31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

James Sumendap Ancam Nonaktifkan Lurah, Kumtua, dan Camat, Ada Apa?

MANADOPOST.ID—Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap melakukan rapat koordinasi evaluasi percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Rabu (13/10), kemarin. Bupati menyampaikan pentingnya peran pemerintah kecamatan dan desa dalam program tersebut.

“Hari ini kita evaluasi percepatan vaksinasi, apa-apa saja yang menjadi hambatan, agar segera diperbaiki. Dimana ada sumbatan data dan sebagainya, harus dikolaborasikan bersama camat dan desa,” tegasnya. Target 60 persen capaian vaksin bagi warga harus terwujud. “Camat dan hukum tua serta kepala kelurahan akan saya nonaktifkan jika tak mendukung program ini,” tegas Sumendap.

Dia melanjutkan, sebanyak 34 desa masih berada di zona merah, karena capaian belum 60 persen warga divaksin. “Saya memberi waktu hingga 31 Oktober bagi 34 desa ini. Harus mencapai target yang diberikan seperti desa-desa lainnya,” tambah Sumendap.

Lanjut Bupati Mitra dua periode ini, untuk memaksimalkan vaksinasi di Mitra akan dibentuk tim terpadu dari SKPD.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Di sisi lain, Sekkab David Lalandos menuturkan, kegiatan vaksinasi akan diubah pelaksanaannya. Yakni dimulai setiap pagi dan berakhir pukul 16.00 Wita, serta menyediakan makanan untuk petugas.

“Bagi 34 desa yang masih berada di zona merah belum mencapai 60 persen sampai 31 Oktober mendatang, 40 tim vaksinasi akan turun menggenjot capaian vaksinasi,” ungkapnya.

Lalandos mengajak setiap camat, hukum tua, dan lurah agar berkoordinasi dengan tokoh agama melalui tempat ibadah, baik gereja maupun mesjid. “Saya berharap lewat evaluasi percepatan vaksin, semua wilayah yang berada di zona merah mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Minahasa Tenggara,” tutupnya.(***)

MANADOPOST.ID—Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap melakukan rapat koordinasi evaluasi percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Rabu (13/10), kemarin. Bupati menyampaikan pentingnya peran pemerintah kecamatan dan desa dalam program tersebut.

“Hari ini kita evaluasi percepatan vaksinasi, apa-apa saja yang menjadi hambatan, agar segera diperbaiki. Dimana ada sumbatan data dan sebagainya, harus dikolaborasikan bersama camat dan desa,” tegasnya. Target 60 persen capaian vaksin bagi warga harus terwujud. “Camat dan hukum tua serta kepala kelurahan akan saya nonaktifkan jika tak mendukung program ini,” tegas Sumendap.

Dia melanjutkan, sebanyak 34 desa masih berada di zona merah, karena capaian belum 60 persen warga divaksin. “Saya memberi waktu hingga 31 Oktober bagi 34 desa ini. Harus mencapai target yang diberikan seperti desa-desa lainnya,” tambah Sumendap.

Lanjut Bupati Mitra dua periode ini, untuk memaksimalkan vaksinasi di Mitra akan dibentuk tim terpadu dari SKPD.

Di sisi lain, Sekkab David Lalandos menuturkan, kegiatan vaksinasi akan diubah pelaksanaannya. Yakni dimulai setiap pagi dan berakhir pukul 16.00 Wita, serta menyediakan makanan untuk petugas.

“Bagi 34 desa yang masih berada di zona merah belum mencapai 60 persen sampai 31 Oktober mendatang, 40 tim vaksinasi akan turun menggenjot capaian vaksinasi,” ungkapnya.

Lalandos mengajak setiap camat, hukum tua, dan lurah agar berkoordinasi dengan tokoh agama melalui tempat ibadah, baik gereja maupun mesjid. “Saya berharap lewat evaluasi percepatan vaksin, semua wilayah yang berada di zona merah mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Minahasa Tenggara,” tutupnya.(***)

Most Read

Artikel Terbaru

/