25 C
Manado
Kamis, 6 Mei 2021
spot_img

Baru 14 Desa di Minut Cairkan Dandes

MANADOPOST.ID—Pencairan dana desa (Dandes) tahap I di Minahasa Utara (Minut), belum sampai seperempat. Hingga Selasa (4/5), baru 14 desa yang cair.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Alpret Pusungulaa membenarkan. “Sampai tadi baru 14 desa yang cair,” ungkap dia.

Meski begitu, lanjut dia, puluhan desa sementara melakukan evaluasi APBDes. Sebab itu menjadi salah satu syarat untuk mencairkan Dandes. “Tapi yang sudah sementara evaluasi APBDes ada puluhan. Mereka tinggal tuntaskan itu, baru langsung pengajuan dan dicairkan,” terangnya.

Lanjut dia, cepat atau lambatnya pencairan Dandes tergantung perangkat desa masing-masing. Alokasi total Rp103 miliar untuk 125 desa sudah siap dan tinggal ditransfer ke rekening masing-masing.

Di tahun ini, program infrastruktur lebih minim. Karena semua fokus pada penanggulangan pandemi Covid-19. Pemerintah pusat mewajibkan minimal 8 persen Dandes digunakan untuk penanggulangan Covid-19 dan juga alokasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat desa yang membutuhkan. Kuotanya sesuai kesepakatan musyawarah perangkat desa. “Jadi sisanya baru bisa untuk pembangunan infrastruktur. Itu pun harus padat karya,” jelas dia.

Pembinaan digencarkan jelang hingga pasca penyaluran Dandes. Sebab, kewenangan pihaknya dalam melakukan penindakan kepada para perangkat desa yang sengaja menyalahgunakan Dandes terbatas.

“Makanya kami terus mengingat-ingatkan agar penggunaannya sesuai aturan. Bila dilanggar atau tidak sesuai, itu ranahnya Inspektorat hingga penegak hukum,” tegasnya.

Ditambahkan Kepala Seksi Administrasi Pemerintahan Desa Rolly Manopo, jumlah Dandes tahun ini hampir sama dengan 2020 lalu. Tidak ada kenaikan signifikan. Jatah untuk masing-masing desa bervariasi. Desa Wasian menjadi penerima Dandes terbesar di Minut dengan alokasi Rp1,2 miliar. Sementara Dandes terkecil Desa Tinongko dengan alokasi Rp664 juta.

“Kalau tahun lalu, Dandes direfocusing untuk BLT dan penanggulangan Covid-19 di kisaran September-Oktober, jadi banyak program yang direncanakan sebelumnya tidak bisa direalisasikan 100 persen. Tapi kalau tahun ini, sejak awal sudah disampaikan prioritasnya ke penanganan Covid-19,” terangnya. (jen)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru