24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Bawaslu RI Tegaskan Money Politik Harus Diwaspadai

MINUT- Selasa (3/11), Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) kembali mengunjungi kantor Bawaslu Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan beberapa waktu lalu sempat mengunjungi kantor Bawaslu Minut, Mochammad Afifuddin, Fritz Edward Siregar, dan kali ini Ratna Dewi Pettalolo.

Dalam kunjungan anggota Bawaslu RI  Dewi Pettalolo dijemput langsung Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy dan anggota Rocky Ambar bersama Rahman Ismail. Dalam sambutannya Awuy mengungkapkan terima kasih kepada Srikandi Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo yang telah berkesempatan mengunjungi kantor Bawaslu Minut dan berkenan bertatap muka bersama.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Bawaslu Minut ini langsung melaporkan bahwa Kabupaten Minut ada 10 kecamatan dan 125 desa serta 6 kelurahan dengan jumlah 131 desa dan kelurahan. “Jumlah penduduk Minut ada 267 ribu penduduk dan Minut sendiri untuk DPT yang baru di tetapkan berjumlah 151.147 pemilih,” kata Awuy.

Tak hanya itu Awuy juga menjelaskan terkait pengawasan pemilu di Kabupaten Minut saat ini sementara melakukan pengawasan kampanye dan juga ada program Bawaslu provinsi terkait canvasing pengawasan yakni melakukan door to door ke rumah warga dibantu rekan-rekan kecamatan serta desa dan kelurahan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Jadi rerkait dengan penanganan pelanggaran kami sudah menangani tiga temuan laporan dua dan satu terkait dengan tindak pidana pemilihan dan sudah pada tahap penyidikan,”ujar Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy didampingi anggota Bawaslu Minut Rahman Ismail.

Sementara itu Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo dalam arahannya  memberikan beberapa pesan kepada Bawaslu Minut terkait sejumlah penanganan pelanggaran yang perlu diantisipasi dalam Pilkada 2020 ini. Pesan tersebut diantaranya soal penanganan money politik atau politik uang, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), bantuan dari calon kepala daerah yang bersifat pelanggaran dan juga pemanfaatan aset daerah yang dipergunakan calon petahana. Itu semua merupakan pelanggaran yang perlu disikapi oleh Bawaslu Minut.

“Di Sulut masuk peringkat 5 besar dimana netralitas ASN dipertanyakan. Soal money politik juga harus diwaspadai karena sesuai survey menyatakan masyarakat sangat mendukung politik uang dan itu harus dirubah,”tegasnya.

Dirinya juga berharap agar partisipasi jumlah pemilih pada Pilkada tahun ini bisa lebih baik lagi. Untuk itu, sosialisasi lewat berbagai media sosial pun harus dilakukan Bawaslu.

“Partisipasi masyarakat dalam memilih harus tinggi dan itu perlu kerja keras KPU dan Bawaslu untuk terus meningkatkan sosialisasi,” jelas Ratna sembari menambahkan terkait anggaran kinerja Bawaslu Minut, Pettalolo yakin sudah mencukupi dan sesuai kebutuhan. Sebab tidak semua pemerintah daerah mampu memberikan bantuan hibah sesuai permintaan.(tr-22)

MINUT- Selasa (3/11), Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) kembali mengunjungi kantor Bawaslu Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan beberapa waktu lalu sempat mengunjungi kantor Bawaslu Minut, Mochammad Afifuddin, Fritz Edward Siregar, dan kali ini Ratna Dewi Pettalolo.

Dalam kunjungan anggota Bawaslu RI  Dewi Pettalolo dijemput langsung Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy dan anggota Rocky Ambar bersama Rahman Ismail. Dalam sambutannya Awuy mengungkapkan terima kasih kepada Srikandi Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo yang telah berkesempatan mengunjungi kantor Bawaslu Minut dan berkenan bertatap muka bersama.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Bawaslu Minut ini langsung melaporkan bahwa Kabupaten Minut ada 10 kecamatan dan 125 desa serta 6 kelurahan dengan jumlah 131 desa dan kelurahan. “Jumlah penduduk Minut ada 267 ribu penduduk dan Minut sendiri untuk DPT yang baru di tetapkan berjumlah 151.147 pemilih,” kata Awuy.

Tak hanya itu Awuy juga menjelaskan terkait pengawasan pemilu di Kabupaten Minut saat ini sementara melakukan pengawasan kampanye dan juga ada program Bawaslu provinsi terkait canvasing pengawasan yakni melakukan door to door ke rumah warga dibantu rekan-rekan kecamatan serta desa dan kelurahan.

“Jadi rerkait dengan penanganan pelanggaran kami sudah menangani tiga temuan laporan dua dan satu terkait dengan tindak pidana pemilihan dan sudah pada tahap penyidikan,”ujar Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy didampingi anggota Bawaslu Minut Rahman Ismail.

Sementara itu Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo dalam arahannya  memberikan beberapa pesan kepada Bawaslu Minut terkait sejumlah penanganan pelanggaran yang perlu diantisipasi dalam Pilkada 2020 ini. Pesan tersebut diantaranya soal penanganan money politik atau politik uang, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), bantuan dari calon kepala daerah yang bersifat pelanggaran dan juga pemanfaatan aset daerah yang dipergunakan calon petahana. Itu semua merupakan pelanggaran yang perlu disikapi oleh Bawaslu Minut.

“Di Sulut masuk peringkat 5 besar dimana netralitas ASN dipertanyakan. Soal money politik juga harus diwaspadai karena sesuai survey menyatakan masyarakat sangat mendukung politik uang dan itu harus dirubah,”tegasnya.

Dirinya juga berharap agar partisipasi jumlah pemilih pada Pilkada tahun ini bisa lebih baik lagi. Untuk itu, sosialisasi lewat berbagai media sosial pun harus dilakukan Bawaslu.

“Partisipasi masyarakat dalam memilih harus tinggi dan itu perlu kerja keras KPU dan Bawaslu untuk terus meningkatkan sosialisasi,” jelas Ratna sembari menambahkan terkait anggaran kinerja Bawaslu Minut, Pettalolo yakin sudah mencukupi dan sesuai kebutuhan. Sebab tidak semua pemerintah daerah mampu memberikan bantuan hibah sesuai permintaan.(tr-22)

Most Read

Artikel Terbaru

/