29C
Manado
Sabtu, 6 Maret 2021

Tekan Angka Stunting

MANADOPOST.ID—Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan kasus gangguan gizi pada balita yang berimplikasi terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan yaitu stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Helny Ratuliu melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Gueen Naray SKM mengaku terus berupaya menekan pertumbuhan dan perkembangan abnormal pada balita dengan memberikan makanan tambahan yang bernutrisi dan vitamin.

“Melalui petugas gizi di setiap Puskesmas, kami terus memberikan edukasi nutrisi anak kepada orang-tua, vitamin serta makanan tambahan bergizi lainnya seperti susu dan biskuit,” kata Naray.

Lanjut dikatakan Gueen, potensi terjadinya pertumbuhan dan perkembangan abnormal pada balita kemungkinan bisa terjadi sejak masa remaja khususnya putri, dan pada masa kehamilan. Untuk remaja putri yang rentan mengalami anemia akan berdampak pada risiko memiliki balita stunting di kemudian hari.

Oleh karena itu, melalui petugas gizi di setiap Puskesmas, remaja putri diberikan tablet penambah darah (Fe) agar ketika mereka menikah dan punya anak maka anak-anak mereka tidak mengalami stunting.

Asupan makanan yang dikonsumsi ibu saat hamil pun berpengaruh pada status gizi calon bayi. Bahkan kebiasaan buruk lantaran pengaruh lingkungan, bisa lebih memperparah keadaan usia kehamilan yang berujung terjadinya pertumbuhan dan perkembangan tidak normal pada bayi dan balita.

“Makanya sangat disarankan saat usia kehamilan, makanlah makanan bergizi serta hindarilah kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kandungan. Sehingga bayi bisa lahir sehat dan tumbuh normal. Dimana pertumbuhan balita normal dilihat dengan mengukur tinggi dan berat badan,” kata Naray.

Dengan penanganan yang intensif dari pihak Dinkes, Naray mengaku ada penurunan kasus stunting tahun 2020. Untuk data tahun 2021, diperoleh setiap bulan melalui laporan bulanan dan pengisian data di aplikasi E-PPBGM dari petugas gizi yang tersebar di Puskesmas yang ada di Minahasa Tenggara.

Dirinya meminta para petugas gizi di Minahasa Tenggara yang bertugas di lapangan, proaktif memberikan laporan dan giat mengisi data di E-PPGBM terkait hal tersebut.

“Sebab dengan laporan petugas di lapangan tentunya kita bisa lebih awal mendeteksi kesehatan remaja putri, ibu hamil, serta pertumbuhan balita normal atau sebaliknya. Petugas gizi tetap melakukan pelayanan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” tukasnya.(ctr-05/gel)

Artikel Terbaru