28.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Puskesmas Ratatotok `Mogok` Kerja

MANADOPOST.ID—Terjadi tindakan kekerasan dan pengancam pada salah satu petugas Puskesmas Ratatotok. Akhirnya berbuntut pada aksi mogok kerja petugas Puskesmas. Hal ini sangat disayangkan, mengingat di tengah masa pandemi Covid-19, tenaga kesehatan garda terdepan dalam percepatan penanganan virus tersebut.

Sebagai garda terdepan, petugas kesehatan menghadapi risiko tertular COVID-19, bahkan tidak sedikit petugas yang turut terpapar penyakit menular tersebut. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) David Lalandos mengatakan, prinsipnya setiap ASN dilindungi dalam tugas mereka, termasuk tenaga kesehatan, apalagi di masa pandemi Covid-19.

“Ini merupakan tindakan pidana murni, walau pun sudah ada upaya damai. Tetapi proses hukum harus tetap jalan,” tegas Lalandos, Kamis (27/8) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mitra, dr Helny Ratuliu mengatakan, ini wujud keprihatinan mereka (tenaga kesehatan,red) atas dugaan kekerasan dan pengancaman yang dialami saat bertugas.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kami tidak membiarkan mereka, bahkan sudah difasilitasi Bapak Bupati untuk tempuh jalur hukum,” ungkap Ratuliu.

Lanjutnya, ke depan nanti tidak ada lagi warga yang menyepelekan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan. “Jadi semua sudah diproses dan diselesaikan. Kami pastikan besok Puskesmas Ratatotok kembali melayani,” pungkasnya.

Dia juga mengharapkan agar ke depan masyarakat dapat memberikan dukungan moril terhadap para tenaga kesehatan. “Saya berharap agar masyarakat dapat memahami bahwa apa yang dilakukan tenaga kesehatan untuk kebaikan dan kepentingan umum,” tutupnya.(ctr-05/gel)

MANADOPOST.ID—Terjadi tindakan kekerasan dan pengancam pada salah satu petugas Puskesmas Ratatotok. Akhirnya berbuntut pada aksi mogok kerja petugas Puskesmas. Hal ini sangat disayangkan, mengingat di tengah masa pandemi Covid-19, tenaga kesehatan garda terdepan dalam percepatan penanganan virus tersebut.

Sebagai garda terdepan, petugas kesehatan menghadapi risiko tertular COVID-19, bahkan tidak sedikit petugas yang turut terpapar penyakit menular tersebut. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) David Lalandos mengatakan, prinsipnya setiap ASN dilindungi dalam tugas mereka, termasuk tenaga kesehatan, apalagi di masa pandemi Covid-19.

“Ini merupakan tindakan pidana murni, walau pun sudah ada upaya damai. Tetapi proses hukum harus tetap jalan,” tegas Lalandos, Kamis (27/8) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mitra, dr Helny Ratuliu mengatakan, ini wujud keprihatinan mereka (tenaga kesehatan,red) atas dugaan kekerasan dan pengancaman yang dialami saat bertugas.

“Kami tidak membiarkan mereka, bahkan sudah difasilitasi Bapak Bupati untuk tempuh jalur hukum,” ungkap Ratuliu.

Lanjutnya, ke depan nanti tidak ada lagi warga yang menyepelekan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan. “Jadi semua sudah diproses dan diselesaikan. Kami pastikan besok Puskesmas Ratatotok kembali melayani,” pungkasnya.

Dia juga mengharapkan agar ke depan masyarakat dapat memberikan dukungan moril terhadap para tenaga kesehatan. “Saya berharap agar masyarakat dapat memahami bahwa apa yang dilakukan tenaga kesehatan untuk kebaikan dan kepentingan umum,” tutupnya.(ctr-05/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/