alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Layak Dikenang, Begini Sosok Grace Karundeng di Mata Kerabat

MANADOPOST.ID — Meninggalnya Grace Meichen Gysbertha Karundeng secara misterius tak hanya menyisahkan duka bagi keluarga. Sanak-saudara hingga kerabat pun tak kuasa menahan kesedihan ditinggal mahasiswi cantik jurusan Fashion Management Humber College Canada tersebut.

Grace, sapaan akrabnya meninggal dunia di salah satu basement di Richmond Hill, Ontario, Toronto, Kanada, Jumat (7/1), waktu setempat. Atau Sabtu (8/1) subuh di Sulut. Hingga kini penyebabnya masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Salah satu kerabat keluarga Lenny Tinayow mengatakan Grace merupakan sosok anak yang baik. Dekat dengan keluarga. Penyayang kedua orang tua maupun neneknya. Grace bahkan punya pergaulan yang luas. Dan disayang banyak orang. Dia aktif dalam pelayanan gereja. Buktinya pembangunan bangsal duka dilakukan para pemuda sekitar. Beberapa di antara mereka bahkan tak kuasa menahan tangis saat datang ke rumah duka.

“Grace ini anak yang patuh kepada orang tua, penyayang dan rajin pelayanan. Jadi banyak yang sayang,” ujarnya mengenang sosok almarhum.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA MIS Vijay Kollabathula mengatakan Grace merupakan siswa yang sangat cerdas dan aktif ketika masih duduk di bangku sekolah. Olehnya, ketika mendengar kabar kepergian mantan muridnya itu, dia tak lantas percaya. Bahkan meyakini, kabar itu tidak benar. Karena informasi awalnya didapat dari medsos.

Selama 12 tahun Grace bersekolah di MIS, dia menunjukkan prestasi akademik yang sangat baik. Di samping karakter dan budi pekerti yang manis, rajin, disiplin, aktif dalam organisasi dan juga suka menolong sesama temannya.

“Grace adalah murid yang baik. Itu kenapa kami di sini untuk memberikan penghormatan. Seketika masih sekolah, banyak prestasi yang ditorehkan,” tutur dia.

Kepergian Grace menyisahkan luka mendalam bagi keluarga besar MIS. Grace cukup dikenal kalangan siswa, alumni, guru hingga administrator MIS. Tak hanya karena sang ibunda bekerja di sana, tetapi memang semasa sekolah Grace merupakan murid berprestasi dan berbakat dan mudah bergaul.

“Kami keluarga besar MIS sangat berdukacita dan turut sepenanggungan dengan Ibu Tessie. Apalagi hari Senin (10/1) ini pada saat masuk sekolah, informasi ini akan menjadi pembicaraan semua kalangan di MIS. Kami sangat kehilangan,” tandasnya. (jen)

MANADOPOST.ID — Meninggalnya Grace Meichen Gysbertha Karundeng secara misterius tak hanya menyisahkan duka bagi keluarga. Sanak-saudara hingga kerabat pun tak kuasa menahan kesedihan ditinggal mahasiswi cantik jurusan Fashion Management Humber College Canada tersebut.

Grace, sapaan akrabnya meninggal dunia di salah satu basement di Richmond Hill, Ontario, Toronto, Kanada, Jumat (7/1), waktu setempat. Atau Sabtu (8/1) subuh di Sulut. Hingga kini penyebabnya masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Salah satu kerabat keluarga Lenny Tinayow mengatakan Grace merupakan sosok anak yang baik. Dekat dengan keluarga. Penyayang kedua orang tua maupun neneknya. Grace bahkan punya pergaulan yang luas. Dan disayang banyak orang. Dia aktif dalam pelayanan gereja. Buktinya pembangunan bangsal duka dilakukan para pemuda sekitar. Beberapa di antara mereka bahkan tak kuasa menahan tangis saat datang ke rumah duka.

“Grace ini anak yang patuh kepada orang tua, penyayang dan rajin pelayanan. Jadi banyak yang sayang,” ujarnya mengenang sosok almarhum.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA MIS Vijay Kollabathula mengatakan Grace merupakan siswa yang sangat cerdas dan aktif ketika masih duduk di bangku sekolah. Olehnya, ketika mendengar kabar kepergian mantan muridnya itu, dia tak lantas percaya. Bahkan meyakini, kabar itu tidak benar. Karena informasi awalnya didapat dari medsos.

Selama 12 tahun Grace bersekolah di MIS, dia menunjukkan prestasi akademik yang sangat baik. Di samping karakter dan budi pekerti yang manis, rajin, disiplin, aktif dalam organisasi dan juga suka menolong sesama temannya.

“Grace adalah murid yang baik. Itu kenapa kami di sini untuk memberikan penghormatan. Seketika masih sekolah, banyak prestasi yang ditorehkan,” tutur dia.

Kepergian Grace menyisahkan luka mendalam bagi keluarga besar MIS. Grace cukup dikenal kalangan siswa, alumni, guru hingga administrator MIS. Tak hanya karena sang ibunda bekerja di sana, tetapi memang semasa sekolah Grace merupakan murid berprestasi dan berbakat dan mudah bergaul.

“Kami keluarga besar MIS sangat berdukacita dan turut sepenanggungan dengan Ibu Tessie. Apalagi hari Senin (10/1) ini pada saat masuk sekolah, informasi ini akan menjadi pembicaraan semua kalangan di MIS. Kami sangat kehilangan,” tandasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/