32.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Astaga! Kerumunan di Pasar di Minut Makin Mengkhwatirkan, Aparat Diminta Bertindak

MANADOPOST.ID—Kerumunan di pasar tradisional di Minahasa Utara (Minut) makin tak terkendali. Mayoritas warga tak lagi menjalankan protokol kesehatan. Terutama dalam menjaga jarak saat melakukan transaksi jual beli.

Pemandangan tersebut tampak di seputaran RSU GMIM Tonsea menuju Pasar Airmadidi. Parkir sembarangan dan kerumunan pedagang liar memenuhi kompleks pusat kota Minut tersebut.

Tak jarang, hal tersebut mengganggu aktivitas pelayanan di puskesmas dan sekolah yang berada di seputaran Pasar Airmadidi. Tampak penjual berjejer tak teratur mendagangkan lapaknya di kedua sisi arah RS dan Puskesmas .

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kepala Puskesmas Airmadidi dr Jansjye Luntungan mengakui aktivitas penjual dan parkiran kendaraan di depan puskesmas sangat menggangu pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat yang berobat sangat terganggu dengan alat cukur kelapa dan aktivitas pedagang yang terlalu dekat dengan puskesmas,” keluhnya.

Ia berharap ada perhatian serius

dari maupun pihak terkait untuk melakukan penertiban. “Semoga secepatnya ada solusi sehingga bisa ada  perubahan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan tanpa ada gangguan lagi,” ungkap dia.

Senada, Kepsek SDN 3 Airmadidi Femmy Adelin Padoma meminta aparat terkait agar mengambil tindakan. Meskipun begitu dia berharap ada solusi yang tidak merugikan orang lain.

Sebab, menurut dia siswa yang akan sekolah tatap muka terbatas bisa menjadi korban kerumunan yang berpotensi penyebaran Covid-19.

“Dalam hal ini para siswa juga merasa terganggu saat proses belajar mengajar,” tukasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Kerumunan di pasar tradisional di Minahasa Utara (Minut) makin tak terkendali. Mayoritas warga tak lagi menjalankan protokol kesehatan. Terutama dalam menjaga jarak saat melakukan transaksi jual beli.

Pemandangan tersebut tampak di seputaran RSU GMIM Tonsea menuju Pasar Airmadidi. Parkir sembarangan dan kerumunan pedagang liar memenuhi kompleks pusat kota Minut tersebut.

Tak jarang, hal tersebut mengganggu aktivitas pelayanan di puskesmas dan sekolah yang berada di seputaran Pasar Airmadidi. Tampak penjual berjejer tak teratur mendagangkan lapaknya di kedua sisi arah RS dan Puskesmas .

Kepala Puskesmas Airmadidi dr Jansjye Luntungan mengakui aktivitas penjual dan parkiran kendaraan di depan puskesmas sangat menggangu pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat yang berobat sangat terganggu dengan alat cukur kelapa dan aktivitas pedagang yang terlalu dekat dengan puskesmas,” keluhnya.

Ia berharap ada perhatian serius

dari maupun pihak terkait untuk melakukan penertiban. “Semoga secepatnya ada solusi sehingga bisa ada  perubahan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan tanpa ada gangguan lagi,” ungkap dia.

Senada, Kepsek SDN 3 Airmadidi Femmy Adelin Padoma meminta aparat terkait agar mengambil tindakan. Meskipun begitu dia berharap ada solusi yang tidak merugikan orang lain.

Sebab, menurut dia siswa yang akan sekolah tatap muka terbatas bisa menjadi korban kerumunan yang berpotensi penyebaran Covid-19.

“Dalam hal ini para siswa juga merasa terganggu saat proses belajar mengajar,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/