32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Wajib Tahu! Hotel dan Restoran di Minut Tak Pasang Alat Pantau Pajak Online?Konsumen Berhak Tidak Bayar

MANADOPOST.ID—Tingkat kesadaran pengusaha di Minahasa Utara (Minut) dalam membayar pajak masih rendah. Pasalnya, baru 30 rumah makan, hotel dan tempat hiburan yang memasang alat pemantauan sistem pajak online dari sekian banyak yang beroperasi di Tanah Tonsea.

Padahal, Pemkab Minut telah berulangkali mensosialisasikan penggunaan alat tersebut guna meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) di 2021.

Kepala Badan Keuangan Minut Petrus Macarau mengungkapakan, pemantauan penggunaan alat tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Bank SulutGo.

Kata dia, potensi pendapatan meningkat signifikan dengan adanya alat tersebut.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Tapi baru ada 30 rumah makan, hotel dan restoran yang terpasang. Kami sedang berupaya agar semakin banyak pelaku usaha yang dapat dipasangkan alat tersebut,” tuturnya.

Dijelaskannya, sesuai Perda 2/2012 tentang pajak daerah, ada 10 jenis pajak yang menjadi sumber PAD. Namun, untuk saat ini, potensi 3 jenis pajak ini yang sedang dikembangkan.

Apalagi di masa pandemi Covid-19, sudah terlihat adanya peningkatan pendapatan pajak. “Ada salah satu restoran yang sebelumnya membayar pajak secara manual hanya Rp17 juta. Setelah menggunakan alat pemantau pajak online, didapatkan realisasi sebesar Rp60 juta,” terangnya.

Dengan penggunaan alat tersebut, transaksi dapat dipantau secara online oleh petugas pajak di Badan Keuangan.

Untuk itu, dia berharap para pelaku usaha lainnya agar kooperatif. “Karena sebenarnya konsumen berhak makan dan minum gratis jika pelaku usaha tidak memberikan struk elektronik,” pungkasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Tingkat kesadaran pengusaha di Minahasa Utara (Minut) dalam membayar pajak masih rendah. Pasalnya, baru 30 rumah makan, hotel dan tempat hiburan yang memasang alat pemantauan sistem pajak online dari sekian banyak yang beroperasi di Tanah Tonsea.

Padahal, Pemkab Minut telah berulangkali mensosialisasikan penggunaan alat tersebut guna meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) di 2021.

Kepala Badan Keuangan Minut Petrus Macarau mengungkapakan, pemantauan penggunaan alat tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Bank SulutGo.

Kata dia, potensi pendapatan meningkat signifikan dengan adanya alat tersebut.

“Tapi baru ada 30 rumah makan, hotel dan restoran yang terpasang. Kami sedang berupaya agar semakin banyak pelaku usaha yang dapat dipasangkan alat tersebut,” tuturnya.

Dijelaskannya, sesuai Perda 2/2012 tentang pajak daerah, ada 10 jenis pajak yang menjadi sumber PAD. Namun, untuk saat ini, potensi 3 jenis pajak ini yang sedang dikembangkan.

Apalagi di masa pandemi Covid-19, sudah terlihat adanya peningkatan pendapatan pajak. “Ada salah satu restoran yang sebelumnya membayar pajak secara manual hanya Rp17 juta. Setelah menggunakan alat pemantau pajak online, didapatkan realisasi sebesar Rp60 juta,” terangnya.

Dengan penggunaan alat tersebut, transaksi dapat dipantau secara online oleh petugas pajak di Badan Keuangan.

Untuk itu, dia berharap para pelaku usaha lainnya agar kooperatif. “Karena sebenarnya konsumen berhak makan dan minum gratis jika pelaku usaha tidak memberikan struk elektronik,” pungkasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/