31.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Bahasa Tonsea Masuk Kurikulum Sekolah di Jajaran Pemkab Minut, Sekolah Ini yang Mulai Running


MANADOPOST.ID—Pemkab Minut menjadikan bahasa daerah ‘Tonsea’ menjadi kurikulum muatan lokal (mulok) di sekolah. Khususnya di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2021-2022.

Diketahui, launching sudah dilakukan per 1 Juni lalu. Kepala Dinas Pendidikan Olfy peluncuran kurikulum mulok bahasa daerah ‘Tonsea’ mengacu dari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan Pasal 38 ayat (2) dan seterusnya dari Peraturan Pemerinda hingga Permendikbud.

Dijelaskannya, Mulok adalah Kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan daerah yang bahan kajian dan pelajarannya disesuaikan dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi serta kebutuhan pembangunan, daerah yang diorganisasikan dalam mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“Kami menerjemahkan keinginan Bupati yang telah dinobatkan sebagai Tonaas Wangko Minaesa Amian melaui revolusi mental yang merupakan gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia khususnya yang berada di Minut menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala lewat pelestarian budaya Tonsea salah satunya bahasa daerah Tonsea,” terangnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sasarannya semua sekolah di 10 kecamatan. Mulai 13 Juli mendatang dan setiap kecamatan akan ada percontohan di satu sekolah.

“Untuk tim pengajar adalah pemerhati dunia pendidikan yang peduli dengan budaya Tonsea yang tergabung pada Paimpulan Ne Tonsea yang akan mengajar di sekolah seminggu duakali pertemuan,” tukasnya. (jen)


MANADOPOST.ID—Pemkab Minut menjadikan bahasa daerah ‘Tonsea’ menjadi kurikulum muatan lokal (mulok) di sekolah. Khususnya di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2021-2022.

Diketahui, launching sudah dilakukan per 1 Juni lalu. Kepala Dinas Pendidikan Olfy peluncuran kurikulum mulok bahasa daerah ‘Tonsea’ mengacu dari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan Pasal 38 ayat (2) dan seterusnya dari Peraturan Pemerinda hingga Permendikbud.

Dijelaskannya, Mulok adalah Kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan daerah yang bahan kajian dan pelajarannya disesuaikan dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi serta kebutuhan pembangunan, daerah yang diorganisasikan dalam mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“Kami menerjemahkan keinginan Bupati yang telah dinobatkan sebagai Tonaas Wangko Minaesa Amian melaui revolusi mental yang merupakan gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia khususnya yang berada di Minut menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala lewat pelestarian budaya Tonsea salah satunya bahasa daerah Tonsea,” terangnya.

Sasarannya semua sekolah di 10 kecamatan. Mulai 13 Juli mendatang dan setiap kecamatan akan ada percontohan di satu sekolah.

“Untuk tim pengajar adalah pemerhati dunia pendidikan yang peduli dengan budaya Tonsea yang tergabung pada Paimpulan Ne Tonsea yang akan mengajar di sekolah seminggu duakali pertemuan,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/