31C
Manado
Minggu, 7 Maret 2021

Nelayan dan Kapal Dilarang Melaut

MANADOPOST.ID—Cuaca ekstrem beberapa pekan ini melanda Kabupaten Minsel. Membuat masyarakat yang sering beraktivitas di laut lebih waspada. Diimbau Kepala Syahbandar Pelabuhan Amurang Rachman Rani, pihaknya telah melakukan imbauan kepada masyarakat untuk sementara tidak melaut.

“Syahbandar saat melakukan imbauan kepada nelayan dan kapal yang akan meninggalkan Pelabuhan Amurang. Kita panggil nahkoda kapal, kapten-kapten pajeko sekalian pemiliknya, kita cek kesiapan mereka melaut. Karena melihat situasi cuaca tidak menentu. Sambil kita terus memperhatikan info BMKG,” katanya saat diwawancarai Manado Post di Pelabuhan Amurang, Kamis (28/1).

Ditambahkannya, kondisi laut tidak menentu. Paling sering berombak dan angin kencang. “Jadi kita imbau nelayan dan kapal-kapal penumpang berhati-hati. Kalau bisa jangan dulu melaut. Nanti kita akan patroli bersama Porair untuk lakukan pengawasan,” tegasnya.

Terpisah, Kasat Polair Polres Minsel Iptu Stenly Sarempa menambahkan, Polair setiap sehari berpatroli memantau masyarakat yang melaut. Sembari mengimbau segera kembali ketika cuaca sudah mulai ekstrem.

“Upaya Polair pada intinya memberikan imbauan kepada nelayan dan kapal yang melaut. Namun kalau memang imbauan tidak dilaksanakan, kami akan menggunakan kewenangan kami sebagai polisi perairan mengamankan laut dengan menindak tegas supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dirinya mengharapkan, kejadian akhir Desember 2020 lalu tentang hilangnya warga di rakit, tidak terulang lagi.

“Karena memang beberapa waktu yang lalu sempat ada kejadian masyarakat yang ada di rakit dihempas gelombang sehingga hilang. Jadi untuk meminimalisir kejadian seperti itu agar tidak terjadi lagi kita tekankan agar supaya jangan dulu melaut untuk keselamatan,” pungkas Sarempa.(rgm/gel)

Artikel Terbaru