29.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Retribusi Pasar di Minut Bakal Dikaji Lagi, Begini Rencana PUD Klabat

MANADOPOST.ID—Besaran retribusi pedagang pasar tradisional di Minahasa Utara (Minut) bakal kembali dikaji Perusahan Umum Daerah (PUD) Klabat.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PUD Klabat Masye Dondokambey. Kata dia, hal tersebut merupakan bagian dari pembenahan operasional pasar yang sedang dilakukan pihaknya.

“Nantinya secara perlahan, kami akan melakukan pembenahan operasional pasar tradisional yang dikelola PUD Klabat. Khususnya soal retribusi kepada pedagang yang akan dikaji kembali,” tutur dia.

Lanjutnya, pembenahan pasar tradisional tidak semudah membalikan telapak tangan. Sehingga perlu ada negosiasi dengan para pedagang. Baik soal penempatan lapak maupun retribusi. Karena PUD Kelabat merupakan salah satu perusahan milik daerah yang juga bergerak di bidang jasa.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut dia, dalam pengelolaan pasar tradisional, pihaknya mengutamakan kenyamanan para pedagang dan pengunjung pasar saat melakukan aktivitas transaksi jual beli.

“Terkait bea lapak, kami sementara melakukan pendataan dan akan dikaji tentang pendapatan pedagang dari apa yang dijual oleh pedagang. Sehingga pungutan retribusi tidak terkesan PUD Klabat memberatkan pedagang,” jamin dia.

Sebab, katanya pungutan retribusi yang dilakukan PUD Klabat juga untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  “Yang sasarannya nanti juga untuk perkembangan pasar itu sendiri,” tutupnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Besaran retribusi pedagang pasar tradisional di Minahasa Utara (Minut) bakal kembali dikaji Perusahan Umum Daerah (PUD) Klabat.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PUD Klabat Masye Dondokambey. Kata dia, hal tersebut merupakan bagian dari pembenahan operasional pasar yang sedang dilakukan pihaknya.

“Nantinya secara perlahan, kami akan melakukan pembenahan operasional pasar tradisional yang dikelola PUD Klabat. Khususnya soal retribusi kepada pedagang yang akan dikaji kembali,” tutur dia.

Lanjutnya, pembenahan pasar tradisional tidak semudah membalikan telapak tangan. Sehingga perlu ada negosiasi dengan para pedagang. Baik soal penempatan lapak maupun retribusi. Karena PUD Kelabat merupakan salah satu perusahan milik daerah yang juga bergerak di bidang jasa.

Menurut dia, dalam pengelolaan pasar tradisional, pihaknya mengutamakan kenyamanan para pedagang dan pengunjung pasar saat melakukan aktivitas transaksi jual beli.

“Terkait bea lapak, kami sementara melakukan pendataan dan akan dikaji tentang pendapatan pedagang dari apa yang dijual oleh pedagang. Sehingga pungutan retribusi tidak terkesan PUD Klabat memberatkan pedagang,” jamin dia.

Sebab, katanya pungutan retribusi yang dilakukan PUD Klabat juga untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  “Yang sasarannya nanti juga untuk perkembangan pasar itu sendiri,” tutupnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/