25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

JS: Saya Tak Mau Ada Benalu Kotori Mitra

ASN-THL Mitra Kedapatan Keluar Daerah, Kepala SKPD Dicopot

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), mulai bersikap tegas dalam upaya memerangi Covid-19. Berbagai langkah dilakukan Pemkab Mitra untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Bupati Mitra James Sumendap (JS) mewarning keras semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL), untuk tidak keluar daerah alias meninggalkan Kabupaten Mitra.

“Terhitung mulai Senin (hari ini, Red), dari ASN hingga THL dilarang bepergian keluar Mitra apalagi bolak balik kerja, ini kiranya dapat menjadi perhatian demi keamanan kita bersama dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bupati meminta ada keseriusan dan kerja sama dari kepala SKPD demi kenyamanan kerja, untuk itu semua ASN akan diawasi.

- Advertisement -

“Jika kedapatan ASN dan THL tidak mengindahkan intsruksi ini, pertama saya akan mencopot Kepala SKPD tersebut. Kita tidak main-main dalam penanganan Covid-19. Karena itu, semua ASN dan THL harus mengikuti apa yang kita instruksikan,” tuturnya.

Bupati  menamb ahkan, untuk mengawasi ASN dan THL, akan ditambah tenaga relawan di perbatasan. “Jadi sekali lagi ada pengawasan langsung dari Kepala SKPD masing-masing, kondisi saat ini saya tidak mau ada benalu mengotori Mitra yang kita cintai ini, karena ulah ASN dan THL membawa Covid-19. Kepala SKPD harus proaktif akan hal ini. Karena kepala SKPD yang akan lebih dulu mendapatkan sanksi tegas,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, dari hasil evaluasi masih banyak benalu-benalu yang masuk keluar Mitra sehingga Pemkab Mitra tegas dan harus dilaksanakan.

“Saya minta Kepala SKPD seriusi pencegahan Covid-19, mulai Senin (hari ini, Red), membuat laporan setiap SKPD, terkait posisi, tempat apakah ada di kantor, rumah atau tempat kos atau kontrakan. Kita akan data semua keberadaan ASN dan THL. Tentu sanksi disiplin akan kita berikan pada mereka yang tidak menaati aturan yang ada,” kuncinya.(ewa)

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), mulai bersikap tegas dalam upaya memerangi Covid-19. Berbagai langkah dilakukan Pemkab Mitra untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Bupati Mitra James Sumendap (JS) mewarning keras semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL), untuk tidak keluar daerah alias meninggalkan Kabupaten Mitra.

“Terhitung mulai Senin (hari ini, Red), dari ASN hingga THL dilarang bepergian keluar Mitra apalagi bolak balik kerja, ini kiranya dapat menjadi perhatian demi keamanan kita bersama dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bupati meminta ada keseriusan dan kerja sama dari kepala SKPD demi kenyamanan kerja, untuk itu semua ASN akan diawasi.

“Jika kedapatan ASN dan THL tidak mengindahkan intsruksi ini, pertama saya akan mencopot Kepala SKPD tersebut. Kita tidak main-main dalam penanganan Covid-19. Karena itu, semua ASN dan THL harus mengikuti apa yang kita instruksikan,” tuturnya.

Bupati  menamb ahkan, untuk mengawasi ASN dan THL, akan ditambah tenaga relawan di perbatasan. “Jadi sekali lagi ada pengawasan langsung dari Kepala SKPD masing-masing, kondisi saat ini saya tidak mau ada benalu mengotori Mitra yang kita cintai ini, karena ulah ASN dan THL membawa Covid-19. Kepala SKPD harus proaktif akan hal ini. Karena kepala SKPD yang akan lebih dulu mendapatkan sanksi tegas,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, dari hasil evaluasi masih banyak benalu-benalu yang masuk keluar Mitra sehingga Pemkab Mitra tegas dan harus dilaksanakan.

“Saya minta Kepala SKPD seriusi pencegahan Covid-19, mulai Senin (hari ini, Red), membuat laporan setiap SKPD, terkait posisi, tempat apakah ada di kantor, rumah atau tempat kos atau kontrakan. Kita akan data semua keberadaan ASN dan THL. Tentu sanksi disiplin akan kita berikan pada mereka yang tidak menaati aturan yang ada,” kuncinya.(ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/