24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Warga Keluhkan Proyek Molor, Akses Jalan Ditutup, Kontraktor Malah Cuek

MANADOPOST.ID—Rusaknya jalan penghubung Desa Sampiri, Kaleosan, Kuwil dan Kawangkoan di Kecamatan Kalawat, menuai sorotan Komisi II DPRD Minahasa Utara (Minut). Inspeksi mendadak (sidak) pun dilakukan, Senin (6/12).

Pantauan Manado Post, para legislator disuguhi pemandangan jalan rusak parah akibat aktivitas alat berat. Bahkan, didapati ada pengerjaan proyek milik CV Gamacreatio yang membuat jalur menuju jalan raya ditutup.

Ketua Komisi II DPRD Minut Jemmy Mekel didampingi anggota Stendy Rondonuwu, Paultje Sundah dan Edwin Kambey menuturkan kunjungan tersebut berangkat dari aspirasi masyarakat yang resah dengan jalur transportasi yang dilalui sehari-hari. Ditambahkan Rondonuwu, pihaknya mendapati di lapangan ada proyek yang membuat jalan ditutup. Sehingga masyarakat semakin disulitkan karena tak memiliki jalur alternatif. Jadi harus berputar untuk bisa tembus ke jalan raya.

“Setelah ditelusuri, ternyata itu proyek provinsi. Akses ini putus. Kami meminta ada jalan alternatif untuk sementara. Diatur lah pihak provinsi. Itu saja, atau pindah jam waktu. Ada sosialisasi bagi warga Kaleosan dan Kuwil,” tutur Rondonuwu.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sorotan pun datang dari Ketua LI Tipikor Minut Rina Karundeng. Dia menyesalkan kurangnya kepekaan pemerintah dan pihak ketiga terhadap aktivitas warga yang terganggu. “Warga di sana sudah sangat menderita karena jalur transportasinya sudah sangat tidak memadai. Tetapi bukannya diperhatikan, para kontraktor justru sama-sama membuat jalan makin rusak,” semburnya.

Dia meminta Pemprov selaku penaggungjawab agar melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan konstruksi di sana. Agar tidak merugikan masyarakat. “Warga kasihan. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Masalah jalan rusak belum selesai, ditambah akses  satu-satunya langsung ke jalan raya ditutup. Proyek dikerjakan juga sudah lewat dari yang ditentukan,” kritiknya.

Hukum Tua Desa Kuwil Nofdy Manorek mengatakan, memang warga sudah berulang kali menyampaikan protes terhadap rusaknya jalan karena aktivitas konstruksi. Apalagi ditambah adanya proyek yang mengakibatkan jalan ditutup. “Awalnya pengerjaan disampaikan 29 November sampai 4 Desember. Kami sepakati adanya buka tutup jalan dengan jadwal tertentu. Tapi sampai sekarang proyek tidak selesai. Beberapa kali pada saat ditutup, pekerjaan justru tidak ada,” katanya.

Sementara itu, PPK proyek tersebut Yongki Tompodung saat dikonfirmasi mengatakan pelaksanaan buka tutup jalan sudah disepakati dengan pihak pemerintah desa. Kata dia semunya hadir saat pembahasan. “Memang target kita lima hari sejak hari Senin (27/11), pekan lalu. Tapi memang belum selesai karena cuaca yang tidak mendukung. Kami usahakan pada satu atau dua hari ini,” tandasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Rusaknya jalan penghubung Desa Sampiri, Kaleosan, Kuwil dan Kawangkoan di Kecamatan Kalawat, menuai sorotan Komisi II DPRD Minahasa Utara (Minut). Inspeksi mendadak (sidak) pun dilakukan, Senin (6/12).

Pantauan Manado Post, para legislator disuguhi pemandangan jalan rusak parah akibat aktivitas alat berat. Bahkan, didapati ada pengerjaan proyek milik CV Gamacreatio yang membuat jalur menuju jalan raya ditutup.

Ketua Komisi II DPRD Minut Jemmy Mekel didampingi anggota Stendy Rondonuwu, Paultje Sundah dan Edwin Kambey menuturkan kunjungan tersebut berangkat dari aspirasi masyarakat yang resah dengan jalur transportasi yang dilalui sehari-hari. Ditambahkan Rondonuwu, pihaknya mendapati di lapangan ada proyek yang membuat jalan ditutup. Sehingga masyarakat semakin disulitkan karena tak memiliki jalur alternatif. Jadi harus berputar untuk bisa tembus ke jalan raya.

“Setelah ditelusuri, ternyata itu proyek provinsi. Akses ini putus. Kami meminta ada jalan alternatif untuk sementara. Diatur lah pihak provinsi. Itu saja, atau pindah jam waktu. Ada sosialisasi bagi warga Kaleosan dan Kuwil,” tutur Rondonuwu.

Sorotan pun datang dari Ketua LI Tipikor Minut Rina Karundeng. Dia menyesalkan kurangnya kepekaan pemerintah dan pihak ketiga terhadap aktivitas warga yang terganggu. “Warga di sana sudah sangat menderita karena jalur transportasinya sudah sangat tidak memadai. Tetapi bukannya diperhatikan, para kontraktor justru sama-sama membuat jalan makin rusak,” semburnya.

Dia meminta Pemprov selaku penaggungjawab agar melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan konstruksi di sana. Agar tidak merugikan masyarakat. “Warga kasihan. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Masalah jalan rusak belum selesai, ditambah akses  satu-satunya langsung ke jalan raya ditutup. Proyek dikerjakan juga sudah lewat dari yang ditentukan,” kritiknya.

Hukum Tua Desa Kuwil Nofdy Manorek mengatakan, memang warga sudah berulang kali menyampaikan protes terhadap rusaknya jalan karena aktivitas konstruksi. Apalagi ditambah adanya proyek yang mengakibatkan jalan ditutup. “Awalnya pengerjaan disampaikan 29 November sampai 4 Desember. Kami sepakati adanya buka tutup jalan dengan jadwal tertentu. Tapi sampai sekarang proyek tidak selesai. Beberapa kali pada saat ditutup, pekerjaan justru tidak ada,” katanya.

Sementara itu, PPK proyek tersebut Yongki Tompodung saat dikonfirmasi mengatakan pelaksanaan buka tutup jalan sudah disepakati dengan pihak pemerintah desa. Kata dia semunya hadir saat pembahasan. “Memang target kita lima hari sejak hari Senin (27/11), pekan lalu. Tapi memang belum selesai karena cuaca yang tidak mendukung. Kami usahakan pada satu atau dua hari ini,” tandasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/