingga akan mampu mengubah tatanan berusaha di Minsel,” pungkasnya sembari mengatakan, untuk UMKM yang telah menandatangani Perjanjian Kerja bersama PMA/PMDN langsung dibuatkan nomor induk berusaha (NIB) sebagai bentuk terobosan Bupati FDW dalam rangka mendorong UMKM di Minsel. (Rangga) 

 

 

MANADOPOST.ID — Terobosan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dalam mendorong investasi dan usaha terus dilakukan. Baru-baru ini, lewat Sosialisasi Kemitraan Berusaha yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minsel, Pemkab Minsel mendorong terwujudnya kerja sama strategis antara usaha besar serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Selasa (25/5).

Bupati Minsel Franky Donny Wongkar (FDW) didampingi Wakil Bupati Petra Yani Rembang (PYR) mengungkapkan, di masa pandemi covid-19 saat ini, perekonomian global masih menghadapi situasi yang belum kondusif, antara lain tercermin dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan perkembangan lalu lintas perdagangan dunia yang masih belum menunjukkan perbaikan. Menghadapi situasi tersebut, pemerintah daerah berupaya untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik, antara lain dengan mendorong masyarakat melakukan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan suatu produk atau industri untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

“Dalam kaitan itu, sektor UMKM akan memegang peranan yang krusial, sehingga pemerintah berupaya untuk memajukan UMKM yang mempunyai ketahanan yang baik dari imbas krisis global, salah satu strategi utamanya adalah pengembangan kemitraan. Pemberdayaan UMKM perlu diselenggarakan secara menyeluruh, optimal, dan berkesinambungan melalui pengembangan iklim yang kondusif, pemberian kesempaan berusaha, dukungan, perlindungan, dan pengembangan usaha yang seluas-luasnya, sehingga mampu meningkatkan kedudukan, peran, dan potensi umkm dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan,” jelas FDW.

Guna membantu percepatan tersebut, Bupati FDW melaksanakan penandatangan nota kesepahaman antara pemerintah daerah dengan beberapa pelaku usaha dalam rangka kerjasama kemitraan untuk pembinaan dalam kegiatan distribusi hasil usaha mikro kecil dan menengah (umkm). “Saya menaruh harapan besar melalui kerja sama ini, UMKM yang di Minsel dapat terbantu dalam mendistribusikan dan memasarkan hasil-hasil produksinya. Sehingga mereka mampu bertahan bahkan meraih peluang peningkatan ekonomi di era pandemi ini,” pungkas Bupati FDW.

Dalam kesempatan tersebut, dihadiri beberapa pelaku usaha yang telah berinvestasi di Kabupaten Minsel. Seperti PT. Cargill Indonesia, PT. Tropica Coco Prima, PT. Sasa Inti Indonesia, PT. Indomarco Prismatama dan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk serta para pimpinan pelaku usaha lainnya.

Terpisah, Kepala DPMPTSP Minsel Ronald Paath mengakatan, dengan kegiatan sosialisasi kemitraan usaha tersebut, akan segera terjalin perjanjian kerjasama, baik antara pemerintah dan pelaku usaha besar, maupun antara pelaku usaha besar dan pelaku umkm. “Saat ini masih terbatas UMKM yang kami fasilitasi untuk dikerjasamakan, tetapi setidaknya ini mejadi langkah awal dalam membangun sistem kemitraan. Ke depan akan diupayakan untuk diperluas, sehingga akan memberikan dampak multiplayer efek bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dia juga berharap, program kegiatan yang berkaitan dengan investasi di Kabupaten Minsel akan lebih baik kedepan. “Tentunya dengan ini investasi di Minsel akan lebih terarah, terencana dan tepat sasaran berdasarkan regulasi pusat dan daerah. Sehingga akan mampu mengubah tatanan berusaha di Minsel,” pungkasnya sembari mengatakan, untuk UMKM yang telah menandatangani Perjanjian Kerja bersama PMA/PMDN langsung dibuatkan nomor induk berusaha (NIB) sebagai bentuk terobosan Bupati FDW dalam rangka mendorong UMKM di Minsel. (Rangga) 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/