26.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Kinerja Ratusan Kumtua di Minut Tuai Sorotan, Banyak Tak Paham Alur Koordinasi

Sekkab Jemmy Kuhu dan jajaran bersama Kajari Fanny Widyastuti memimpin rapat koordinasi bidang pemerintahan Pemkab Minut di pendopo Kantor Bupati, Selasa (1/6).

MANADOPOST.ID—Kinerja para hukum tua dan lurah se-Minahasa Utara (Minut) menuai sorotan tajam belakangan. Disinyalir, banyak yang tak paham aturan. Bahkan semrawut dalam alur koordinasi.

Selasa (1/6), pembinaan dilakukan. Rapat koordinasi bidang pemerintahan Pemkab Minut digelar di pendopo kantor bupati.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sekkab Jemmy Kuhu mengungkapkan, lurah dan para kumtua merupakan ujung tombak. Namun, ada gari koordinasi putus-putus yang harus dipatuhi.

“Banyak permasalahan di desa. Khususnya bagi penjabat Kumtua PNS. Jangan sebagai Pjs tidak menghormati. Sekda saja tidak didengar. Kita hormati pencanangan gerakan bumi revolusi mental dengan merubah sikap lebih baik,” ungkapnya.

Makanya, kata dia koordinasi harus jalan. “Jangan setelah dapat kepercayaan dari pimpinan, jadi abai. Kami bangga bisa hadir di hari bersejarah ini yaitu hari lahir Pancasila. Ada berapa desa yang mendapat catatan, harus diperhatikan,” tutur dia.

Asisten Bidang Pemerintahan Jane Simon mengatakan, banyak Kumtua yang tidak paham alur koordinasi. Akhirnya masyarakat juga mengikuti. “Harus mengikuti alur jangan seenaknya. Pergantian perangkat desa harus ada izin camat. Ada juga masyarakat yang langsung ke DPRD untuk melapor. Ini harus kita benahi,” imbau dia.

Kajari Minut Fanny Widyastuti menyebut, selain menangani perkara pihaknya punya tugas untuk melakukan pendampingan. Apalagi, katanya sudah ada kerjasama antara Pemkab Minut dan Kejari Minut.

“Jadi harus rajin koordinasi agar tidak bermasalah dengan hukum. Prinsipnya kami tidak mengejar berapa lama masa hukuman atau berapa banyak yang dihukum. Tetapi bagaimana uang negara bisa semakin banyak diselamatkan,” jelasnya .

Diungkapkannya, ada program jaksa masuk desa. Pemerintah di desa harus memanfaatkan itu. Bukan untuk menakut-naluri tetapi menjadi bahan pencegahan. (jen)

Sekkab Jemmy Kuhu dan jajaran bersama Kajari Fanny Widyastuti memimpin rapat koordinasi bidang pemerintahan Pemkab Minut di pendopo Kantor Bupati, Selasa (1/6).

MANADOPOST.ID—Kinerja para hukum tua dan lurah se-Minahasa Utara (Minut) menuai sorotan tajam belakangan. Disinyalir, banyak yang tak paham aturan. Bahkan semrawut dalam alur koordinasi.

Selasa (1/6), pembinaan dilakukan. Rapat koordinasi bidang pemerintahan Pemkab Minut digelar di pendopo kantor bupati.

Sekkab Jemmy Kuhu mengungkapkan, lurah dan para kumtua merupakan ujung tombak. Namun, ada gari koordinasi putus-putus yang harus dipatuhi.

“Banyak permasalahan di desa. Khususnya bagi penjabat Kumtua PNS. Jangan sebagai Pjs tidak menghormati. Sekda saja tidak didengar. Kita hormati pencanangan gerakan bumi revolusi mental dengan merubah sikap lebih baik,” ungkapnya.

Makanya, kata dia koordinasi harus jalan. “Jangan setelah dapat kepercayaan dari pimpinan, jadi abai. Kami bangga bisa hadir di hari bersejarah ini yaitu hari lahir Pancasila. Ada berapa desa yang mendapat catatan, harus diperhatikan,” tutur dia.

Asisten Bidang Pemerintahan Jane Simon mengatakan, banyak Kumtua yang tidak paham alur koordinasi. Akhirnya masyarakat juga mengikuti. “Harus mengikuti alur jangan seenaknya. Pergantian perangkat desa harus ada izin camat. Ada juga masyarakat yang langsung ke DPRD untuk melapor. Ini harus kita benahi,” imbau dia.

Kajari Minut Fanny Widyastuti menyebut, selain menangani perkara pihaknya punya tugas untuk melakukan pendampingan. Apalagi, katanya sudah ada kerjasama antara Pemkab Minut dan Kejari Minut.

“Jadi harus rajin koordinasi agar tidak bermasalah dengan hukum. Prinsipnya kami tidak mengejar berapa lama masa hukuman atau berapa banyak yang dihukum. Tetapi bagaimana uang negara bisa semakin banyak diselamatkan,” jelasnya .

Diungkapkannya, ada program jaksa masuk desa. Pemerintah di desa harus memanfaatkan itu. Bukan untuk menakut-naluri tetapi menjadi bahan pencegahan. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/