24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Tiga Ribu Liter Cap Tikus Sitaan `Disulap` jadi Hand Sanitizer

MANADOPOST.ID—Tiga ribu liter minuman keras (miras) jenis cap tikus sitaan Polres Minahasa Utara (Minut) tak dimusnahkan seperti biasanya. Di masa pandemi, minuman beralkohol khas Sulawesi Utara (Sulut) ‘disulap’ menjadi hand sanitizer.

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi menyatakan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Desa Talawaan melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Tayapu Talawaan dalam proses pengolahaan cap tikus menjadi produk hand sinitizer karena sudah mendapat rekomendasi BPOM.

“Sebelumnya proses pengolahan cap tikus menjadi hand sanitizer ini sudah kami laporkan ke Kapolda. Tujuanya, semata-mata untuk membantu masyarakat di masa pandemi ini sekaligus mengurangi tindak kriminalitas yang diakibatkan alkohol di masa pandemi ini,” tutur Rahakbau, akhir pekan lalu.

Lanjut dia, hand sanitizer yang menjadi inovasi Polres Minut ini akan dibagikan secara gratis bagi masyarakat yang datang melakukan pengurusan administrasi di kantor Polres.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Iya produk hand sanitizer yang kita produksi ini tidak untuk diperjualbelikan tetapi akan kita bagi-bagikan secara gratis untuk membantu masyarajat di masa pandemi,” jelas perwira dua melati itu.

Kasat Narkoba AKP Fandi Ba’u SIK menambahkan Polres Minut berupaya untuk mengolah hal-hal yang mengakibatkan terjadinya kriminalitas menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Memang di masa pendemi seperti ini butuh inovasi termasuk cap tikus sitaan yang biasanya kita musnakan kini kita jadikan hal yang membantu dan bermanfaat untuk masyarkat,” tukasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Tiga ribu liter minuman keras (miras) jenis cap tikus sitaan Polres Minahasa Utara (Minut) tak dimusnahkan seperti biasanya. Di masa pandemi, minuman beralkohol khas Sulawesi Utara (Sulut) ‘disulap’ menjadi hand sanitizer.

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau SIK MSi menyatakan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Desa Talawaan melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Tayapu Talawaan dalam proses pengolahaan cap tikus menjadi produk hand sinitizer karena sudah mendapat rekomendasi BPOM.

“Sebelumnya proses pengolahan cap tikus menjadi hand sanitizer ini sudah kami laporkan ke Kapolda. Tujuanya, semata-mata untuk membantu masyarakat di masa pandemi ini sekaligus mengurangi tindak kriminalitas yang diakibatkan alkohol di masa pandemi ini,” tutur Rahakbau, akhir pekan lalu.

Lanjut dia, hand sanitizer yang menjadi inovasi Polres Minut ini akan dibagikan secara gratis bagi masyarakat yang datang melakukan pengurusan administrasi di kantor Polres.

“Iya produk hand sanitizer yang kita produksi ini tidak untuk diperjualbelikan tetapi akan kita bagi-bagikan secara gratis untuk membantu masyarajat di masa pandemi,” jelas perwira dua melati itu.

Kasat Narkoba AKP Fandi Ba’u SIK menambahkan Polres Minut berupaya untuk mengolah hal-hal yang mengakibatkan terjadinya kriminalitas menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Memang di masa pendemi seperti ini butuh inovasi termasuk cap tikus sitaan yang biasanya kita musnakan kini kita jadikan hal yang membantu dan bermanfaat untuk masyarkat,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/