24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

JS Berang Dikritik Legislator, Polres Bakal Klarifikasi

MANADOPOST.ID-Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap (JS), menyayangkan adanya oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mitra yang memberikan tanggapan kritikan ditengah pembentukan tim relawan pemakaman jenasah Covid- 19 Mitra.

Hal tersebut bermula saat munculnya status dari salah satu anggota DPRD Mitra di akun media sosial yang mengkritik langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).

JS sapaan akrabnya, berang dengan kritikan tersebut. Bahkan JS, telah melaporkan pokok masalah kepada Kapolda Sulut Irjen Royke Lumowa, Senin (20/4) kemarin. JS menyampaikan bahwa ada parlemen di dunia yang paling bodoh dan tidak pantas dikatakan anggota dewan terhormat.

“Program tersebut, merupakan instruksi Pemprov Sulut. Karena sudah ada pengalaman yang terjadi belum lama ini, ada jenazah yang dibiarkan, usai ditolak untuk dimakamkan di wilayahnya,” katanya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

JS mengatakan kepada masyarakat, agar tidak terprovokasi dengan hal-hal seperti itu. “Saya harapkan kita sebagai masyarakat tidak terprovokasi dengan hal-hal seperti itu. Dan saya minta semua yang hadir berusahaa mengikuti aturan yang dikeluarkan untuk menghindari agar tidak terpapar virus int” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Mitra AKBP Robby Rahardian mengatakan, sudah ada laporan yang masuk terkait informasi tersebut. “Nantinya kita akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu sesuai dengan aturan. Nanti kami akan mengundang yang bersangkutan atau akan mengunjungi kediamannya. Bila nantinya memang terbukti, bakal ditindak lanjuti dengan UU ITE. Itu yang Bakal dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kuncinya. (ewa)

MANADOPOST.ID-Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap (JS), menyayangkan adanya oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mitra yang memberikan tanggapan kritikan ditengah pembentukan tim relawan pemakaman jenasah Covid- 19 Mitra.

Hal tersebut bermula saat munculnya status dari salah satu anggota DPRD Mitra di akun media sosial yang mengkritik langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).

JS sapaan akrabnya, berang dengan kritikan tersebut. Bahkan JS, telah melaporkan pokok masalah kepada Kapolda Sulut Irjen Royke Lumowa, Senin (20/4) kemarin. JS menyampaikan bahwa ada parlemen di dunia yang paling bodoh dan tidak pantas dikatakan anggota dewan terhormat.

“Program tersebut, merupakan instruksi Pemprov Sulut. Karena sudah ada pengalaman yang terjadi belum lama ini, ada jenazah yang dibiarkan, usai ditolak untuk dimakamkan di wilayahnya,” katanya.

JS mengatakan kepada masyarakat, agar tidak terprovokasi dengan hal-hal seperti itu. “Saya harapkan kita sebagai masyarakat tidak terprovokasi dengan hal-hal seperti itu. Dan saya minta semua yang hadir berusahaa mengikuti aturan yang dikeluarkan untuk menghindari agar tidak terpapar virus int” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Mitra AKBP Robby Rahardian mengatakan, sudah ada laporan yang masuk terkait informasi tersebut. “Nantinya kita akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu sesuai dengan aturan. Nanti kami akan mengundang yang bersangkutan atau akan mengunjungi kediamannya. Bila nantinya memang terbukti, bakal ditindak lanjuti dengan UU ITE. Itu yang Bakal dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kuncinya. (ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/