alexametrics
32.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Nasdem-Golkar Kans Koalisi

SGR-CP Duet Maut di Minut

MINUT—Christian Pua SE MBA disebut-sebut sebagai kandidat yang paling cocok mendampingi Shintia Gelly Rumumpe (SGR) untuk Pilkada Minut.
Wakil Bendahara DPD PG Sulut 2020-2025 ini dinilai sebagai politisi cerdas yang kaya pengalaman.
“Hanya saya pengurus di DPD Sulut yang tidak pernah keluar dari pengurus dari zaman Pak Adolf Sondakh,” terang Pua.
Menurutnya, sampai beberapa kali pergantian ketua DPD, dia tetap setia bersama PG.
“Dari Pak Sondakh, Imba, Lumintang, Vreeke yang dua kali, Hamka Kadi, Ibu Tetty terpilih dalam musdalub sampai terpilih kembali di 2020. Sudah pegang 6 SK,” ungkapnya.
Dirinya juga sudah pernah menjabat berbagai jabatan di PG. Di Partai Golkar Sulut, Ketua Biro Tenaga kerja Koperasi Wiraswasta Tani Nelayan 2004- 2007, Wakil Bendahara DPD 2007- 2009, Wakil Ketua DPD 2009- 2015, Wakil Ketua DPD 2015- 2017 dan Wakil Sekretaris DPD 2017- 2020 serta Wakil Bendahara DPD 2020- 2025. “Di Ormas Golkar, Ketua DPP Gerakan Karya Rakyat Indonesia (Gakari) 1995- 2000, Ketua Umum DPP Generasi Muda Karya Pembangunan (GMKP) 1996- 2001 dan Ketua Umum DPD MKGR Sulut 2013- 2019,” urainya.
“Saya pengurus satu satunya yang masuk terus. Pernah ikut pendidikan kader tingkat pusat Golkar tiga kali. Tahun 1996, 2004 dan 2012,” kuncinya.
Sementara itu, pengamat politik Dr Drs Marthen L Kimbal SH Msi mengatakan, keduanya punya potensi. SGR saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Minut, yang orang tuanya adalah Bupati Minut.
“Kemudian CP adalah loyalis Golkar. Kader Golkar. Jadi pasangan ini punya potensi,” tegasnya.
Lanjut akademisi Fisip Merdeka Manado ini, mereka harus mampu memanfaatkan keuntungan yang ada.
“Kalau memang VAP punya pengaruh besar di Minut, dia mempengaruhi. Ini dari aspek power kekuasaan eksekutif, maka berpeluang. Apalagi kalau punya power di Nasdem, peluang juga lebih besar. Kalau dilihat ada peluang. Asal bisa memanfaatkan power. Baik dari eksekutif, legislatif. Pun dari partai Golkar yang besar juga di Minut. Kalau mereka kolaborasi dengan matang dan masif, maka ada peluang,” ungkapnya menambahkan kekuatan VAP sebagai orang tua sangat diperhitungkan.
Dari segi pasangan, tambah Kimbal, CP adalah pasangan yang mumpuni.
“CP yang loyal dan kader senior, sangat menguntungkan. Ada ruang asalkan dimainkan basis massa di Golkar dan Nasdem, hubungan dengan masyarakat dan sebagainya. Maka ini berpeluang. Apalagi kalau memiliki integritas yang bagus. Kekuatan ekonomi juga menentukan,” ungkapnya. Namun harus dijaga agar tidak muncul calon lain dalam internal partai.
“Tapi kalau hanya singel fighter, maka sangat diperhitungkan,” terang Kimbal. (*)

MINUT—Christian Pua SE MBA disebut-sebut sebagai kandidat yang paling cocok mendampingi Shintia Gelly Rumumpe (SGR) untuk Pilkada Minut.
Wakil Bendahara DPD PG Sulut 2020-2025 ini dinilai sebagai politisi cerdas yang kaya pengalaman.
“Hanya saya pengurus di DPD Sulut yang tidak pernah keluar dari pengurus dari zaman Pak Adolf Sondakh,” terang Pua.
Menurutnya, sampai beberapa kali pergantian ketua DPD, dia tetap setia bersama PG.
“Dari Pak Sondakh, Imba, Lumintang, Vreeke yang dua kali, Hamka Kadi, Ibu Tetty terpilih dalam musdalub sampai terpilih kembali di 2020. Sudah pegang 6 SK,” ungkapnya.
Dirinya juga sudah pernah menjabat berbagai jabatan di PG. Di Partai Golkar Sulut, Ketua Biro Tenaga kerja Koperasi Wiraswasta Tani Nelayan 2004- 2007, Wakil Bendahara DPD 2007- 2009, Wakil Ketua DPD 2009- 2015, Wakil Ketua DPD 2015- 2017 dan Wakil Sekretaris DPD 2017- 2020 serta Wakil Bendahara DPD 2020- 2025. “Di Ormas Golkar, Ketua DPP Gerakan Karya Rakyat Indonesia (Gakari) 1995- 2000, Ketua Umum DPP Generasi Muda Karya Pembangunan (GMKP) 1996- 2001 dan Ketua Umum DPD MKGR Sulut 2013- 2019,” urainya.
“Saya pengurus satu satunya yang masuk terus. Pernah ikut pendidikan kader tingkat pusat Golkar tiga kali. Tahun 1996, 2004 dan 2012,” kuncinya.
Sementara itu, pengamat politik Dr Drs Marthen L Kimbal SH Msi mengatakan, keduanya punya potensi. SGR saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Minut, yang orang tuanya adalah Bupati Minut.
“Kemudian CP adalah loyalis Golkar. Kader Golkar. Jadi pasangan ini punya potensi,” tegasnya.
Lanjut akademisi Fisip Merdeka Manado ini, mereka harus mampu memanfaatkan keuntungan yang ada.
“Kalau memang VAP punya pengaruh besar di Minut, dia mempengaruhi. Ini dari aspek power kekuasaan eksekutif, maka berpeluang. Apalagi kalau punya power di Nasdem, peluang juga lebih besar. Kalau dilihat ada peluang. Asal bisa memanfaatkan power. Baik dari eksekutif, legislatif. Pun dari partai Golkar yang besar juga di Minut. Kalau mereka kolaborasi dengan matang dan masif, maka ada peluang,” ungkapnya menambahkan kekuatan VAP sebagai orang tua sangat diperhitungkan.
Dari segi pasangan, tambah Kimbal, CP adalah pasangan yang mumpuni.
“CP yang loyal dan kader senior, sangat menguntungkan. Ada ruang asalkan dimainkan basis massa di Golkar dan Nasdem, hubungan dengan masyarakat dan sebagainya. Maka ini berpeluang. Apalagi kalau memiliki integritas yang bagus. Kekuatan ekonomi juga menentukan,” ungkapnya. Namun harus dijaga agar tidak muncul calon lain dalam internal partai.
“Tapi kalau hanya singel fighter, maka sangat diperhitungkan,” terang Kimbal. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/