29C
Manado
Minggu, 7 Maret 2021

Darah Tinggi, Sumendap-Lalandos Batal Divaksin

MANADOPOST.ID—Bupati James Sumendap batal menerima vaksin Covid-19. Pasalnya dalam tahapan skrining di RSUD Mitra, Senin (1/2) kemarin, tekanan darah Sumendap tinggi.

Ini dibenarkan Sumendap. Menurutnya JS sapaan akrabnya, dari hasil konsultasi dengan dokter pribadinya, masalah kesehatan hipertensi memang tidak disarankan untuk mendapat vaksin. “Setelah diukur tekanan darah dalam skirining di atas 150,” terang bupati.

Dia menyampaikan, jika dia ternyata belum bisa menerima vaksin. Jadi justru bagi mereka yang divaksin, akan sangat beruntung karena memberikan kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

“Mudah-mudahan satu atau dua hari ke depan sudah bisa. Sebab selain untuk kekebalan tubuh, orang yang sudah divaksin akan lebih bebas dan lebih mudah melakukan perjalanan keluar daerah,” kata Bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD Minahasa Tenggara (Mitra), Marty Ole menjadi orang pertama menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovak di Mitra karena lolos pemeriksaan kesehatan. Meskipun terlihat gugup, Ole mencoba tenang saat menerima suntikan yang dilakukan salah satu dr Primo Memah SpPD.

“Jangan takut untuk divaksin karena aman. Yang penting kondisi tubuh kita harus normal dan sampai sejauh ini setelah beberapa saat divaksin saya merasa aman seperti biasa,” ungkap Ole.

Terpisah, dr Primo Memah mengungkapkan, setiap calon penerima Vaksin harus diskrining untuk memastikan yang bersangkutan memenuhi syarat. “Ada ketentuannya. Contoh mereka yang memiliki hipertensi dengan tekanan darah di atas 140 belum bisa. Atau penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, vaksinasi tidak diberikan,” terangnya.

Diketahui, selain Bupati James Sumendap, Kapolres Mitra Rudi Hartono, Wakil Bupati Jesaja Legi juga gagal divaksin karena memiliki riwayat diabetes. Sedangkan Sekkab David Lalandos dan Wakil Ketua DPRD Tonny Lasut tidak bisa menerima vaksin karena hipertensi.(ctr-05/gel)

Artikel Terbaru