27C
Manado
Jumat, 23 April 2021

124 Miliar Sepakat Digeser, APBD Baru Running Pekan Depan

MANADOPOST.ID—Pembahasan refocusing dan pergeseran anggaran di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) tuntas. Sekira Rp124 miliar dari pagu APBD 2021, dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan pembiayaan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Joune Ganda-Kevin W Lotulung (JG-KWL).

Namun, anggaran tak lantas langsung bisa digunakan. Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih harus menginput kembali program kerja di Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA).

Bila tuntas besok, APBD 2021, sudah bisa benar-benar running awal pekan depan. Kepala Badan Keuangan Petrus Macarau mengatakan, kesepakatan sudah dibuat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Minut. Itu sudah dituangkan dalam bentuk berita acara.

Olehnya, para kepala OPD wajib gerak cepat (gercep). “Kita juga sudah buat berita acara dengan para kepala, sekretaris dan pejabat terkait di masing-masing OPD. Setelah itu, OPD wajib menginput kembali program kerja di SIMDA. Sama seperti saat awal pelaksanaan anggaran di awal tahun,” tutur dia.

Dijelaskan Macarau, refocusing anggaran dilakukan sebagaimana Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan Dampaknya.

Sementara pergeseran anggaran mengacu pada Permendagri 77/2021 pengganti Permendagri 13/2006 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. Pergeseran anggaran dilakukan untuk menunjang beragam program kerja JG-KWL yang tidak tercover dalam APBD Pemkab Minut TA 2021.

Terpisah, dibeberkan Wakil Ketua Banggar DPRD Minut Olivia Mantiri, ada sekira Rp75 miliar anggaran yang direfocusing. Sementara Rp46 miliar digeser untuk menunjang program kerja bupati dan wakil bupati.

Diakuinya, banyak program JG-KWL yang memang tidak tercover dalam pagu APBD 2021. “Jadi memang kami anggota DPRD sepakat bahwa beberapa pos angaran perlu digeser tetapi harus digunakan secara efektif dan efisien,” tuturnya.

Mantiri mengaku belum menandatangani berita acara hasil pembahasan. Karena masih menunggu draft hasil kesepakatan yang telah dibahas.

“Kami ingin memastikan bahwa semua kepentingan rakyat bisa semaksimal mungkin diakomodir Pemkab. Setelah itu, kami harapkan serapan anggaran yang berada di bawah saat triwulan satu bisa dikebut pada triwulan dua ini,” tukasnya. (jen)

Artikel Terbaru