26.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Lansia Desa Pontak Bersyukur Terima BLT, Ini Ungkapan Kumtua Pers

MANADOPOST.ID — Pemerintah Desa Pontak, Kecamatan Ranoyapo terus berupaya membantu masyarakatnya yang terdampak Pandemi Covid-19. Salah satunya dengan upaya pemulihan ekonomi masyarakat dengan menganggarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (Dandes).

Namun berbeda dengan desa lain, BLT Dandes diberikan kepada 112 Keluarga Penerma Manfaat (KPM) dan yang menjadi prioritas adalah para warganya yang lanjut usia (lansia). Dikatakan Hukum Tua Desa Pontak Pers Rawung, dalam pelaksanaan musyawarah desa, terungkap banyak Lansia yang layak menerima bantuan karena belum pernah menerima sedikitpun sentuhan program pemerintah lainnya.

“Dalam musdes ditetapkan 112 KPM dan paling banyak para lansia. Kasihan mereka sudah sangat terhimpit karena pandemi Covid-19 namun belum tersentuh sama sekali bantuan pemerintah. Untuk itu, kami salurkan BLT Dandes bulan pertama ini yang kiranya dapat membantu pemulihan ekonomi para lansia,” ungkapnya saat diwawancarai usai penyerahan BLT di BPU Desa Pontak, Senin (28/6).

Untuk bagi penerima BLT, Rawung berharap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. “Jangan ketika diberikan hanya digunakan untuk beli rokok atau sebagainya, tapi digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bisa manfaatkan dana tersebut untuk membeli bibit ataupun pupuk untuk bercocok tanam manfaatkan lahan tidur,” harapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ucap syukur juga dikalimatkan salah satu lansia penerima BLT Dandes bernama Oma Ana Najoan. Dia mengutarakan selama ini dirinya sejak pandemi belum pernah tersentuh bantuan apapun. “Jadi bersyukur sekali ketika keluarga mendapatkan BLT dari hukum tua. Dengan uang ini rencananya mau dibelikan beras dan kebutuhan lain karena memang sekarang susah dan takut mau keluar berjualan karena kata orang pandemi covid-19 sekarang ada kenaikan kasus,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Ranoyapo Eko Sutarman mengingatkan agar KPM memanfaatkan dana BLT sebaik mungkin dan jangan untuk membeli minuman keras. “Apalagi di Minsel terkenal dengan Ca Tikus, jadi mari kita jaga Kamtibmas dengan tidak memanfaatkan BLT ini dengan membeli miras,” tukasnya.(rgm) 

 

MANADOPOST.ID — Pemerintah Desa Pontak, Kecamatan Ranoyapo terus berupaya membantu masyarakatnya yang terdampak Pandemi Covid-19. Salah satunya dengan upaya pemulihan ekonomi masyarakat dengan menganggarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (Dandes).

Namun berbeda dengan desa lain, BLT Dandes diberikan kepada 112 Keluarga Penerma Manfaat (KPM) dan yang menjadi prioritas adalah para warganya yang lanjut usia (lansia). Dikatakan Hukum Tua Desa Pontak Pers Rawung, dalam pelaksanaan musyawarah desa, terungkap banyak Lansia yang layak menerima bantuan karena belum pernah menerima sedikitpun sentuhan program pemerintah lainnya.

“Dalam musdes ditetapkan 112 KPM dan paling banyak para lansia. Kasihan mereka sudah sangat terhimpit karena pandemi Covid-19 namun belum tersentuh sama sekali bantuan pemerintah. Untuk itu, kami salurkan BLT Dandes bulan pertama ini yang kiranya dapat membantu pemulihan ekonomi para lansia,” ungkapnya saat diwawancarai usai penyerahan BLT di BPU Desa Pontak, Senin (28/6).

Untuk bagi penerima BLT, Rawung berharap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. “Jangan ketika diberikan hanya digunakan untuk beli rokok atau sebagainya, tapi digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bisa manfaatkan dana tersebut untuk membeli bibit ataupun pupuk untuk bercocok tanam manfaatkan lahan tidur,” harapnya.

Ucap syukur juga dikalimatkan salah satu lansia penerima BLT Dandes bernama Oma Ana Najoan. Dia mengutarakan selama ini dirinya sejak pandemi belum pernah tersentuh bantuan apapun. “Jadi bersyukur sekali ketika keluarga mendapatkan BLT dari hukum tua. Dengan uang ini rencananya mau dibelikan beras dan kebutuhan lain karena memang sekarang susah dan takut mau keluar berjualan karena kata orang pandemi covid-19 sekarang ada kenaikan kasus,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Ranoyapo Eko Sutarman mengingatkan agar KPM memanfaatkan dana BLT sebaik mungkin dan jangan untuk membeli minuman keras. “Apalagi di Minsel terkenal dengan Ca Tikus, jadi mari kita jaga Kamtibmas dengan tidak memanfaatkan BLT ini dengan membeli miras,” tukasnya.(rgm) 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/