alexametrics
25.4 C
Manado
Jumat, 22 Oktober 2021
spot_img

Beasiswa 1.099 Mahasiswa Minsel ‘Embang’, Badan Keuangan Tutup Mulut

MANADOPOST.ID—Beasiswa untuk 1.099 mahasiswa di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dipastikan ‘embang’. Pasalnya anggaran untuk beasiswa telah digeser, guna penanganan dan pencegahan Covid-19 di Minsel.

Hal tersebut dibeberkan Anggota DPRD Kabupaten Minsel Jaclyn Koloay, Selasa (28/7) kemarin. Jaclyn juga menyesalkan akan digesernya bantuan beasiswa Cita Emaan Pande (CEP) bagi 1.099 mahasiswa.

“Dana itu digeser ke penanganan Covid-19. Dan saya sebagai anggota DPRD Minsel tidak setuju anggaran beasiswa CEP digeser. Karena sekarang dengan bencana non alam yaitu pandemi Covid-19, akan sangat membantu 1.099 mahasiswa untuk menyelesaikan kuliah,” ungkapnya dengan nada kesal.

Anggota DPRD dari Partai Perindo tersebut juga berharap ada solusi dan jalan keluar sehingga 1.099 mahasiswa bisa menerima hak mereka.

“Saya tentu berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel dapat menyelesaikan hal ini. Setidaknya ada solusi yang terbaik. Karena nama-nama mereka sudah tertata dalam Peraturan kepala daerah (Perkada) tentang APBD 2020,” sebut Aleg yang terkenal vokal tersebut.

Jaclyn menuturkan, masalah dan ketidaksukaan tersebut telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Keuangan Minsel. Namun ungkapnya belum ada solusi yang disodorkan.

“Ya menurut mereka, sudah begitu, karena butuh dana untuk Covid-19. Kan kasihan mahasiswa sudah mengurus berkas, dengan mengorbankan tenaga waktu dan uang dan akhirnya tidak menerima beasiswa CEP. Saya kira ini perlu diketahui, agar secepatnya bisa dipikirkan bagaimana bantuan beasiswa ini bisa kembali jalan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu (CEP) belum bisa menjawab pertanyaan koran ini terkait nasib 1.099 mahasiswa yang tidak lagi menerima bantuan beasiswa.

Begitu juga dengan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Minsel, Melky Manus, yang belum bisa menjawab telepon dengan nomor 081340494xxx saat upaya konfirmasi akan dilakukan, Selasa (28/7) kemarin, sekira pukul 14.45 Wita.

Di sisi lain, mahasiswa Minsel, Marcelino Stall, yang juga merupakan mahasiswa tingkat akhir menyesalkan digesernya dana bantuan beasiswa tersebut.

“Apakah ketika digeser Covid-19 sudah selesai di Minsel? Yang berpotensi selesai itu adalah karir pendidikan mahasiswa di Minsel. Banyak yang putus sekolah akibat biaya. Lantas kenapa di refocusing? Apakah infrastruktur dan bantuan sosial lebih penting dari pendidikan? Mo dibawa kemana Minsel jika pendidikan dan SDM lemah,” sesalnya.

Marcelino juga berharap, Pemkab Minsel lebih peka terhadap sektor pendidikan di daerah. “Universitas di Minsel tidak ada, anggaran digeser, apa lagi yang akan dilakukan? Saya sebagai mahasiswa tentu menyesali adanya refocusing bagi bantuan beasiswa. Harusnya sektor pendidikan di universitas itu didorong. Agar Minsel memiliki kader-kader masyarakat yang matang dan bisa membangun daerah. Saya harap pemerintah membaca ini,” kuncinya. (ewa/gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru