29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Panen Perdana, Poktan P/KB GMIM Sion Tumaluntung Tuai Apresiasi 

MANADOPOST.ID—Kelompok tani (Poktan) binaan Komisi Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM Sion Tumaluntung melakukan panen perdana jagung Hybrida, kemarin. Dalam kegiatan di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan tersebut, tampak hadir Ketua DPRD Minut yang juga Ketua Rayon P/KB GMIM Minut Denny Lolong, Ketua Jaringan Petani Nasional (JPN) Minut Joutje Dengah, Kadis Pertanian Minut Wangke Karundeng, Camat Kauditan Royke Rampengan, Hukum Tua Desa Tumaluntung Richard Kamagi.

Ketua Komisi P/KB GMIM Sion Tumaluntung Pnt Friedel Ratag dalam laporannya mengungkapkan, lahan jagung milik kelompok tani P/KB GMIM Sion Tumaluntung memiliki luas 4 hektar lebih. Dan terbagi dalam dua lokasi. Di lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut, luasnya 1 hektar lebih. Ada satu lokasi lagi yang tidak jauh dari sana memiliki luas 2 hektar lebih.

“Panen kali ini merupakan yang pertama. Panen selanjutnya kami prediksi bisa hingga dua bulan lebih,” bebernya.

Dia menjelaskan, proses pengelolaan pertanian jagung dikelola secara bersama. Jumlah anggota kelompok 10 orang, tetapi yang bertani mencapai 30 orang. “Kegiatan dilanjutkan secara mandiri. Aktivitas pertanian ini juga demi menunjang kegiatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya materi kegiatan ini, pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan pelayanan P/KB bisa terpenuhi,” ungkapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ratag juga membeber, kesulitan dihadapi saat pra pengolahan lahan. “Harusnya panen bisa bersama-sama. Tetapi kami kesulitan alat pengolahan pada awal penanaman yaitu traktor. Sehingga hasil panen berjarak dua bulan. Akibatnya pengeluaran yang harus dikeluarkan cukup besar,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua DPRD Minut yang berkenan memberikan bantuan mesin potong rumput. Juga kepada Ketua JPN Minut yang menyumbangkan power sprayer serta Dinas Pertanian Minut yang sudah membantu memberikan pupuk sejak awal proses pengolahan lahan. “Terimakasih juga secara khusus kami sampaikan kepada Keluarga Ratumbanua-Dengah yang telah mengizinkan lahan dijadikan lokasi pertanian,” ucapnya.

Ketua DPRD Minut Denny Lolong yang juga Ketua P/KB Rayon Minut mengapresiasi capaian kelompok tani P/KB GMIM Sion Tumaluntung. Baginya, banyak kelompok tani yang hanya ramai saat penanaman tetapi justru putus di tengah jalan. Lahan sudah kering padahal belum panen. “Tapi ini bisa menjadi berkat bagi jemaat dan masyarakat. Membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Terimakasih pula kami sampaikan kepada pemilik lahan yang sudah memberikan tempat,” jelasnya.

Ketersediaan pangan penting di era pandemi saat ini. Sehingga bertani menjadi sesuatu yang wajib terus dikembangkan. Dia pun meminta agar setiap aspirasi dan kebutuhan kelompok tani disampaikan agar bisa diaspirasikan kepada pemerintah. “Sebisa mungkin kita bantu. Terutama dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ketua JPN Minut Joutje Dengah dan Lolong sendiri langsung menyerahkan bantuan yang dibawa kepada kelompok tani. Kegiatan sendiri dibuka dan ditutup doa oleh Ketua Jemaat GMIM Sion Tumaluntung Pdt Steven Tulungen. (jen)

MANADOPOST.ID—Kelompok tani (Poktan) binaan Komisi Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM Sion Tumaluntung melakukan panen perdana jagung Hybrida, kemarin. Dalam kegiatan di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan tersebut, tampak hadir Ketua DPRD Minut yang juga Ketua Rayon P/KB GMIM Minut Denny Lolong, Ketua Jaringan Petani Nasional (JPN) Minut Joutje Dengah, Kadis Pertanian Minut Wangke Karundeng, Camat Kauditan Royke Rampengan, Hukum Tua Desa Tumaluntung Richard Kamagi.

Ketua Komisi P/KB GMIM Sion Tumaluntung Pnt Friedel Ratag dalam laporannya mengungkapkan, lahan jagung milik kelompok tani P/KB GMIM Sion Tumaluntung memiliki luas 4 hektar lebih. Dan terbagi dalam dua lokasi. Di lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut, luasnya 1 hektar lebih. Ada satu lokasi lagi yang tidak jauh dari sana memiliki luas 2 hektar lebih.

“Panen kali ini merupakan yang pertama. Panen selanjutnya kami prediksi bisa hingga dua bulan lebih,” bebernya.

Dia menjelaskan, proses pengelolaan pertanian jagung dikelola secara bersama. Jumlah anggota kelompok 10 orang, tetapi yang bertani mencapai 30 orang. “Kegiatan dilanjutkan secara mandiri. Aktivitas pertanian ini juga demi menunjang kegiatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya materi kegiatan ini, pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan pelayanan P/KB bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Ratag juga membeber, kesulitan dihadapi saat pra pengolahan lahan. “Harusnya panen bisa bersama-sama. Tetapi kami kesulitan alat pengolahan pada awal penanaman yaitu traktor. Sehingga hasil panen berjarak dua bulan. Akibatnya pengeluaran yang harus dikeluarkan cukup besar,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua DPRD Minut yang berkenan memberikan bantuan mesin potong rumput. Juga kepada Ketua JPN Minut yang menyumbangkan power sprayer serta Dinas Pertanian Minut yang sudah membantu memberikan pupuk sejak awal proses pengolahan lahan. “Terimakasih juga secara khusus kami sampaikan kepada Keluarga Ratumbanua-Dengah yang telah mengizinkan lahan dijadikan lokasi pertanian,” ucapnya.

Ketua DPRD Minut Denny Lolong yang juga Ketua P/KB Rayon Minut mengapresiasi capaian kelompok tani P/KB GMIM Sion Tumaluntung. Baginya, banyak kelompok tani yang hanya ramai saat penanaman tetapi justru putus di tengah jalan. Lahan sudah kering padahal belum panen. “Tapi ini bisa menjadi berkat bagi jemaat dan masyarakat. Membangun ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Terimakasih pula kami sampaikan kepada pemilik lahan yang sudah memberikan tempat,” jelasnya.

Ketersediaan pangan penting di era pandemi saat ini. Sehingga bertani menjadi sesuatu yang wajib terus dikembangkan. Dia pun meminta agar setiap aspirasi dan kebutuhan kelompok tani disampaikan agar bisa diaspirasikan kepada pemerintah. “Sebisa mungkin kita bantu. Terutama dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ketua JPN Minut Joutje Dengah dan Lolong sendiri langsung menyerahkan bantuan yang dibawa kepada kelompok tani. Kegiatan sendiri dibuka dan ditutup doa oleh Ketua Jemaat GMIM Sion Tumaluntung Pdt Steven Tulungen. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/