alexametrics
32.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Nasib Alfamart Indomaret ‘Tamat’

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kabupeten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), mengambil langkah tegas dengan menutup dua gerai Indomart dan Alfamart yang berada di Plaza Ratahan, Jumat (5/6) kemarin. Upaya itu dilakukan lantaran kedua retail belum melengkapi izin.

Penutupan tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Disperindagkop UKM dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Mitra.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Hans Mokat mengatakan, terkait dengan ditutup pengoperasian dua retail Alfamart dan Indomaret yang belum dua bulan beroperasi didaerah ini, dikarenakan belum memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kedua retail rekomendasi kagiatan usaha dari Pemkab Mitra dan belum melengkapi pengurusan IMB. Jadi kita melakukan tindakan tegas untuk melakukan penutupan sementara,” tegas Mokat.

Lanjutnya, pihaknya sudah memberikan kesempatan untuk para pelaku usaha, tapi dengan kesepakatan melengkapi semua dokumen.

“Penutupan izin usaha ini bisa dicabut jika sudah melengkapi berkas perizinan. Kami menunggu pihak pengelola Indomaret dan Alfamart untuk menyelesaikan segala dokumennya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perusahaan Daerah (PD) Pasar Dirk Tolu mengatakan, memang ada kekeliruan dalam masalah operasional perizinan. “Memang ada masalah terkait perizinan, namun sementara ini dilakukan proses pengurusan. Bila nantinya sudah selesai masalah izin, bisa dibuka kembali,” terang Tolu.

Beberapa pihak mempertanyakan, mengapa dengan belumnya mengantongi izin jelas, namun sudah dibuka secara resmi operasionalnya.

“Memang selaku pemegang kewenangan di wilayah pasar, kita hanya memberikan rekomendasi saja. Karena saya pikir masalah perizinan sudah beres, ternyata belum lengkap kepengurusannya,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengarahkan langsung agar pengelola Alfamart bisa cepat menyelesaikan masalah perizinan bersama dinas terkait yang menangani.

“Sudah diarahkan kepada dinas terkait, untuk dilakukan pemberesan masalah perijinan. Karena sebelumnya saya juga tidak memeriksa kembali terkait perizinan. Dan langsung mengeluarkan rekomendasi operasional. Dalam hal ini, memang ada kecolongan juga dari pihak kami yang kurang teliti. Namun sebisa mungkin bersama dinas terkait akan di perbaiki,” tandasnya.(ctr-05/ewa)

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kabupeten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), mengambil langkah tegas dengan menutup dua gerai Indomart dan Alfamart yang berada di Plaza Ratahan, Jumat (5/6) kemarin. Upaya itu dilakukan lantaran kedua retail belum melengkapi izin.

Penutupan tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Disperindagkop UKM dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Mitra.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Hans Mokat mengatakan, terkait dengan ditutup pengoperasian dua retail Alfamart dan Indomaret yang belum dua bulan beroperasi didaerah ini, dikarenakan belum memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kedua retail rekomendasi kagiatan usaha dari Pemkab Mitra dan belum melengkapi pengurusan IMB. Jadi kita melakukan tindakan tegas untuk melakukan penutupan sementara,” tegas Mokat.

Lanjutnya, pihaknya sudah memberikan kesempatan untuk para pelaku usaha, tapi dengan kesepakatan melengkapi semua dokumen.

“Penutupan izin usaha ini bisa dicabut jika sudah melengkapi berkas perizinan. Kami menunggu pihak pengelola Indomaret dan Alfamart untuk menyelesaikan segala dokumennya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perusahaan Daerah (PD) Pasar Dirk Tolu mengatakan, memang ada kekeliruan dalam masalah operasional perizinan. “Memang ada masalah terkait perizinan, namun sementara ini dilakukan proses pengurusan. Bila nantinya sudah selesai masalah izin, bisa dibuka kembali,” terang Tolu.

Beberapa pihak mempertanyakan, mengapa dengan belumnya mengantongi izin jelas, namun sudah dibuka secara resmi operasionalnya.

“Memang selaku pemegang kewenangan di wilayah pasar, kita hanya memberikan rekomendasi saja. Karena saya pikir masalah perizinan sudah beres, ternyata belum lengkap kepengurusannya,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengarahkan langsung agar pengelola Alfamart bisa cepat menyelesaikan masalah perizinan bersama dinas terkait yang menangani.

“Sudah diarahkan kepada dinas terkait, untuk dilakukan pemberesan masalah perijinan. Karena sebelumnya saya juga tidak memeriksa kembali terkait perizinan. Dan langsung mengeluarkan rekomendasi operasional. Dalam hal ini, memang ada kecolongan juga dari pihak kami yang kurang teliti. Namun sebisa mungkin bersama dinas terkait akan di perbaiki,” tandasnya.(ctr-05/ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/