25C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Pandemi, Hotel-Restoran Disubsidi

MANADOPOST.ID—Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Minahasa Utara (Minut), pelaku usaha penunjang pariwisata Tanah Tonsea, mendapat subsidi dana hibah dari pusat melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Audy Sambul, dana hibah diberikan bervariasi. Di tahun lalu, nilai terbesar mencapai Rp250 juta.

“Pusat yang tentukan kita hanya menyampaikan kelengkapan berkas administrasinya saja. Karena memang penerima subsidi harus memenuhi banyak syarat, salah satunya membayar pajak. Nanti jumlah dana hibahnya dikonversi dari nilai kewajiban pajak hotel atau rumah makan itu sendiri,” ungkapnya kepada awal media, kemarin.

Alhasil, dibeberkan penerima dana hibah pemerintah di Minut sangat terbatas. Hanya empat hotel dan enam rumah makan.

“Tahun lalu yang terbesar itu Hotel Paradise karena pajak di 2019 mencapai Rp1 M lebih. Dana hibahnya hampir Rp250 juta. Yang kedua Rumah Makan Pondok Hijau, nilainya hampir sama. Sementara yang paling kecil itu sekira Rp2 jutaan,” bebernya.

Namun di tahun ini, pihaknya mengusulkan penerima subsidi dana hibah tak hanya menyasar pengusaha pariwisata kelas atas. Tetapi juga pelaku UMKM, termasuk pedagang kecil.

“Nah nanti tinggal melengkapi berkasnya saja. Kalau memenuhi syarat bisa dapat dana dari pusat,” jelas dia.

Usai mendapatkan dana tersebut, penerima diwajibkan membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPj) yang juga nanti diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diawali Inspektorat.

“Anggarannya bisa digunakan untuk apa saja kecuali pembangunan. Jadi bisa untuk bayar gaji karyawan, bayar listrik dan lain-lain,” tukasnya. (jen)

Artikel Terbaru