alexametrics
26.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Diduga Sering Buat Onar di Desa Klabat, Amsar Ditebas Hingga Tewas, Polres Minut Buru Pelaku

 

MANADOPOST.ID—Warga Desa Klabat Jaga VIII, Kecamatan Dimembe, dibuat gempar dengan peristiwa pembunuhan, Minggu (4/7) malam, sekira pukul 20.15 Wita.

Saat dikonfirmasi Senin (5/7) sore, Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly mengungkapkan korban bernama Amsar, warga Kelurahan Karondoran Lingkungan I, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Dia dianiaya hingga tewas oleh Sabdi Mursali, warga setempat. Beberapa bagian tubuh korban ditebas dengan sebilah parang.

Saksi Randi Antili menerangkan, sewaktu dirinya bersama pelaku melintas di depan Masjid Al-Ikhsan Desa Klabat, tiba-tiba korban berteriak dan meminta keduanya turun dari mobil sambil terus mengejar keduanya. Namun, tak dihiraukan sehingga mobil terus jalan. Namun kemudian terdengar bunyi pecahan kaca belakang, sehingga pelaku menyuruh Randi untuk berhenti.

“Saya hanya melihat dari kaca spion saat Sabdi Mursali melakukan penganiayaan kepada korban dengan menggunakan parang. Saya memutar balik mobil dan melihat korban sudah terkelungkup di jalan aspal. Saya memanggil Sabdi tetapi dia terus berjalalan masuk lorong,” terangnya.

Saksi lainnya Julfikar Lahenta mengatakan, saat dirinya hendak pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor, dia melihat Randi keluar dari mobilnya di lorong samping masjid.

Karena mengenal Randi, Julfikar lantas menyuruh temannya itu untuk pergi. Tiba-tiba, ada orang yang berlari sampai melewati sepeda motornya untuk mengejar mobil tersebut.

Kemudian melemparkan batu ke arah mobil sehingga kaca bagian belakang pecah. Kala itu, pelaku turun dari pintu samping kiri sambil memegang parang dan mengarahkannya ke tubuh korban. Sehingga korban pun langsung terjatuh di aspal. “Tersangka langsung berjalan masuk ke lorong dan kami langsung melaporkannya kepada kepala jaga,” ceritanya.

Diungkapkan Kapolsek, terjadinya kasus penganiayaan dikarenakan korban melempari mobil yang ditumpangi pelaku sampai kaca bagian belakang pecah.

“Dan memang diketahui menurut keterangan pelaku, korban ini sering membuat keributan di Desa Klabat,” tuturnya.

Seketika mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Dimembe membawa korban ke RS Maria Walanda Maramis guna mendapat pertolongan medis. “Karena korban telah meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Setelahnya mengumpulkan saksi dan melakukan pengejaran tersangka bersama jajaran Satreskrim Polres Minut,” pungkasnya. (jen)

 

MANADOPOST.ID—Warga Desa Klabat Jaga VIII, Kecamatan Dimembe, dibuat gempar dengan peristiwa pembunuhan, Minggu (4/7) malam, sekira pukul 20.15 Wita.

Saat dikonfirmasi Senin (5/7) sore, Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly mengungkapkan korban bernama Amsar, warga Kelurahan Karondoran Lingkungan I, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Dia dianiaya hingga tewas oleh Sabdi Mursali, warga setempat. Beberapa bagian tubuh korban ditebas dengan sebilah parang.

Saksi Randi Antili menerangkan, sewaktu dirinya bersama pelaku melintas di depan Masjid Al-Ikhsan Desa Klabat, tiba-tiba korban berteriak dan meminta keduanya turun dari mobil sambil terus mengejar keduanya. Namun, tak dihiraukan sehingga mobil terus jalan. Namun kemudian terdengar bunyi pecahan kaca belakang, sehingga pelaku menyuruh Randi untuk berhenti.

“Saya hanya melihat dari kaca spion saat Sabdi Mursali melakukan penganiayaan kepada korban dengan menggunakan parang. Saya memutar balik mobil dan melihat korban sudah terkelungkup di jalan aspal. Saya memanggil Sabdi tetapi dia terus berjalalan masuk lorong,” terangnya.

Saksi lainnya Julfikar Lahenta mengatakan, saat dirinya hendak pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor, dia melihat Randi keluar dari mobilnya di lorong samping masjid.

Karena mengenal Randi, Julfikar lantas menyuruh temannya itu untuk pergi. Tiba-tiba, ada orang yang berlari sampai melewati sepeda motornya untuk mengejar mobil tersebut.

Kemudian melemparkan batu ke arah mobil sehingga kaca bagian belakang pecah. Kala itu, pelaku turun dari pintu samping kiri sambil memegang parang dan mengarahkannya ke tubuh korban. Sehingga korban pun langsung terjatuh di aspal. “Tersangka langsung berjalan masuk ke lorong dan kami langsung melaporkannya kepada kepala jaga,” ceritanya.

Diungkapkan Kapolsek, terjadinya kasus penganiayaan dikarenakan korban melempari mobil yang ditumpangi pelaku sampai kaca bagian belakang pecah.

“Dan memang diketahui menurut keterangan pelaku, korban ini sering membuat keributan di Desa Klabat,” tuturnya.

Seketika mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Dimembe membawa korban ke RS Maria Walanda Maramis guna mendapat pertolongan medis. “Karena korban telah meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Setelahnya mengumpulkan saksi dan melakukan pengejaran tersangka bersama jajaran Satreskrim Polres Minut,” pungkasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/