alexametrics
30.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

ASN di Daerah Ini Dilarang Jalan-jalan, Alasannya…

MANADOPOST.ID— Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mitra melakukan perjalanan ke luar daerah. Karena belakangan ini angka Covid-19 sedang meningkat.

“Semua ASN maupun tenaga kontrak pemkab dilarang keluar dari wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara,” tegas Sekretaris Kabupaten Mitra David Lalandos. Kebijakan ini, katanya, diambil untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19.

“Kami juga mulai membatasi aktivitas ASN di seluruh perkantoran dengan meminta sebagian ASN dan tenaga kontrak agar bekerja dari rumah,” ujarnya, sembari menambahkan, jika ada ASN ataupun tenaga kontrak yang kedapatan masih berdomisili di luar Mitra, akan dikenakan sanksi. “Setiap kepala perangkat daerah wajib untuk mengawasi jajarannya,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Mitra Arnold Mokosolang menuturkan, saat ini terjadi peningkatan status penyebaran, menjadikan Mitra PPKM Level 3.

“Kami dari satgas merekomendasikan untuk membatasi aktivitas para pegawai perkantoran yakni hanya 50 persen,” tukasnya. Posko Satgas Covid-19 di seluruh desa dan kelurahan pun kini dioptimalkan dalam mengawasi pelaku perjalanan dari luar Minahasa Tenggara.

“Dengan adanya peningkatan kasus di Kabupaten Minahasa Tenggara diharapkan kesadaran seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” kata dia. Diketahui kasus aktif warga yang terkonfirmasi positif dirawat dan menjalani isolasi 105 orang.

Secara keseluruhan warga yang terpapar Covid-19 di Mitra berjumlah 1.579 orang, warga dinyatakan sembuh 1.405 orang, dan meninggal dunia 68 orang.(*/gel)

MANADOPOST.ID— Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mitra melakukan perjalanan ke luar daerah. Karena belakangan ini angka Covid-19 sedang meningkat.

“Semua ASN maupun tenaga kontrak pemkab dilarang keluar dari wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara,” tegas Sekretaris Kabupaten Mitra David Lalandos. Kebijakan ini, katanya, diambil untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19.

“Kami juga mulai membatasi aktivitas ASN di seluruh perkantoran dengan meminta sebagian ASN dan tenaga kontrak agar bekerja dari rumah,” ujarnya, sembari menambahkan, jika ada ASN ataupun tenaga kontrak yang kedapatan masih berdomisili di luar Mitra, akan dikenakan sanksi. “Setiap kepala perangkat daerah wajib untuk mengawasi jajarannya,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Mitra Arnold Mokosolang menuturkan, saat ini terjadi peningkatan status penyebaran, menjadikan Mitra PPKM Level 3.

“Kami dari satgas merekomendasikan untuk membatasi aktivitas para pegawai perkantoran yakni hanya 50 persen,” tukasnya. Posko Satgas Covid-19 di seluruh desa dan kelurahan pun kini dioptimalkan dalam mengawasi pelaku perjalanan dari luar Minahasa Tenggara.

“Dengan adanya peningkatan kasus di Kabupaten Minahasa Tenggara diharapkan kesadaran seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” kata dia. Diketahui kasus aktif warga yang terkonfirmasi positif dirawat dan menjalani isolasi 105 orang.

Secara keseluruhan warga yang terpapar Covid-19 di Mitra berjumlah 1.579 orang, warga dinyatakan sembuh 1.405 orang, dan meninggal dunia 68 orang.(*/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/