28 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

Momen Hardiknas, Begini Persiapan Kadis Pendidikan Minut Jelang Belajar Tatap Muka

MANADOPOST.ID—Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) digelar berbeda di Minahasa Utara (Minut), Senin (3/5) pagi. Seluruh pejabat teras maupun guru dan siswa yang mengikuti rangkaian kegiatan, mengenakan pakaian adat.

Namun, tak hanya soal seremonial. Pengembangan karakter menjadi fokus utama dari rangkaian kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Minut tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Minut Olfy Kalengkongan mengatakan, peringatan Hardiknas kali ini, merupakan yang kedua kalinya di masa pandemi Covid-19. “Di masa pandemi ini, banyak kesulitan yang dialami berdasarkan pantauan saya. Namun dengan peringatan kali ini, mari kita kesampingkan semua itu,” ungkap dia.

Dia mengajak seluruh insan pendidikan di Tanah Tonsea untuk bersatu. “Kita bersatu, bergerak untuk mewujudkan merdeka belajar. Sekali lagi, kami berharap insan pendidikan semakin meningkatkan proses pembelajaran,” ajaknya.

Apalagi, lanjut dia, di Tahun Ajaran (TA) 2021-2022, akan ada proses belajar tatap muka terbatas. “Uji coba sudah mulai dilakukan. Kami berharap orang tua ikut menopang,” imbau Kalengkongan.

Sementara terkait kesiapan pihaknya dalam mendukung program pariwisata KEK Likupang, beragam hal disiapkan. “Kita menyiapkan kurikulum Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Kami akan menggelar pagelaran kolintang. Jaksa Masik Sekolah akan masuk kurikulum kokurikuler,” ujar dia.

Jelang penamatan siswa SD dan SMP di akhir TA 2020-2021, dia pun memberikan warning keras kepada para kepsek jajaran Disdik Minut.  Kata dia, sudah mulai mendengar laporan dari para orang tua murid terkait adanya permintaan dari sekolah jelang penamatan siswa.

“Itu tidak diperkenankan. Kalaupun ada sekolah yang berkeinginan melakukan penamatan, itu tidak boleh dipungut biaya. Tidak boleh membebankan orang tua,” tuturnya.

Dia memastikan ada sanksi berat bila benar didapati praktik pungli masih terjadi di sekolah. “Kami akan sampaikan ke Bupati dan Wakil Bupati oknum tersebut dan merekomendasikan agar diganti,” tukasnya. (Jendry Dahar)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru