alexametrics
25.4 C
Manado
Rabu, 25 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sudah Delapan Warga Terpapar DBD

MANADOPOST.ID—Disibukkan dengan penanganan Covid-19, di awal tahun 2021, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menyerang sejumlah wilayah di Minsel.

Terdata di Dinas Kesehatan Minsel, Januari ini sudah delapan kasus positif DBD. Dibeberkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Yunike Panambunan, delapan kasus DBD tersebut tersebar di beberapa wilayah di Minsel.

“Di Januari ini delapan kasus sudah terkonfirmasi di Minsel. Tersebar di Desa Motoling, Desa Modoinding, Desa Ongkaw dan Kelurahan Buyungon,” ungkapnya saat diwawancarai Manado Post, Selasa (26/1).

Ditambahkannya, untuk fogging, harus ada beberapa unsur dipenuhi. “Jika sudah di atas 10 kasus dan disertai suspect, kemudian ditemukan jentik, bisa kita fogging,” tambahnya.
Panambunan juga membeberkan, setiap tahunnya Dinkes melakukan evaluasi perihal fogging.

“Setiap tahun kita lakukan evaluasi. Minsel paling tinggi kasus DBD, tapi paling banyak juga bikin kegiatan fogging. Berarti selama ini kegiatan fogging percuma. Jadi tidak tepat kalau masyarakat tidak berupaya melakukan pencegahan terlehih dahulu,” jelasnya.

Untuk itu dia berharap, masyarakat menerapkan 3M, menguras, menutup dan mengubur. “Jadi lebih tepat itu 3M dilaksanakan baik-baik oleh masyarakat. Jadi kalau masyarakat tahu menjaga supaya tidak ada tempat pembiakan nyamuk, tidak akan nyamuk Demam Berdarah. Apalagi cuaca saat ini hujan-hujan kemudian kesadaran masyarakat buang sampah sembarangan dan tidak ada upaya pelaksanaan 3M maka fogging dari Dinkes akan sia-sia. Jadi harus ada upaya di desa-desa untuk ada upaya sadar 3M, kemudian promosi kesehatan dari Puskesmas di wilayah,” pungkasnya.

Terpisah, Hukum Tua Desa Motoling Satu Donald Manese mengkonfirmasi, di desanya ada dua warga yang terjangkit DB.

“Ada dua kasus DB di sini, keduanya anak-anak di bawah 10 tahun dan sementara perawatan. Nantinya dengan adanya kasus ini, kita akan lakukan pembersihan di desa dan menerapkan baik-baik 3M. Harapan kami supaya tidak ada lagi kasus DBD di desa,” pungkasnya.(rgm/gel)

MANADOPOST.ID—Disibukkan dengan penanganan Covid-19, di awal tahun 2021, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menyerang sejumlah wilayah di Minsel.

Terdata di Dinas Kesehatan Minsel, Januari ini sudah delapan kasus positif DBD. Dibeberkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Yunike Panambunan, delapan kasus DBD tersebut tersebar di beberapa wilayah di Minsel.

“Di Januari ini delapan kasus sudah terkonfirmasi di Minsel. Tersebar di Desa Motoling, Desa Modoinding, Desa Ongkaw dan Kelurahan Buyungon,” ungkapnya saat diwawancarai Manado Post, Selasa (26/1).

Ditambahkannya, untuk fogging, harus ada beberapa unsur dipenuhi. “Jika sudah di atas 10 kasus dan disertai suspect, kemudian ditemukan jentik, bisa kita fogging,” tambahnya.
Panambunan juga membeberkan, setiap tahunnya Dinkes melakukan evaluasi perihal fogging.

“Setiap tahun kita lakukan evaluasi. Minsel paling tinggi kasus DBD, tapi paling banyak juga bikin kegiatan fogging. Berarti selama ini kegiatan fogging percuma. Jadi tidak tepat kalau masyarakat tidak berupaya melakukan pencegahan terlehih dahulu,” jelasnya.

Untuk itu dia berharap, masyarakat menerapkan 3M, menguras, menutup dan mengubur. “Jadi lebih tepat itu 3M dilaksanakan baik-baik oleh masyarakat. Jadi kalau masyarakat tahu menjaga supaya tidak ada tempat pembiakan nyamuk, tidak akan nyamuk Demam Berdarah. Apalagi cuaca saat ini hujan-hujan kemudian kesadaran masyarakat buang sampah sembarangan dan tidak ada upaya pelaksanaan 3M maka fogging dari Dinkes akan sia-sia. Jadi harus ada upaya di desa-desa untuk ada upaya sadar 3M, kemudian promosi kesehatan dari Puskesmas di wilayah,” pungkasnya.

Terpisah, Hukum Tua Desa Motoling Satu Donald Manese mengkonfirmasi, di desanya ada dua warga yang terjangkit DB.

“Ada dua kasus DB di sini, keduanya anak-anak di bawah 10 tahun dan sementara perawatan. Nantinya dengan adanya kasus ini, kita akan lakukan pembersihan di desa dan menerapkan baik-baik 3M. Harapan kami supaya tidak ada lagi kasus DBD di desa,” pungkasnya.(rgm/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/