26C
Manado
Senin, 19 April 2021

Tiga Tersangka PETI dan Perusakan Kebun Raya Megawati Terancam 15 Tahun Penjara

MITRA- Polres Minahasa Tenggara (Mitra) merilis terhadap tiga tersangka penambangan emas tanpa ijin (PETI) dan perusakan hutan di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, di Mapolres Mitra, Rabu (31/3).

Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono mengatakan, kasus ini adalah kasus yang ditangani untuk kesekian kalinya. Karena telah melakukan penanganan hukum sudah dari Desember Tahun lalu dan sudah beberapa yang ditangkap dan proses hukum.

“Tiga kasus ini, terjadi Bulan Maret ini, pertama tersangka AA alias Ayon (30) warga Buku Selatan, Jaga IV, Kecamatan Belang, RS alias Ical (26) Warga Leleko, Jaga II, Kecamatan Romboken dan IL alias Irhandi (41) warga Ratatotok Timur, Jaga I, Kecamatan Ratatotok.

Lanjutnya, ketiga tersangka adalah yang menyurui, membiayai atau kepala rambangan. Jadi tersangka memerintahkan untuk masuk dan melakukan penambangan di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.

“Untuk barang bukti yang disita 6 buah linggis, buah betel, 3 buah martil, 1 buah sekop, 4 karung berisi matrial tanah, 1 buah Alkon,” jelasnya.

Ketiga tersangka dikenakan pasal 94 ayat 1 huruf a undang-undang RI No.18 tahun 2013 tentang tindak pidana perusakan hutan dengan pidana penjara paling singkat 8 tahun dan paling lama 15 tahun. Kemudian denda paling sedikir 10 miliar dan paling banyak 100 miliar.

“Untuk ketiga tersangka sudah kita lakukan penahanan dan sudah dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

Kapolres Pun menghimbau, untuk masyarakat yang berada di Mitra maupun diluar Mitra. Tolong untuk tidak melakukan kegiatan penambangan di Kebun Raya Megawati Soekaranoputri.

“Kita akan melakukan tindakan tegas, terhadap siapa pun yang masuk tanpa ijin untuk melakukan penambangan. Karena kita sudah melakukan himbauan dan sudah beberapa kali melakukan penertipan. Hingga saat ini sudah 6 orang yang kita tahan,” pungkasnya.(ctr-05)

Artikel Terbaru