24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

RML Usul Lanjutkan Blue Print RR Tumpaan-Kapitu

MANADOPOST.ID–Pasca amblash-nya Jalan dan Jembatan di kawasan Boulevard Amurang yang menghubungkan Kelurahan Bitung dan Uwuran, Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), kini terus dibanjiri perhatian para masyarakat dan stakeholder.

Termasuk Mantan Bupati Pertama Periode 2003-2010 Ramoy Markus Luntungan (RML) yang mengusulkan untuk segera dibangun ruas jalan lainnya untuk pemulihan ekonomi dan mempermudah transportasi di jalur Amurang.
Ia pun mengusulkan agar jalur Ring Road (RR) Tumpaan – Kapitu segera direalisasikan.

“Sambil pembenahan Amurang Boulevard, segera di tindak lanjuti usul RML sejak memimpin lalu, yaitu jalan ring road Tumpaan-Kapitu ( Jalan Atas 7-9 km),” kata RML.

Ia pun menguraikan bahwa pembangunan jalan tersebut sudah dipresentasikan di Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) kala ia menjabat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kami sudah presentasikan di Menteri PU, cq Kantor PU Jalan Patimura Jakarta dan sudah di setujui bahkan sudah ada blue print dan dana ADB ketika itu,” terang RML.

Ia mengungkapkan bahwa ruas jalan yang diusulkan untuk pengembangan kota Amurang Atas layaknya Kota Balikpapan. Sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan di sektor ekonomi berbagai wilayah di Sulawesi Utara. Namun usulan ini, urung diwujudkan oleh kepemimpinan sesudahnya dan berharap di masa kepemimpinanan yang sekarang dapat mewujudkanya hal tersebut.

“Jadi pengembangan Kota Amurang Atas seperti Kota Balikpapan Baru. Banyak multiflayer efek dan berdampak positif serta menghindari kemacetan Amurang sebagai jalur trans Manado, Bolaang Mongondow, Gorontalo, Palu dan Makasar. “Selain pelabuhan Ferry Amurang-Balikpapan untuk kelancaran komiditas dan ekonomi Minsel, Motoling dan Modoinding bahkan di Bolaang Mongondow,” katanya.

Namun demikian, ia pun tak memungkiri akan hadirnya pembangunan Jalan Tol Manado Amurang melalui Jalur Tondano-Tomohon yang sementara dirintis pemerintah saat ini juga akan meminimalisir dampak kemacetan di jalur Trans Sulawesi. Meski dengan mekanisme yang berbeda.

“Memang benar bahwa nantinya akan ada Jalan Toll (jalan bebas hambatan) Manado – Amurang via Tondano – Tomohon – Kawangkoan yang konon sementara diperjuangkan oleh Pak Gubernur OD ke Pemerintah Pusat. Dan dengar-dengar sudah ada lampu hijau dari Bappenas tentang usulan tersebut. Itu juga adalah salah satu solusi upaya mengatasi kepadatan lalulintas di pusat kota jalan Trans Sulawesi. Tetapi jalan Toll itu kan harus bayar, jika menggunakan fasilitas itu. Nah solusi lain adalah dibangunnya Jalan Lingkar Amurang – Kapitu sebagaimana cara mengatasi kemacetan dalam Kota Manado, maka dibut Jalan Lingkar Manado (Ring – Road) I Winangun – Maumbi (Interchange), Maumbi – Kairagi Ring Toad II dan Malalayang – Winangun tahap III,” tutup Luntungan. (des)

MANADOPOST.ID–Pasca amblash-nya Jalan dan Jembatan di kawasan Boulevard Amurang yang menghubungkan Kelurahan Bitung dan Uwuran, Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), kini terus dibanjiri perhatian para masyarakat dan stakeholder.

Termasuk Mantan Bupati Pertama Periode 2003-2010 Ramoy Markus Luntungan (RML) yang mengusulkan untuk segera dibangun ruas jalan lainnya untuk pemulihan ekonomi dan mempermudah transportasi di jalur Amurang.
Ia pun mengusulkan agar jalur Ring Road (RR) Tumpaan – Kapitu segera direalisasikan.

“Sambil pembenahan Amurang Boulevard, segera di tindak lanjuti usul RML sejak memimpin lalu, yaitu jalan ring road Tumpaan-Kapitu ( Jalan Atas 7-9 km),” kata RML.

Ia pun menguraikan bahwa pembangunan jalan tersebut sudah dipresentasikan di Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) kala ia menjabat.

“Kami sudah presentasikan di Menteri PU, cq Kantor PU Jalan Patimura Jakarta dan sudah di setujui bahkan sudah ada blue print dan dana ADB ketika itu,” terang RML.

Ia mengungkapkan bahwa ruas jalan yang diusulkan untuk pengembangan kota Amurang Atas layaknya Kota Balikpapan. Sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan di sektor ekonomi berbagai wilayah di Sulawesi Utara. Namun usulan ini, urung diwujudkan oleh kepemimpinan sesudahnya dan berharap di masa kepemimpinanan yang sekarang dapat mewujudkanya hal tersebut.

“Jadi pengembangan Kota Amurang Atas seperti Kota Balikpapan Baru. Banyak multiflayer efek dan berdampak positif serta menghindari kemacetan Amurang sebagai jalur trans Manado, Bolaang Mongondow, Gorontalo, Palu dan Makasar. “Selain pelabuhan Ferry Amurang-Balikpapan untuk kelancaran komiditas dan ekonomi Minsel, Motoling dan Modoinding bahkan di Bolaang Mongondow,” katanya.

Namun demikian, ia pun tak memungkiri akan hadirnya pembangunan Jalan Tol Manado Amurang melalui Jalur Tondano-Tomohon yang sementara dirintis pemerintah saat ini juga akan meminimalisir dampak kemacetan di jalur Trans Sulawesi. Meski dengan mekanisme yang berbeda.

“Memang benar bahwa nantinya akan ada Jalan Toll (jalan bebas hambatan) Manado – Amurang via Tondano – Tomohon – Kawangkoan yang konon sementara diperjuangkan oleh Pak Gubernur OD ke Pemerintah Pusat. Dan dengar-dengar sudah ada lampu hijau dari Bappenas tentang usulan tersebut. Itu juga adalah salah satu solusi upaya mengatasi kepadatan lalulintas di pusat kota jalan Trans Sulawesi. Tetapi jalan Toll itu kan harus bayar, jika menggunakan fasilitas itu. Nah solusi lain adalah dibangunnya Jalan Lingkar Amurang – Kapitu sebagaimana cara mengatasi kemacetan dalam Kota Manado, maka dibut Jalan Lingkar Manado (Ring – Road) I Winangun – Maumbi (Interchange), Maumbi – Kairagi Ring Toad II dan Malalayang – Winangun tahap III,” tutup Luntungan. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/