alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

‘Taklukan’ Tiga Ketua Dewan Koruptor, Ini Sosok Kajari Minut

MANADOPOST.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) boleh berbangga. Komandan baru Korps Adhyaksa di Tanah Tonsea rupanya punya segudang prestasi dalam memburu koruptor.

Nama Yohanes Priyadi nampaknya belum banyak dikenal kalangan pejabat di Minut, bahkan Sulawesi Utara (Sulut). Namun tak disangka, sosok kelahiran Solo, 30 September 1968 silam, ternyata bukan jaksa sembarangan.

Pembawaannya tampak ramah. Tapi soal penanganan kasus, Yohanes terkenal garang. Ayah tiga putra tersebut punya track record mentereng dalam penanganan kasus pidana khusus. 12 tahun bertugas di jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim), Yohanes menjebloskan tiga mantan Ketua DPRD ke dalam jeruji besi. Salah satunya pemilik DB 3 di provinsi yang kini dicanangkan menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Waktu itu, dugaan korupsi berjamaah dibongkar. Tak cuma Ketua DPRD, Wakil Ketua hingga para anggota Badan Anggaran (Banggar) yang terlibat ikut dibawa ke pengadilan. Hingga putusan incrah.

Sebelumnya bahkan, Ketua DPRD Penajam Pasir, kabupaten yang kini jadi daerah calon ibu kota digelandang ke penjara. Juga ada kasus Ketua DPRD Kutai Timur yang dituntaskannya.

“Waduh saat itu saya diancam. Mau dibunuh. Tapi sebagai abdi negara kita tetap jalan,” kenang pria yang sebelumnya bertugas sebagai Koordinator di Kajati DI Yogyakarta.

Tak cuma diancam. Yohanes bahkan mendapatkan tekanan dari massa pendukung para legislator yang terlibat. Hampir dikeroyok. Tapi dirinya tak gentar. Pemeriksaan tetap dilakukan. “Waktu itu kami memeriksa tersangka, massa pendukungnya menunggu di luar. Lakukan demo. Tentu kami tertekan, tetapi pemeriksaan tetap kita laksanakan. Proses hukum tetap jalan,” ceritanya.

Pun saat berulang menjadi Kepala Seksi (Kasi) Pidsus di Penajam Pasir. Dia harus menghabiskan waktu hingga 2 jam lebih menuju lokasi sidang di pengadilan. “Pengalaman itu tak terlupakan. Tapi dari sana kami dibentuk makin profesional dan mencintai pekerjaan,” tegas suami Heni Yohanes Priyadi tersebut.

MANADOPOST.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) boleh berbangga. Komandan baru Korps Adhyaksa di Tanah Tonsea rupanya punya segudang prestasi dalam memburu koruptor.

Nama Yohanes Priyadi nampaknya belum banyak dikenal kalangan pejabat di Minut, bahkan Sulawesi Utara (Sulut). Namun tak disangka, sosok kelahiran Solo, 30 September 1968 silam, ternyata bukan jaksa sembarangan.

Pembawaannya tampak ramah. Tapi soal penanganan kasus, Yohanes terkenal garang. Ayah tiga putra tersebut punya track record mentereng dalam penanganan kasus pidana khusus. 12 tahun bertugas di jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim), Yohanes menjebloskan tiga mantan Ketua DPRD ke dalam jeruji besi. Salah satunya pemilik DB 3 di provinsi yang kini dicanangkan menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Waktu itu, dugaan korupsi berjamaah dibongkar. Tak cuma Ketua DPRD, Wakil Ketua hingga para anggota Badan Anggaran (Banggar) yang terlibat ikut dibawa ke pengadilan. Hingga putusan incrah.

Sebelumnya bahkan, Ketua DPRD Penajam Pasir, kabupaten yang kini jadi daerah calon ibu kota digelandang ke penjara. Juga ada kasus Ketua DPRD Kutai Timur yang dituntaskannya.

“Waduh saat itu saya diancam. Mau dibunuh. Tapi sebagai abdi negara kita tetap jalan,” kenang pria yang sebelumnya bertugas sebagai Koordinator di Kajati DI Yogyakarta.

Tak cuma diancam. Yohanes bahkan mendapatkan tekanan dari massa pendukung para legislator yang terlibat. Hampir dikeroyok. Tapi dirinya tak gentar. Pemeriksaan tetap dilakukan. “Waktu itu kami memeriksa tersangka, massa pendukungnya menunggu di luar. Lakukan demo. Tentu kami tertekan, tetapi pemeriksaan tetap kita laksanakan. Proses hukum tetap jalan,” ceritanya.

Pun saat berulang menjadi Kepala Seksi (Kasi) Pidsus di Penajam Pasir. Dia harus menghabiskan waktu hingga 2 jam lebih menuju lokasi sidang di pengadilan. “Pengalaman itu tak terlupakan. Tapi dari sana kami dibentuk makin profesional dan mencintai pekerjaan,” tegas suami Heni Yohanes Priyadi tersebut.

Most Read

Artikel Terbaru

/