24.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Kejari Minut Segera Sidang Kasus Dugaan Penggelapan Dana Pegadaian

MINUT— Kasus dugaan penggelapan dana amanah dan kreasi atau kredit pembiayaan mobil yang menyeret tersangka CK alias Candra, analis kredit di PT Pegadaian Cabang Airmadidi, segera masuk `meja hijau`.

Ini setelah berkas perkara Candra dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut). “Sudah lengkap, segera disidangkan. Tersangka sudah kami amankan di Rutan Malendeng,” kata Kajari Minut Fanny Widyastuti SH MH, melalui Kasie Pidana Khusus Dian Subdiana, Rabu (11/11).

Diketahui, kasus yang diduga merugikan negara sekira Rp 3,8 miliar ini, dilakukan tersangka pada akhir 2018-2019. Tersangka memalsukan data dan berkas nasabah yang sudah lunas, untuk pengajuan kredit ulang. Dari hasil penyidikan, sekira 20 nasabah menjadi korban tersangka.

“Dalam menjalankan aksinya, tersangka sangat rapih dan hanya melakukan sendiri. Tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Koroupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit dua ratus juta rupiah dan paling banyak satu miliar rupiah,” tandasnya.(ria)

MINUT— Kasus dugaan penggelapan dana amanah dan kreasi atau kredit pembiayaan mobil yang menyeret tersangka CK alias Candra, analis kredit di PT Pegadaian Cabang Airmadidi, segera masuk `meja hijau`.

Ini setelah berkas perkara Candra dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut). “Sudah lengkap, segera disidangkan. Tersangka sudah kami amankan di Rutan Malendeng,” kata Kajari Minut Fanny Widyastuti SH MH, melalui Kasie Pidana Khusus Dian Subdiana, Rabu (11/11).

Diketahui, kasus yang diduga merugikan negara sekira Rp 3,8 miliar ini, dilakukan tersangka pada akhir 2018-2019. Tersangka memalsukan data dan berkas nasabah yang sudah lunas, untuk pengajuan kredit ulang. Dari hasil penyidikan, sekira 20 nasabah menjadi korban tersangka.

“Dalam menjalankan aksinya, tersangka sangat rapih dan hanya melakukan sendiri. Tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Koroupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit dua ratus juta rupiah dan paling banyak satu miliar rupiah,” tandasnya.(ria)

Most Read

Artikel Terbaru

/