25.3 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Oknum Kepsek di Serei Tersangka Kasus Cabul Terhadap Muridnya Praperadilankan Polres Minut

MANADOPOST.ID—Entah apa yang ada di benak EK alias Edwin, warga Serei, Kecamatan Likupang Barat. Oknum kepala sekolah (kepsek) SD GMIM Serei, ditetapkan sebagai terduga pelaku kasus kekerasan seksual terhadap salah satu siswanya.

Tak terima ditetapkan tersangka, dia menggugat Polres Minut di PN Airmadidi. Proses Pra peradilan, Jumat (11/6), masuk pemeriksaan saksi. Saksi MT (11) dan YH (15), yang tak lain dua teman korban, sebut saja melati. Diceritakan keduanya, kala itu, 3 Desember silam, mereka bertiga pergi ke sekolah untuk mengembalikan buku yang dipinjam.

Di sekolah, tersangka memanggil korban ke ruangannya. Saat masuk ke ruangan, korban dalam keadaan rapi. Tetapi saat keluar, bajunya sudah acak-acakan. Melati kemudian menceritakan kepada kedua temannya, dia mendapat perlakuan  cabul dari sang kepala sekolah.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Saya dicium di kening dan payudara saya diremas. Pak guru (tersangka, red) juga memegang kemaluan saya,” tutur saksi menirukan penuturan korban saat itu.

Akibat aksi tak terpuji tersebut, ketiganya melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua saksi. Kemudian menyampaikan kejadian itu kepada nenek korban. Dan melaporkannya ke kantor polisi.

Setelah melalui beberapa pemeriksaan, kepsek yang telah dinonaktifkan dari jabatannya itu, ditetapkan tersangka per 3 Mei.

Pengacara Tersangka Vendie Sompotan mengaku, pihaknya menilai proses yang dilakoni penyidik tidak sesuai Putusan MK No.130/PUU-XIII/2015 tentang Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Yang menjelaskan bahwa dalam tempo tujuh hari, pihak yang disangkakan wajib menerima SPDP. Tetapi ini tidak,” jelasnya.

Sayang kala diminta menjelaskan, kejadian versi tersangka, dia enggan memberikan tanggapan. “Tunggu dulu ini kan tadi sidang tertutup,” tuturnya.

Diketahui, sidang dilanjutkan, Senin (13/6), dengan agenda pemeriksaan bukti tambahan. Putusan akan disampaikan hakim, Selasa (14/6) sore. (jen)

MANADOPOST.ID—Entah apa yang ada di benak EK alias Edwin, warga Serei, Kecamatan Likupang Barat. Oknum kepala sekolah (kepsek) SD GMIM Serei, ditetapkan sebagai terduga pelaku kasus kekerasan seksual terhadap salah satu siswanya.

Tak terima ditetapkan tersangka, dia menggugat Polres Minut di PN Airmadidi. Proses Pra peradilan, Jumat (11/6), masuk pemeriksaan saksi. Saksi MT (11) dan YH (15), yang tak lain dua teman korban, sebut saja melati. Diceritakan keduanya, kala itu, 3 Desember silam, mereka bertiga pergi ke sekolah untuk mengembalikan buku yang dipinjam.

Di sekolah, tersangka memanggil korban ke ruangannya. Saat masuk ke ruangan, korban dalam keadaan rapi. Tetapi saat keluar, bajunya sudah acak-acakan. Melati kemudian menceritakan kepada kedua temannya, dia mendapat perlakuan  cabul dari sang kepala sekolah.

“Saya dicium di kening dan payudara saya diremas. Pak guru (tersangka, red) juga memegang kemaluan saya,” tutur saksi menirukan penuturan korban saat itu.

Akibat aksi tak terpuji tersebut, ketiganya melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua saksi. Kemudian menyampaikan kejadian itu kepada nenek korban. Dan melaporkannya ke kantor polisi.

Setelah melalui beberapa pemeriksaan, kepsek yang telah dinonaktifkan dari jabatannya itu, ditetapkan tersangka per 3 Mei.

Pengacara Tersangka Vendie Sompotan mengaku, pihaknya menilai proses yang dilakoni penyidik tidak sesuai Putusan MK No.130/PUU-XIII/2015 tentang Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Yang menjelaskan bahwa dalam tempo tujuh hari, pihak yang disangkakan wajib menerima SPDP. Tetapi ini tidak,” jelasnya.

Sayang kala diminta menjelaskan, kejadian versi tersangka, dia enggan memberikan tanggapan. “Tunggu dulu ini kan tadi sidang tertutup,” tuturnya.

Diketahui, sidang dilanjutkan, Senin (13/6), dengan agenda pemeriksaan bukti tambahan. Putusan akan disampaikan hakim, Selasa (14/6) sore. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/