31.4 C
Manado
Rabu, 4 Agustus 2021
spot_img

Doorr! Pelaku Pembunuhan di Desa Klabat Dibekuk Tim Gabungan Resmob

 

MANADOPOST.ID—Kolaborasi Tim Resmob Polda Sulut dan Polres Minahasa Utara (Minut), berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang mengakibatkan kematian di Desa Klabat Jaga VII, Kecamatan Dimembe, Minggu (4/7). Pria berinisial SM alias Sabdi (27), warga Desa Klabat diamankan, Selasa (6/7).

Katim Resmob Polres Minut Aipyu Jeffry Bassaiy mengatakan penangkapan dilakukan berdasarkan LP/149/VII/RES 1 /2021/Sek Dimembe.

“Tim Resmob Polda Sulut dan Tim Resmob Polres Minut mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku Sabdi, berada di Desa Klabat. Selanjutnya anggota Tim Resmob Polda Sulut berkaloborasi dengan Tim Resmob Polres Minut langsung menuju ke lokasi tersangka dan Tim langsung segera menangkap tersangka,” kata Bassaiy didampingi Katim Resmob Polda Sulut Iptu Irlana Pradana Cipta.

Ditambahkan Irlana, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur pada pelaku, karena mencoba kabur.

“Setelah dilakukan penangkapan, dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti yang dibuang pelaku di seputaran Bandara Sam Ratulangi. Ketika melaksanakan pengembangan pelaku mencoba melarikan diri sehingga Tim Resmob Polda Sulut dan Tim Resmob Res Minut melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku,” tukasnya.

Sebelumnya, Warga Desa Klabat Jaga VIII, Kecamatan Dimembe, dibuat gempar dengan peristiwa pembunuhan, Minggu (4/7) malam, sekira pukul 20.15 Wita.

Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly mengungkapkan korban bernama Amsar, warga Kelurahan Karondoran Lingkungan I, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Dia dianiaya hingga tewas oleh Sabdi Mursali, warga setempat. Beberapa bagian tubuh korban ditebas dengan sebilah parang.

Saksi Randi Antili menerangkan, sewaktu dirinya bersama pelaku melintas di depan Masjid Al-Ikhsan Desa Klabat, tiba-tiba korban berteriak dan meminta keduanya turun dari mobil sambil terus mengejar keduanya. Namun, tak dihiraukan sehingga mobil terus jalan. Namun kemudian terdengar bunyi pecahan kaca belakang, sehingga pelaku menyuruh Randi untuk berhenti.

“Saya hanya melihat dari kaca spion saat Sabdi Mursali melakukan penganiayaan kepada korban dengan menggunakan parang. Saya memutar balik mobil dan melihat korban sudah terkelungkup di jalan aspal. Saya memanggil Sabdi tetapi dia terus berjalalan masuk lorong,” terangnya.

Saksi lainnya Julfikar Lahenta mengatakan, saat dirinya hendak pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor, dia melihat Randi keluar dari mobilnya di lorong samping masjid.

Karena mengenal Randi, Julfikar lantas menyuruh temannya itu untuk pergi. Tiba-tiba, ada orang yang berlari sampai melewati sepeda motornya untuk mengejar mobil tersebut.

Kemudian melemparkan batu ke arah mobil sehingga kaca bagian belakang pecah. Kala itu, pelaku turun dari pintu samping kiri sambil memegang parang dan mengarahkannya ke tubuh korban. Sehingga korban pun langsung terjatuh di aspal. “Tersangka langsung berjalan masuk ke lorong dan kami langsung melaporkannya kepada kepala jaga,” ceritanya.

Diungkapkan Kapolsek, terjadinya kasus penganiayaan dikarenakan korban melempari mobil yang ditumpangi pelaku sampai kaca bagian belakang pecah.

“Dan memang diketahui menurut keterangan pelaku, korban ini sering membuat keributan di Desa Klabat,” tuturnya.

Seketika mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Dimembe membawa korban ke RS Maria Walanda Maramis guna mendapat pertolongan medis. “Karena korban telah meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Setelahnya mengumpulkan saksi dan melakukan pengejaran tersangka bersama jajaran Satreskrim Polres Minut,” pungkasnya. (jen)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru