24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Residivis Curanik Lintas Daerah Dibekuk Waruga, Mantan Terpidana 14 Tahun

MANADOPOST.ID—Timsus Waruga Polres Minahasa Utara (Minut) berhasil membekuk pelaku pencurian barang elektronik (curanik) lintas kabupaten/kota se-Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (10/10).

Berdasarkan informasi yang diterima Manado Post, Senin (11/10), terduga pelaku BST alias Billy (38), warga Karombasan, Manado, ditangkap petugas yang dipimpin Katimsus Waruga Bripka Bobby Lakaoni tersebut, berdasarkan LP NO :B/545/X/2021/SPKT/POLRES MINAHASA UTARA dan LP NO :B/185/X/2021/SPKT/SEK-AIRMADIDI/POLRES MINAHASA UTARA.

Saat diamankan, pelaku mengakui perbuatannya sudah dilakukan berulang kali di Minut, Manado, Tomohon, Minahasa, dan Mitra. Bahkan, mantan narapidana kasus pembunuhan berencana itu mengaku sudah menggasak lebih dari 40 handphone. Aksi tersebut dilakukannya saat siang hari dengan modus memesan makanan di rumah makan ataupun berbelanja di warung kemudian dengan trik khusus, pelaku langsung mencuri handphone dan melarikan diri.

Bribka Lakaoni membeber saat pelaku ditangkap di rumahnya, ada beberapa barang bukti (babuk) seperti handphone, pisau dan sepeda motor yang sering digunakan saat melancarkan aksinya. Tak sampai di situ, petugas pun mencari babuk lain yang telah dijual.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Alhasil, 14 unit handphone, 1 buah pisau besi putih, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Vega ZR, ditemukan dan ikut diamankan.

Akibat perbuatan pelaku, para korban mengalami kerugian sekira Rp70 juta. “Saat ini pelaku dan babuk sudah diserahkan di Polsek Airmadidi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tukas Bripka Bobby Lakaoni.

Residivis yang pernah dipidana selama 14 tahun karena kasus pembunuhan di lorong Israel Karombasan, Manado, mengakui perbuatannya. Diceritakan pelaku, pasca bebas setelah delapan tahun menjalani hukumannya di penjara,  dia kemudian bekerja sebagai security. Namun akhirnya berhenti dan menjalani aksinya mencuri barang elektronik sejak 2020 lalu.

Saat melakukan curanik, pelaku meyakini perbuatannya sudah direncanakan dengan rapih dan tidak akan ketahuan. Karena sebelumnya sudah berhasil melakukan pencurian di Kota Manado, Tomohon, Minahasa, Minsel dan Minut. Bahkan selama ini, dia mengaku sudah melakukan pencurian lebih dari 40 handphone di tempat yang berbeda.

“Saya tahu, aksi saya ini tidak akan ketahuan. Karena setiap kali melakukannya, saya lakukan dengan sangat rapih dan saya rasa tidak akan ketahuan. Tapi serapih-rapihnya saya, Timsus Waruga Polres Minut dapat menangkap saya juga dengan rapih,” akuinya.

Selama melakukan aksi pencurian, nanti di Minut baru dia ketahuan. “Saya tidak menyangka ini akan ketahuan. Padahal baru beberapa hari lalu saya mencuri handphone di Minut. Tapi saya sudah ditangkap,” ungkapnya. Dia mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya itu. “Kita sudah salah. Tuhan pasti marah sekali sampai akhirnya ditangkap. Saya siap bertanggung jawab, karena sudah berbuat salah,” pungkasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Timsus Waruga Polres Minahasa Utara (Minut) berhasil membekuk pelaku pencurian barang elektronik (curanik) lintas kabupaten/kota se-Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (10/10).

Berdasarkan informasi yang diterima Manado Post, Senin (11/10), terduga pelaku BST alias Billy (38), warga Karombasan, Manado, ditangkap petugas yang dipimpin Katimsus Waruga Bripka Bobby Lakaoni tersebut, berdasarkan LP NO :B/545/X/2021/SPKT/POLRES MINAHASA UTARA dan LP NO :B/185/X/2021/SPKT/SEK-AIRMADIDI/POLRES MINAHASA UTARA.

Saat diamankan, pelaku mengakui perbuatannya sudah dilakukan berulang kali di Minut, Manado, Tomohon, Minahasa, dan Mitra. Bahkan, mantan narapidana kasus pembunuhan berencana itu mengaku sudah menggasak lebih dari 40 handphone. Aksi tersebut dilakukannya saat siang hari dengan modus memesan makanan di rumah makan ataupun berbelanja di warung kemudian dengan trik khusus, pelaku langsung mencuri handphone dan melarikan diri.

Bribka Lakaoni membeber saat pelaku ditangkap di rumahnya, ada beberapa barang bukti (babuk) seperti handphone, pisau dan sepeda motor yang sering digunakan saat melancarkan aksinya. Tak sampai di situ, petugas pun mencari babuk lain yang telah dijual.

Alhasil, 14 unit handphone, 1 buah pisau besi putih, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Vega ZR, ditemukan dan ikut diamankan.

Akibat perbuatan pelaku, para korban mengalami kerugian sekira Rp70 juta. “Saat ini pelaku dan babuk sudah diserahkan di Polsek Airmadidi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tukas Bripka Bobby Lakaoni.

Residivis yang pernah dipidana selama 14 tahun karena kasus pembunuhan di lorong Israel Karombasan, Manado, mengakui perbuatannya. Diceritakan pelaku, pasca bebas setelah delapan tahun menjalani hukumannya di penjara,  dia kemudian bekerja sebagai security. Namun akhirnya berhenti dan menjalani aksinya mencuri barang elektronik sejak 2020 lalu.

Saat melakukan curanik, pelaku meyakini perbuatannya sudah direncanakan dengan rapih dan tidak akan ketahuan. Karena sebelumnya sudah berhasil melakukan pencurian di Kota Manado, Tomohon, Minahasa, Minsel dan Minut. Bahkan selama ini, dia mengaku sudah melakukan pencurian lebih dari 40 handphone di tempat yang berbeda.

“Saya tahu, aksi saya ini tidak akan ketahuan. Karena setiap kali melakukannya, saya lakukan dengan sangat rapih dan saya rasa tidak akan ketahuan. Tapi serapih-rapihnya saya, Timsus Waruga Polres Minut dapat menangkap saya juga dengan rapih,” akuinya.

Selama melakukan aksi pencurian, nanti di Minut baru dia ketahuan. “Saya tidak menyangka ini akan ketahuan. Padahal baru beberapa hari lalu saya mencuri handphone di Minut. Tapi saya sudah ditangkap,” ungkapnya. Dia mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya itu. “Kita sudah salah. Tuhan pasti marah sekali sampai akhirnya ditangkap. Saya siap bertanggung jawab, karena sudah berbuat salah,” pungkasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/