27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Minsel Berduka, Oma Tertua di Motoling Meninggal Dunia di Usia 101 Tahun

 

MANADOPOST.ID — Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berduka, khususnya dirasakan masyarakat di Kecamatan Motoling. Oma tertua di Motoling bernama Sabrina Ratulaki yang biasa dipanggil Oma Bin, meninggal dunia di usia ke 101 tahun, tujuh bulan, delapan hari.

Diketahui Oma Bin menjadi panutan masyarakat Kecamatan Motoling karena merupakan warga yang paling tua di kecamatan tersebut. Ratapan duka pun terpantau dari masyarakat yang mendatangi rumah duka yang berada di Desa Motoling, tepatnya di dekat kantor desa.

Salah satu keluarga Oma Bin, bernama Meidy Tambuwun mengungkapkan, beberapa hari sebelum berpulang, kesehatannya sempat menurun. “Padahal beberapa bulan lalu masih terlihat sehat, tapi memang sempat drop kesehatannya beberapa hari sebelum berpulang,” katanya saat diwawancarai Manado Post, Jumat (29/4) sekira pukul 22.15 wita di kediamannya yang hanya berjarak lima meter dari rumah duka.

Almarhuma yang disemayamkan di rumah duka di Desa Motoling.
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Tambuwun yang juga merupakan mantan hukum tua Desa Motoling itu pun mengenang momen ketika Oma Bin genap berumur Satu Abad. “Saat itu saya masih menjadi hukum tua definitf di sini, saat itu HUT Oma Bin ke 100 tahun kami gelar meriah di balai desa. Saat itu, dia (Oma Bin) karena suhu cukup dingin, menggenakan syal merah. Oma Bin bilang dia sangat senang karena Tuhan beri dia umur panjang. Ribuan orang Motoling turut hadir memeriahkan HUTnya, karena saat itu belum ada corona,” kenang Tambuwun.

Untuk itu dia pun selaku keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah desa bersama masyarakat yang Motoling yang turut membantu keluarga Pinontoan-Ratulaki pada setiap ibadah penghiburan Oma Sabrina Ratulaki. “Terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah desa Motoling raya yang sudah membawa jenasah dari Oma kami yang kami kasihi. Kiranya Tuhan selalu memberkati,” pungkasnya.

 

(Rangga Mangowal)

 

 

MANADOPOST.ID — Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berduka, khususnya dirasakan masyarakat di Kecamatan Motoling. Oma tertua di Motoling bernama Sabrina Ratulaki yang biasa dipanggil Oma Bin, meninggal dunia di usia ke 101 tahun, tujuh bulan, delapan hari.

Diketahui Oma Bin menjadi panutan masyarakat Kecamatan Motoling karena merupakan warga yang paling tua di kecamatan tersebut. Ratapan duka pun terpantau dari masyarakat yang mendatangi rumah duka yang berada di Desa Motoling, tepatnya di dekat kantor desa.

Salah satu keluarga Oma Bin, bernama Meidy Tambuwun mengungkapkan, beberapa hari sebelum berpulang, kesehatannya sempat menurun. “Padahal beberapa bulan lalu masih terlihat sehat, tapi memang sempat drop kesehatannya beberapa hari sebelum berpulang,” katanya saat diwawancarai Manado Post, Jumat (29/4) sekira pukul 22.15 wita di kediamannya yang hanya berjarak lima meter dari rumah duka.

Almarhuma yang disemayamkan di rumah duka di Desa Motoling.

Tambuwun yang juga merupakan mantan hukum tua Desa Motoling itu pun mengenang momen ketika Oma Bin genap berumur Satu Abad. “Saat itu saya masih menjadi hukum tua definitf di sini, saat itu HUT Oma Bin ke 100 tahun kami gelar meriah di balai desa. Saat itu, dia (Oma Bin) karena suhu cukup dingin, menggenakan syal merah. Oma Bin bilang dia sangat senang karena Tuhan beri dia umur panjang. Ribuan orang Motoling turut hadir memeriahkan HUTnya, karena saat itu belum ada corona,” kenang Tambuwun.

Untuk itu dia pun selaku keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah desa bersama masyarakat yang Motoling yang turut membantu keluarga Pinontoan-Ratulaki pada setiap ibadah penghiburan Oma Sabrina Ratulaki. “Terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah desa Motoling raya yang sudah membawa jenasah dari Oma kami yang kami kasihi. Kiranya Tuhan selalu memberkati,” pungkasnya.

 

(Rangga Mangowal)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/