26C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

300 Penambang Rakyat Tatelu Gelar Aksi Demo

MANADOPOST.ID—Eksplorasi tambang yang dilakukan PT Meares Soputan Mining dan PT Tondano Tambang Nusajaya (MSM-TTN) di wilayah pertambangan rakyat Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, menuai protes.

Kemarin, aksi demo digelar 300 penambang dan pemilik lahan di seputaran lokasi tersebut. Mereka menuntut PT MSM-TTN menarik semua alat berat dan menghentikan eksplorasi yang sedang dilakukan di sana. Sekira pukul 10.30 Wita, rombongan berkumpul di salah satu pos sambil membawa spanduk penolakan.

“LEBIH BAIK MATI DARIPADA Jadi Budak di Tanah Sendiri,” tulis spanduk tersebut. Pukul 11.15 Wita, warga yang tiba di titik pengeboran kedua diterima perwakilan PT MSM-TTN yang ada di lokasi bersama personil Ditpamobvit Polda Sulut yang dipimpin Iptu A Wahid. Mereka kemudian menyampaikan orasi.

Pemimpin aksi Victor Kamari mengungkapkan, apabila nantinya PT TTN mengambil alih tambang rakyat di lokasi tersebut, maka sudah pasti yang akan direkrut menjadi karyawan di sana berijasah sekolah tinggi. Sehingga sudah pasti masyarakat penambang di sana akan kehilangan lahan pekerjaan.

Baginya, tambang rakyat di Tatelu itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Sebab, bukan hanya pemilik lahan yang memiliki lubang tambang tetapi juga masyarakat di beberapa desa di seputaran lokasi tersebut meliputi Desa Tatelu, Desa Warukapas, Desa Talawaan, Desa Tatelu Rondor, Desa Pinili, Desa Wasian dan Desa Mapanget. Semua menggantungkan hidupnya dari tambang rakyat ini.

Baik sebagai pekerja lubang, pedagang, tukang ojek dan aktivitas lainnya. Bahkan, ada yang dari luar daerah ikut mencari nafkah di sana. “Kami masyarakat menolak semua aktivitas PT MSM-TTN dan memberikan waktu tiga hari ke depan untuk mengeluarkan seluruh peralatan pengeboran milik perusahaan dari semua lokasi tambang rakyat ini,” pekiknya.

Sementara itu, Kepala Security Proyek Pengeboran PT MSM di lokasi tersebut, Boy Sigarlaki mengatakan pihaknya hanya pelaksana pengamanan. “Semua aspirasi masyarakat akan kami sampaikan kepada pihak perusahaan,” singkat dia.

Informasi didapat, aksi tersebut diawali sikap pemilik salah satu bidang lahan tambang bernama Ko David yang menjual bagiannya kepada PT MSM. Sehingga mayoritas lahan dikuasai perusahaan pertambangan itu.

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau yang turun langsung ke lokasi beberapa menit setelah aksi digelar melakukan dialog dengan para pendemo. Dia kemudian mengimbau untuk mencari solusi terbaik dengan perwakilan PT TTN maupun PT MSM.

Sebab menurutnya, aksi tersebut sangat berbahaya di masa pandemi. Karena ada kerumunan dan mayoritas tidak menggunakan masker. Rahakbau pun meminta mereka membubarkan diri.

Kepada Manado Post, perwira dua melati itu mengatakan, sudah berjanji akan mempertemukan semua pihak terkait.

“Kami sudah telepon pihak PT MSM-TTN di Jakarta untuk datang bertemu dengan para penambang. Sejauh ini, saya sudah minta pekerja PT MSM-TTN untuk menghentikan kegiatan eksplorasi mereka sementara. Sampai pertemuan dilakukan. Karena dengan keadaan seperti itu kami sulit menjamin keamanan dan keselamatan pekerja mereka,” tutupnya. (jen)

Artikel Terbaru